#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Sabtu, 14 Maret 2026

Safari Ramadhan Di Jatim, Kapolri Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga Kamtibmas-Dukung Program Presiden

 


Lini Indonesia, Jatim - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan safari ramadhan di Mapolda Jawa Timur (Jatim). 

Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan pentingnya seluruh elemen bersatu untuk menjaga kamtibmas hingga menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo Subianto.  

Sigit menegaskan, menjaga nilai persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama untuk Bangsa Indonesia menghadapi segala tantangan dampak dari konflik global dewasa ini.  

"Dan yang paling utama untuk bisa mewujudkan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi maka syarat utamanya adalah stabilitas Kamtibmas, stabilitas keamanan nasional, harus terjaga. Itu tentunya menjadi PR bersama," kata Sigit, Sabtu (14/3/2026). 

Dalam menjaga situasi kamtibmas demi bertumbuhnya perekonomian bangsa, Sigit menekankan, Pemerintah dan Polri harus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. 

"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh elemen bangsa, TNI, Polri harus solid. Didukung oleh ulama didukung oleh seluruh elemen pemuda, masyarakat, buruh, semua harus bersatu sehingga kemudian ini menjadi pekerjaan kita bersama," ujar Sigit. 

Indonesia, kata Sigit pernah mengalami situasi sulit. Yakni, terjadinya Pandemi Covid-19. Hal itu menyebabkan gejolak perekonomian. 

Namun, Sigit menyebut, Indonesia bisa menghadapi dan bangkit ketika dilanda pandemi virus corona. Tentunya, keberhasilan itu hasil dari bersatunya seluruh elemen bangsa. 

"Namun alhamdulillah karena saat itu kita semuanya bersatu. Umarah, ulama, masyarakat, rakyat semua bersatu. Saat itu kita bisa menghadapi itu semua dan dalam waktu cepat pertumbuhan ekonomi kita kembali meningkat bahkan kita bisa berada di salah satu negara tertinggi saat itu pertumbuhan ekonominya dibandingkan dengan negara-negara maju negara-negara G20," ucap Sigit.

"Saat ini kita menghadapi tantangan yang sama dalam bentuk berbeda. Namun saya meyakini apabila kita semua kompak bersatu tentunya permasalahan yang sedang kita hadapi ini bisa kita lalui bersama," tambah Sigit menekankan. 

Di tengah situasi seperti ini, Sigit juga mengajak seluruh elemen menyukseskan program Presiden Prabowo, di antaranya terkait upaya perdamaian dunia hingga kemandirian bangsa di tengah situasi dewasa ini. 

"Oleh karena itu memang kuncinya adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Yang pasti pemerintah tentu akan mengambil langkah-langkah yang konkret untuk tetap menjaga agar stabilitas ekonomi kita khususnya terkait dengan harga-harga minyak tetap terjaga," papar Sigit. 

Ia juga mengingatkan, saat ini semua pihak harus harus terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Apalagi, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi. 

Menurutnya, momentum tersebut harus dijadikan sebagai sebuah lompatan mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju. Dengan begitu, visi bersama menciptakan Indonesia Emas 2045 bisa terwujud. 

"Mendorong program-program Bapak Presiden terkait dengan ketahanan pangan, energi, terkait dengan program-program hilirisasi yang menciptakan lapangan pekerja. 

Sehingga Indonesia betul-betul bisa mengelola sumber daya alam yang kita miliki, kekayaan alam yang kita miliki untuk, bisa kita kelola dengan baik," kata Sigit. 

"Memanfaatkan momentum demografi yang ada untuk kita bisa menuju visi Indonesia Emas 2045 dan menjadi negara maju," lanjut Sigit mengakhiri.

(Dedy) 

Share:

Polres Pasuruan Siapkan 7 Pos, Ratusan Personel Amankan Operasi Ketupat Semeru 2026


Lini Indonesia, Pasuruan – Polres Pasuruan menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. 

Dalam operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tersebut, ratusan personel gabungan diterjunkan serta sejumlah pos pengamanan dan pelayanan disiagakan di titik strategis wilayah Kabupaten Pasuruan.

Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas selama momentum Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penggelaran pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik maupun arus balik.

“Polres Pasuruan bersama TNI dan instansi terkait siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” kata AKBP Harto Agung Cahyono.



Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polres Pasuruan mendirikan 7 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 4 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 1 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang memiliki mobilitas tinggi.

Empat Pos Pengamanan berada di Alun-Alun Bangil, Arteri Gempol, Cimory Prigen, dan Tosari yang menjadi jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. 

Sementara dua Pos Pelayanan didirikan di Rest Area KM 66 A dan KM 66 B Tol Pandaan–Malang, sedangkan Pos Terpadu berada di Taman Dayu Pandaan yang menjadi pusat kendali operasi lapangan.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Pasuruan menyiapkan 220 personel Polri yang terlibat langsung dalam operasi. Dari jumlah tersebut, 110 personel ditempatkan pada Pos Pam, Pos Yan, dan Pos Terpadu, sementara 110 personel lainnya bertugas di posko dan satuan tugas operasi.

Selain itu, operasi ini juga melibatkan 242 personel dari berbagai instansi terkait yang akan ditempatkan di pos-pos operasi, serta 153 personel yang disiagakan di mako sebagai cadangan.



Unsur yang terlibat di antaranya berasal dari TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Marga, Senkom Mitra Polri, Banser, Pramuka, hingga organisasi komunikasi masyarakat.

Kapolres menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada lokasi dengan potensi keramaian seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, rumah ibadah, terminal, serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Melalui sinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder, kami berharap situasi kamtibmas tetap kondusif serta arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman, lancar dan terkendali,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Selain pengamanan jalur, Polres Pasuruan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, bencana alam, hingga lonjakan kendaraan di jalur wisata dan jalan tol yang menjadi lintasan utama pemudik di wilayah tersebut.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polres Pasuruan optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Pasuruan.

(Dedy) 

Share:

Polri Siapkan Strategi Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas : Negara Harus Hadir Jaga Momentum Ramadan Dan Idul Fitri


Lini Indonesia, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia menegaskan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan tim peliputan mudik yang digelar di kantor CNN Indonesia Jakarta, Jumat (13/03).

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan negara hadir menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Polri juga telah menyiapkan skenario pengamanan pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan masyarakat selama masa mudik.

Menurut Agus, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.

“Mudik adalah perjalanan penuh rindu kepada keluarga dan kampung halaman. Tugas kami memastikan masyarakat berangkat selamat, sampai tujuan dengan bahagia, dan kembalinya juga selamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol. Tjahyono menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat selama masa mudik. Informasi yang cepat dan tepat dinilai dapat membantu pemudik menentukan rute perjalanan dan mengantisipasi potensi kepadatan.

“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika kembali,” ujar Tjahyono.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan hotline 110 yang tersedia di seluruh Indonesia,” kata Tjahyono.

Polri berharap melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

(Dedy) 

Share:

Pelayanan Pengamanan Mudik Lebaran Polres Ponorogo Atensi Jalur Rawan Longsor


Lini Indonesia, Ponorogo – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim atensi jalur mudik rawan longsor.

Dengan sinergi lintas sektor, Polres Ponorogo Polda Jatim juga menyiapkan enam pos Operasi Ketupat Semeru 2026.

Hal itu guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Enam pos tersebut terdiri dari empat pos pengamanan (Pospam) dan dua pos pelayanan (Posyan) yang disiagakan di sejumlah titik strategis jalur mudik di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, empat pos pengamanan didirikan di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi.

Sementara dua pos pelayanan berada di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.

“Di arah Pacitan juga ada pospam. Jadi apabila ada gangguan Kamtibmas termasuk terjadi longsor masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam bebas pulsa dan akan kami respon secepat mungkin,” ujar AKBP Andin, Sabtu (14/3/26).

Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga telah memetakan sejumlah jalur rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik. 

Di antaranya jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo-Trenggalek, yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan rawan longsor saat musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna menyiapkan personel serta sarana prasarana di titik-titik rawan.

“Apabila terjadi longsor, kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim mengerahkan total 380 personel gabungan. 

Rinciannya, 280 personel kepolisian serta 100 personel dari lintas sektor dan instansi terkait lainnya. 

(Dedy) 

Share:

Jelang Idul Fitri Kapolres Probolinggo Cek Harga Dan Ketersediaan Bahan Pangan


Lini Indonesia, Probolinggo - Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemantauan langsung terhadap harga serta ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar Semampir, Sabtu (14/3/2026) 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif sebagai langkah memastikan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman hingga perayaan Idul Fitri.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Probolinggo bersama Kasat Reskrim dan instansi terkait menyambangi pedagang serta berdialog dengan pembeli di pasar. 

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga cabai yang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari raya.

"Menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat, sehingga kami ingin memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar", ujar AKBP Latif.

Kapolres Probolinggo mengatakan dengan sinergi bersama lintas sektor pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

"Polres Probolinggo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pasokan bahan pokok tetap aman serta mudah dijangkau oleh masyarakat," ujar AKBP Latif.

Selain melakukan pengecekan harga, Kapolres Probolinggo juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang atau menaikkan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga situasi pasar tetap kondusif,”pungkas AKBP Latif.

Sementara itu, dari hasil pemantauan sementara diketahui bahwa sebagian besar bahan pokok masih tersedia dengan stok yang cukup. 

Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam kategori stabil dan terkendali.

Kegiatan pemantauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo. 

(Dedy) 

Share:

Jumat, 13 Maret 2026

Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026


Lini Indonesia, Jakarta – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton, posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. 

Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.

Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. 

Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per- bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.

“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat". 

Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.

Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. 

Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.

Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. 

Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. 

Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. 

Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.

Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. 

Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.

Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. 

Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.

Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. 

Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.

Kerjasama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. 

Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.

Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional.

(Dedy) 

Share:

Polri Gelar Bakti Kesehatan dan Pangan Murah Serentak, Sentuh Ojol Hingga Buruh Menjelang Idul Fitri


Lini Indonesia, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 H/2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar Bakti Kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah. 

Kegiatan yang berlangsung di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026) ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat, mulai dari pengemudi ojek online, buruh, warga sekitar, hingga berbagai unsur potensi masyarakat.

Program bakti kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat. 

Warga yang hadir mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis sekaligus kesempatan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa Polri ingin hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.

“Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan". 

"Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Wakapolri saat menyapa masyarakat di lokasi kegiatan.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Polri dan Bulog dalam membantu masyarakat.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

C. Bakti Kesehatan (Wilayah Jakarta).

Sasaran penerima manfaat kegiatan ini di wilayah Jakarta berjumlah 3.000 orang, yang terdiri atas 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta 1.900 orang dari unsur potensi masyarakat, antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, Ormas FBR, Ormas GRIB, serta petugas PPSU. 

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan keberpihakan Polri kepada kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi sekaligus memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing.

Sebagai bagian dari pelayanan yang komprehensif, Polri menurunkan tenaga medis dan kesehatan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, 10 dokter umum, 1 dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan analis laboratorium diterjunkan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata yang disertai pembagian kacamata baca, serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. 

Seluruh layanan tersebut juga didukung oleh fasilitas farmasi atau apotek dengan ketersediaan obat sesuai indikasi medis, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terlayani secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari layanan pemeriksaan mata, sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Untuk menunjang pelayanan kesehatan tersebut, Polri turut menyiagakan 7 unit ambulans guna memastikan kesiapsiagaan layanan medis selama kegiatan berlangsung.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah hasil sinergi Polri dengan Perum Bulog, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Kehadiran personel Polri yang sigap melayani warga, mulai dari proses pemeriksaan kesehatan hingga membantu masyarakat membawa pulang paket pangan murah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Pendekatan humanis ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan rakyatnya, khususnya pada momentum penting menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. 

Dengan kesehatan yang terjaga serta kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang, sehat, dan penuh kebahagiaan.

(Dedy) 

Share: