#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Selasa, 10 Maret 2026

Pasar Ramadhan Di Desa Lengkong Mampu Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

    Maryono Kades Lengkong Kab. Ponorogo

Lini Indonesia, Ponorogo - Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan banyak warga untuk membuka usaha dengan menyediakan berbagai macam menu berbuka puasa. 

Melalui pasar Ramadhan ini, dinilai akan menjadi motor penggerak ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lengkong, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Lengkong, Maryono, saat ditemui awak media, pada Senin (09/02/2026) sore, di kediamannya.

Kepada awak media Maryono menjelaskan, dalam kegiatan pasar ramadhan, yang diadakan di Pasar Ngeprih, Jl. Sidomulyo, Desa Lengkong, Pemerintah Desa Lengkong menyediakan lapak tempat jualan, sementara penjualan dijaga oleh Karangtaruna Desa Lengkong. 

Sedangkan aneka jajanan dan masakan disediakan oleh masyarakat atau pelaku  UMKM sekitar, sehingga pasar ramadhan tersebut bisa sebagai wadah bagi pedagang lokal agar dapat meningkatkan pendapatan selama bulan suci. 

“Pasar Ramadhan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Kami ingin pelaku UMKM memiliki peluang lebih luas dalam menjangkau konsumen,” ujar Maryono.


Suasana Pasar Ramadhan Di Desa Lengkong

Selain mendorong perputaran ekonomi, Pemerintah Desa Lengkong, juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas produk yang dipasarkan.

Ia mengimbau seluruh pedagang untuk konsisten menjaga kebersihan dan keamanan pangan demi menjamin kesehatan masyarakat yang menunaikan ibadah puasa.

Terkait isu daya beli, Maryono menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan di area pasar tersebut. 

“Kami menekankan agar harga tetap terjangkau. Jangan sampai memberatkan masyarakat, sehingga semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan tetap terjaga,” tambahnya.


Antusiasme Masyarakat Untuk Belanja Di Pasar Ramadhan

Pasar Ramadhan tahun ini menyajikan variasi kuliner yang beragam, mulai dari masakan khas daerah, aneka takjil hingga makanan siap saji. 

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga yang mulai memadati lokasi sejak sore hari.

Dengan dibukanya pusat kuliner musiman ini, diharapkan perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan dan sekaligus menciptakan suasana Ramadhan yang tertib, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Lengkong.



Diakhir pertemuannya dengan awak media Maryono juga menyampaikan, Pasar ramadhan nanti akan ditutup dengan adanya pasar gratis yang akan dikelola oleh kelompok Muslimat Fatayat NU. Ranting Lengkong. 

"Paras ini akan ditutup dengan pasar gratis, yang akan dikelola oleh Kelompok Muslimat Fatayat NU, Ranting Lengkong".

Dimana dalam pasar gratis nanti akan diberikan secara cuma-cuma, mulai jajanan, sayur-sayuran, hasil panen dan juga pakaian layak pakai. Pelaksanaannya pagi hari, bebas siapapun bisa hadir." pungkasnya. 

(Gst)

Share:

0 komentar:

Posting Komentar