#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Sabtu, 15 Agustus 2026

Polres Probolinggo Periksa Kesehatan Personel Pengamanan Bromo Pascakarhutla


Lini Indonesia, Probolinggo - Memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima usai bertugas mengamankan kawasan Gunung Bromo, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan kesehatan, Sabtu (15/8/2026).

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan setelah personel melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, aktivitas pemadaman yang membutuhkan tenaga dan stamina, sehingga kondisi kesehatan personel perlu dipastikan sebelum kembali menjalankan tugas.

“Setelah melaksanakan tugas pemadaman karhutla yang tentunya membutuhkan tenaga dan stamina, kami memastikan kondisi kesehatan personel tetap terjaga,” ujar Asmida Rizki.

Kapolres Probolinggo menegaskan, kesehatan dan keselamatan personel menjadi salah satu prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami ingin seluruh personel dapat bertugas secara optimal. Dengan kondisi fisik yang prima, personel akan lebih siap menghadapi berbagai situasi di lapangan, terutama dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat di kawasan Bromo,” tambah AKBP Rizki.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan vitamin kepada personel.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh personel pengamanan Bromo dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat mendukung kesiapan personel dalam melaksanakan pengamanan, sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla.

Dengan kondisi fisik yang prima, personel diharapkan dapat menjalankan tugas pengamanan kawasan Bromo secara optimal serta memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan. 

(Dedy)

Share:

Polri Siapkan Personel Dukungan Ke Flores Untuk Perkuat Penanganan Gempa M 7,7


Lini Indonesia, Jakarta - Polri siapkan 260 personel untuk memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pemberangkatan personel tahap awal diawali apel gelar pasukan pada Sabtu (15/8/2026) di Terminal Cargo, Bandara Soekarno-Hatta.

Sebanyak 260 personel mengikuti apel pemberangkatan tersebut. Pengerahan kekuatan ini menjadi bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bencana, terutama dalam mendukung proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan sebanyak 137 personel diberangkatkan dalam tahap awal. Mereka terdiri dari 101 personel SAR Brimob, 14 personel DVI dan Dokkes, 9 personel Humas, 3 personel Slog, serta 10 personel Propam.

“Malam ini yang diberangkatkan total 137 personel, terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel DVI dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel Humas 9 personel, personel Slog 3 personel, dan personel Propam 10 personel. 

Total sekitar 137 personel malam ini. Dan nanti besok juga ada yang kemudian kami berangkatkan dari Pondok Cabe, termasuk K9,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam menangani bencana gempa di Flores dan wilayah NTT.

“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat. 

Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan.

Di tingkat Mabes Polri, penguatan penanganan dilakukan dengan menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor. 

Pasukan tersebut diperkuat enam personel kesehatan dan dokter serta membawa peralatan SAR untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan korban. 

Tim kesehatan dan DVI juga disiapkan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat serta proses identifikasi korban apabila diperlukan.

Selain itu, Polri menyiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. 

Pengiriman K9 akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi.

Johnny menegaskan, Polri akan terus mengerahkan kekuatan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Sekali lagi, prioritas kami adalah keselamatan masyarakat. Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polri juga bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait. 

Mabes Polri terus melakukan koordinasi dengan Polda NTT dan jajaran untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan dukungan dari tingkat pusat dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

(Dedy)

Share:

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban Dan Buka Akses


Lini Indonesia, NTT - Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). 

Di tengah situasi yang masih berlangsung, Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat ke sejumlah titik terdampak.

Sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, mengamankan lokasi, membantu masyarakat, serta membuka akses jalan yang terdampak gempa. 

Perintah tersebut langsung direspons personel dari Batalyon B Pelopor yang bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.

Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan hingga kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. 

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat wisatawan yang terdampak. Personel juga membantu dua WNA yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya menuju RS Siloam Labuan Bajo.

Di Kabupaten Manggarai, personel Brimob turut bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. 

Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung menuju area yang lebih aman. 

Personel juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung ke area yang lebih aman. 

Personel juga membersihkan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bantuan kesehatan bagi warga.

Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa. 

Sementara di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.

Dalam proses pencarian di Maumere, ditemukan tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses identifikasi. 

Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal karena syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.

Saat masyarakat masih menghadapi kepanikan pascagempa, Brimob sudah berada di lapangan. Dari evakuasi korban hingga membuka akses jalan, personel Satbrimob Polda NTT dikerahkan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.

Penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak gempa serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

(Dedy)

Share:

Polsek Dan Koramil Candipuro Amankan Gladi Bersih Karnaval HUT Ke-81 RI Di Sumbermujur


Lini Indonesia, Lumajang – Personel Polsek dan Koramil Candipuro melakukan pengamanan gladi bersih malam karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jum'at (14/8/2026) malam.

Pengamanan dipimpin Kapolsek Candipuro AKP Lugito. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari masing-masing dusun di Desa Sumbermujur yang tengah mempersiapkan penampilan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pertunjukan dapat berjalan sesuai rencana. Sejumlah persiapan teknis dilakukan mulai dari pengecekan vokal, musik pengiring hingga tata lampu.

Rangkaian gladi bersih dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan tes vokal bagi pembawa acara (MC) dan pengisi acara.



Kemudian pada pukul 19.30 WIB, dilakukan penyesuaian volume musik pengiring dengan suara narator dan MC. Selanjutnya sekitar pukul 20.10 WIB, panitia melakukan sinkronisasi musik dari sound system dengan tata lampu panggung (Lighting), yang diikuti peserta dan penari (Dancer).

Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan, kehadiran personel TNI-Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami melaksanakan pengamanan bersama Koramil Candipuro agar kegiatan gladi bersih dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. Kami juga mengimbau peserta maupun masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban," ujar Lugito.

Menurut Lugito, gladi bersih menjadi bagian penting dalam persiapan sebelum pelaksanaan karnaval. Para peserta dari masing-masing dusun dapat menyelaraskan waktu, kostum, musik serta penampilan agar dapat tampil maksimal saat hari pelaksanaan.



"Gladi bersih ini untuk menyelaraskan waktu, kostum dan performa seluruh peserta. Harapannya saat pelaksanaan nanti semua dapat tampil dengan baik dan kegiatan berjalan lancar," katanya.

Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, karnaval tersebut juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Desa Sumbermujur.

Konsep pertunjukan yang disiapkan warga memadukan kreativitas masyarakat dengan hiburan bernuansa modern, termasuk penggunaan sound system dan penampilan dancer.



"Kegiatan ini menjadi hiburan yang sangat dinantikan masyarakat. Meski menggunakan konsep hiburan modern, kami berharap seluruh pihak tetap mengutamakan keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama," tutur Lugito.

Ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

"Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Silakan menikmati hiburan, tetapi tetap tertib dan saling menghormati agar seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan dapat berlangsung aman dan meriah," pungkasnya.

(Eksan)

Share:

Refleksi 13 Tahun Jawapes, Mengawal Fakta


Lini Indonesia, Surabaya – Media Jawapes genap berusia 13 tahun pada 24 Agustus 2026. Bagi Pimpinan Redaksi Media Jawapes, Rizal Diansyah Soesanto, S.T., CPLA, usia tersebut bukan sekadar angka, tetapi catatan panjang tentang proses, keputusan redaksional, dinamika lapangan, kritik, tekanan, dan kepercayaan masyarakat.

Sejak berdiri pada 2013, Jawapes berusaha tumbuh bersama masyarakat dengan memberi ruang bagi berbagai persoalan daerah, mulai pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, sosial, budaya hingga aspirasi warga.

“Pencapaian terbesar Jawapes bagi saya bukan banyaknya berita yang diterbitkan atau seberapa ramai sebuah berita dibicarakan". 

"Yang paling berarti adalah ketika masyarakat merasa didengar, sebuah persoalan mendapat perhatian, dan informasi yang kita sampaikan memberi manfaat,” ujar Rizal, Sabtu (15/8/2026).

Selama memimpin redaksi, ia memegang prinsip bahwa berita harus berangkat dari fakta, melalui konfirmasi, berimbang, dan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan.

“Berita boleh dikritik dan boleh dikoreksi. Tetapi wartawan jangan takut mencari kebenaran. Selama yang diperjuangkan adalah kepentingan publik dan dilakukan dengan etika, pers harus tetap berdiri tegak,” tegasnya.

Perjalanan Jawapes selama 13 tahun diisi berbagai liputan persoalan masyarakat, pengawasan sosial, kebijakan publik serta kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. 

Bagi Rizal, nilai sebuah pemberitaan bukan berhenti pada terbitnya berita, tetapi pada manfaat dan perubahan yang lahir setelahnya.

“Menjadi pimpinan redaksi bukan hanya menentukan berita yang diterbitkan. Ada tanggung jawab menjaga wartawan, kualitas karya jurnalistik, etika, dan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Perubahan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi semakin cepat, sementara batas antara fakta dan opini semakin tipis.

“Jangan sampai kita mengejar menjadi yang pertama, tetapi kehilangan ketepatan. Satu berita yang benar dan bertanggung jawab jauh lebih berharga daripada berita cepat yang akhirnya menyesatkan publik,” pesannya.

Kepada para wartawan khususnya wartawan Jawapes, ia mengingatkan bahwa wartawan bukan sekadar profesi, tetapi amanah publik.

“Jangan mudah dibeli, jangan mudah ditekan, dan jangan menjadikan pers sebagai alat kepentingan pribadi. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi fakta harus tetap menjadi pijakan,” tegasnya.

Memasuki usia 13 tahun, ia berharap Jawapes terus meningkatkan kompetensi wartawan, kualitas produk jurnalistik, liputan investigasi, pemanfaatan teknologi, serta mempertahankan independensi.

Menurutnya, perjalanan tersebut masih jauh dari selesai. Masih banyak suara masyarakat yang membutuhkan ruang dan persoalan publik yang membutuhkan pengawasan.

“Selama masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalannya dan selama ada fakta yang perlu dikawal, saya berharap Jawapes tetap hadir dengan cara kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Bagi seorang wartawan, pekerjaan tidak berhenti ketika berita diterbitkan. Tanggung-jawab berlanjut ketika informasi tersebut dipercaya dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Jika suara masyarakat tidak terdengar, jurnalistik harus hadir.

Jika fakta dikaburkan, jurnalistik harus mencari kebenaran.

Jika kepentingan publik terabaikan, pers harus mengingatkan.

Itulah prinsip yang ingin terus dijaga Rizal sebagai Pimpinan Redaksi Media Jawapes.

“13 tahun ini bukan akhir perjalanan. Ini pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus terus kita jawab dengan kerja, integritas dan tanggung-jawab,” pungkasnya.

Di HUT ke-13 Media Jawapes "Mengawal Fakta, Menjaga Kepercayaan”.

13 tahun telah berlalu. Banyak yang telah dicapai, masih banyak yang harus diperjuangkan.

(Dedy)

Share:

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ungkap Peredaran Sabu, 28 Poket Seberat 15,4 Gram Disita


Lini Indonesia, Surabaya – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan seorang pria berinisial A.T. (32), warga Jalan Tambak Dukuh, Surabaya, yang diduga terlibat dalam peredaran sabu.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu, (12/8/2026). Polisi mengamankan A.T. di sebuah gang kawasan Rangkah Gang 8, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Dari tangan tersangka, petugas menemukan 28 poket plastik berisi narkotika jenis sabu sekitar 15,4 gram. Barang haram tersebut ditemukan di dalam saku celana pendek yang dikenakan tersangka saat ditangkap.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal dari penyelidikan petugas terkait dugaan peredaran narkotika.

"Dalam pemeriksaan awal, A.T. mengaku mendapatkan sabu dari seorang pria berinisial MSR yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)." tutur AKP Adik, pada Sabtu (15/8).

AKP Adik, sabu tersebut bukan untuk dikonsumsi sendiri seluruhnya, melainkan dititipkan oleh MSR untuk diedarkan kembali. Sebagai imbalan, A.T. memperoleh upah sebesar Rp20 ribu untuk setiap poket sabu yang berhasil terjual.

"Setelah menerima paket sabu siap edar, tersangka mencari lokasi untuk menunggu calon pembeli. Ketika pembeli datang, sabu tersebut kemudian diserahkan setelah transaksi dilakukan." katanya 

Dari hasil pemeriksaan ungkap AKP Adik, A.T. mengaku telah dua kali menerima titipan sabu dari MSR dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir.

"Awalnya tersangka menerima 20 poket sabu. Selanjutnya, ia kembali mendapatkan 13 poket. Setiap poket sabu disebut diedarkan dengan harga sekitar Rp100 ribu," jelasnya.

Namun, jelas AKP Adik sebelum seluruh barang tersebut  diedarkan, polisi lebih dahulu menangkap A.T. Saat diamankan, petugas menemukan 28 poket sabu dengan berat bruto sekitar 15,4 gram.

Selain narkotika, polisi turut menyita uang tunai Rp500 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan sabu dan belum disetorkan kepada MSR.

A.T. mengaku terlibat dalam peredaran sabu karena alasan ekonomi. Ia juga tergiur keuntungan sekaligus kesempatan menggunakan narkotika tanpa harus membeli.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita 28 poket plastik berisi sabu dengan berat sekitar 15,4 gram, uang tunai Rp500 ribu dari hasil penjualan, satu celana pendek warna cokelat, serta satu unit telepon seluler.

Tersangka A.T dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

(Dedy)

Share:

Jumat, 14 Agustus 2026

Polres Ponorogo Hadir Bawa Harapan Saat Kemarau Panjang, Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga Karangpatihan


Lini Indonesia, Ponorogo - Ketika musim kemarau berkepanjangan mulai membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian menjadi sangat berarti. 

Hal tersebut ditunjukkan oleh Polres Ponorogo Polda Jawa Timur melalui Polsek Pulung dengan turun langsung membantu masyarakat di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Jum'at (14/8/2026).

Dipimpin Kapolsek Pulung AKP Rosyid Effendi bersama anggota, 16.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 30 kepala keluarga di RT 01/RW 02 Dusun Dungus.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo melalui Kapolsek Pulung AKP Rosyid Effendi mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih di musim kemarau panjang.

Bagi sebagian orang, air mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sumber airnya mulai mengering, setetes air memiliki arti yang sangat besar. 

Kehadiran Polsek Pulung di tengah kondisi tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan rasa bahwa warga tidak menghadapi kesulitan ini seorang diri.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga. Kami ingin Polri selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan,” ungkap Kapolsek Pulung AKP Rosyid.

Senyum dan antusiasme warga menyambut bantuan menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan harapan.

"Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berbagi kepedulian," tegas AKP Rosyid.

Di tengah kemarau yang mengeringkan sumber air, Polres Ponorogo dan Polsek jajarannya berusaha menghadirkan setitik harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. 

(Dedy)

Share: