#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Kamis, 12 Maret 2026

Apel Operasi Ketupat 2026 Di Surabaya, 161 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran


Lini Indonesia, Surabaya - Polrestabes Surabaya bersama unsur lintas sektoral menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengecekan sarana dan prasarana serta kesiapan personel yang akan diterjunkan selama operasi berlangsung.

Apel yang digelar di Lapangan A Mapolrestabes tersebut dipimpin langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan. 

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa operasi pengamanan Lebaran merupakan agenda nasional yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh pihak.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfi Sulistiawan menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penting yang selalu diiringi dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. 

Tradisi mudik, silaturahmi, hingga aktivitas ekonomi menjadikan periode Lebaran sebagai salah satu pergerakan sosial terbesar setiap tahunnya.

Menurutnya, pemerintah memprediksi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. 

Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang harus diantisipasi melalui pengamanan terpadu.

Ia menegaskan, kehadiran Operasi Ketupat menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi Lebaran dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Dalam waktu dekat kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ini merupakan agenda nasional yang sangat penting dan selalu mendorong tingginya mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas mudik serta perputaran ekonomi,” tutur, Kapolrestabes Surabaya pada Kamis (12/03/2026) dalam amanat apel.

Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari. Operasi ini dimulai pada 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, instansi pemerintah, hingga berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung kelancaran pengamanan Lebaran.



Kehadiran personel gabungan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengurai kepadatan arus lalu lintas, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama periode mudik dan arus balik.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan operasi, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama terkait pengaturan lalu lintas dan transportasi selama masa mudik Lebaran.

Regulasi tersebut mencakup pengaturan lalu lintas di jalan tol dan arteri, pengoperasian penyeberangan laut, hingga pengaturan kendaraan logistik agar arus perjalanan masyarakat tetap lancar.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik istirahat bagi para pemudik guna mengurangi risiko kelelahan selama perjalanan jauh. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Kapolrestabes Surabaya menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Lebaran tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan.

Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.

Pengamanan yang maksimal diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, beribadah, maupun merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan perayaan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan.

(Dedy) 

Share:

Operasi Ketupat Semeru 2026 Polda Jatim Siagakan 16.326 Personel


Lini Indonesia, Surabaya - Polda Jawa Timur (Jatim) resmi melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 pascaapel gelar pasukan di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/26).

Ditegaskan sebelumnya oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto bahwa operasi ini bukan sekedar mengatur kelancaran lalu lintas arus mudik, melainkan sebuah gelar pelayanan publik,spiritual,sosial dan pemeliharaan kamtibmas yang sifatnya fundamental di tengah masyarakat.

Oleh karenanya Operasi Kepolisian terpusat dengan sandi Ketupat Semeru 2026 yang akan digelar selama 13 hari (13 - 25 Maret 2026) oleh Polda Jawa Timur beserta satuan wilayah jajarannya tersebut, juga melibatkan TNI dan Instansi terkait serta Mitra Kamtibmas.

Operasi Ketupat Semeru 2026 yang merupakan operasi kemanusiaan ini fokus demi terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan hingga mudik pada libur lebaran.

"Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idulfitri, hingga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga,” tuturnya usai memimpin Apel Gelar Pasukan di Mapolda Jatim.



Untuk mendukung operasi Ketupat Semeru 2026 ini, Polda Jatim melibatkan 16.326 personel yang terdiri dari 1.190 personel Polda Jatim, 8.419 personel Polres/tabes/ta jajaran,1.313 personel TNI dan 5.404 personel dari instansi terkait beserta Mitra Kamtibmas (Pam Swakarsa).

Kapolda Jatim juga menegaskan, sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan, mulai dari ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maupun BBM.

Selain itu gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, serta potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi atensi dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Semua potensi kerawanan tersebut sudah kami petakan dan antisipasi melalui penggelaran pasukan yang kita laksanakan hari ini,” jelasnya.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik dan tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idulfitri, sehingga Mudik Aman Keluarga Bahagia bisa terwujud. 

(Dedy) 

Share:

Kapolda Jatim Pimpin Apel Gelar Pasukan Pastikan Kesiapan Personel Operasi Ketupat Semeru 2026


Lini Indonesia, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di Lapangan Apel Mapolda Jatim pada Kamis (12/3/2026).

Apel yang digelar sebagai bentuk kesiapan pengamanan Hari Raya Idulfitri dan arus mudik lebaran tersebut akan berlangsung selama 13 hari mulai Jum'at, 13 Maret 2026 hingga Rabu, 25 Maret 2026.

Apel dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin diikuti oleh unsur gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, BPBD, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang didahului dengan berbagai tahapan perencanaan dan evaluasi dari operasi sebelumnya.

“Dalam proses ini tentunya ada beberapa kegiatan pendahuluan yang dilakukan, mulai dari kesiapan hingga perencanaan dengan melihat evaluasi dari kegiatan sebelumnya, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat kali ini bisa lebih baik dan lebih disempurnakan,” kata Irjen  Nanang.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan operasi tersebut, Polda Jatim juga telah melaksanakan kegiatan Operasi Pekat Semeru untuk menekan berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Kapolda Jatim menuturkan, rangkaian pengamanan tidak hanya fokus pada arus mudik, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan masyarakat selama bulan Ramadan hingga pasca-Lebaran, seperti takbiran, salat Idulfitri, kegiatan halal bihalal, hingga rekreasi keluarga.

“Kita ingin memastikan masyarakat benar-benar merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah Ramadan, merayakan Idulfitri, hingga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga,” tuturnya.



Dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polda Jatim mengerahkan total 16.326 personel gabungan. 

Jumlah tersebut terdiri dari 9.609 personel Polri, 1.313 personel TNI, serta 5.404 personel dari instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan unsur lainnya.

Selain itu, sebanyak 238 pos pengamanan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran operasi, yang terdiri dari 172 pos pengamanan, 45 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu guna mengamankan 20.097 titik pengamanan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan, mulai dari ancaman terorisme, aksi sweeping oleh oknum ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok maupun BBM.

Selain itu gangguan kamtibmas seperti balap liar, penyalahgunaan narkoba, penggunaan petasan, kecelakaan transportasi, serta potensi bencana hidrometeorologi juga menjadi atensi dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Semua potensi kerawanan tersebut sudah kami petakan dan antisipasi melalui penggelaran pasukan yang kita laksanakan hari ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penggelaran pasukan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di seluruh Polres jajaran di Jawa Timur, sebagai bentuk kesiapan personel dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik dan tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idulfitri.

“Kami berusaha semaksimal mungkin menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kami juga mengingatkan agar keselamatan menjadi tujuan utama dalam setiap aktivitas selama mudik maupun libur Lebaran,” pungkasnya. 

(Dedy) 

Share:

Ditlantas Polda Jatim Gelar Ramadhan Road Safety Wujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia


Lini Indonesia, Sidoarjo - Upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) terutama pada mudik dan balik lebaran, Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim menggelar Ramadhan Road Safety.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa wilayah selama bulan Ramadhan, yang diisi dengan sosialisasi Kamseltibcar Lantas menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.

Kali ini kegiatan dilaksanakan di Perumahan Kemiri Kabupaten Sidoarjo yang menghadirkan ibu - ibu kelompok PKK setempat.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi melalui Kasubdit Kamsel, AKBP Edith Yuswo Widodo mengatakan Ramadhan Road Safety merupakan bagian dari kegiatan Polantas Menyapa.

AKBP Edith menerangkan tujuan kegiatan tersebut untuk mengajak dan menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

"Melalui pendekatan kepada masyarakat, Ditlantas Polda Jatim ingin mengajak warga untuk membudayakan tertib berlalu lintas," kata AKBP Edith, Rabu (11/3/26).

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan pula tentang tata tertib dan tata krama bagi setiap pengguna jalan baik yang berkendara maupun berjalan kaki di jalan raya.

"Terlebih ini menjelang mudik, jadi kami ingin mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia,"kata AKBP Edith.

Pada kegiatan tersebut Ditlantas Polda Jatim juga memberikan helm dan jas hujan gratis kepada peserta yang hadir. 

(Dedy) 

Share:

Amankan Mudik 2026, Polres Pasuruan Kerahkan Personel Gabungan Dalam Ops Ketupat Semeru


Lini Indonesia, Pasuruan – Polres Pasuruan mengerahkan personel gabungan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. 

Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, instansi pemerintah, serta sejumlah tamu undangan.



Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan melakukan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol kesiapan pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel maupun sarana dan prasarana yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.

Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.



Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Pasuruan disebutkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. 

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Karena itu, aparat diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok masyarakat.

Selain pengamanan arus lalu lintas, petugas juga diminta melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. 

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman selama mudik.



Apel gelar pasukan diikuti sejumlah unsur pasukan gabungan, di antaranya personel Polres Pasuruan, Kodim 0819/Pasuruan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Dinas Perhubungan, Senkom, hingga perwakilan BPBD Kabupaten Pasuruan.

Usai apel, Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan, Operasi Pekat Semeru 2026 serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.

Kapolres Pasuruan berharap dengan keterlibatan seluruh unsur dan dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman dan kondusif.

“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta perjalanan mudik berlangsung lancar,” pungkasnya.

(Dedy) 

Share:

Pemdes Tempuran : Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Romadhon Dan Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H

                 Kades Tempuran, Wahyono


Lini Indonesia, Ponorogo - Pemerintah Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat Desa Tempuran dan umat muslim pada umumnya.

Kepala Desa Tempuran, Wahyono, menyampaikan ucapan Marhaban Ya Ramadhan serta doa agar seluruh warga diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.

“Marhaban ya Ramadhan 1447 H. Selamat menjalankan ibadah puasa untuk seluruh warga Desa Tempuran dan umat muslim pada umumnya,  Alhamdulillah kita semua masih diberikan umur panjang sehingga dapat kembali dipertemukan dengan bulan yang penuh makna dan penuh keberkahan ini,” ujar Wahyono.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Tempuran akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk selama bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap momentum Ramadhan ini semakin mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pemdes Tempuran, mengajak seluruh warga untuk menjaga ketertiban, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri demi terciptanya lingkungan desa yang harmonis dan religius.

Dengan datangnya hari Raya Idul Fitri, yang tinggal beberapa hari lagi atasnama pemerintah Desa  Tempuran, Wahyono minta maaf apa bila selama ini, ada kesalahan atau hal yang tidak berkenan dihati masyarakat.

"Dengan datangnya hari Raya Idul Fitri 1447 H, yang tinggal beberapa hari lagi, saya secara pribadi dan atasnama pemerintahan Desa Tempuran mohon maaf lahir dan batin, apabila selama ini ada salah atau khilaf kepada seluruh warga Desa Tempuran dan umat muslim umumnya." pungkasnya.

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir Batin"

(Gst)

Share:

Rabu, 11 Maret 2026

Buka Puasa Bersama TNI-Polri, Kapolri Tegaskan Sukseskan Program Presiden


Lini Indonesia, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kepada seluruh jajaran TNI-Polri untuk ikut menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo Subianto. 

Hal tersebut ditegaskan Sigit dalam kegiatan buka puasa bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). 

"Dan tentunya TNI-Polri wajib untuk mengawal dan mengamankan program-program tersebut," kata Sigit. 

Sigit menyebut, Presiden Prabowo terus melakukan upaya kuat untuk menciptakan perdamaian dunia ketika terjadinya konflik global dewasa ini. 

"Maka kemudian mau tidak mau Bapak Presiden mencoba untuk masuk di BOP sehingga tetap masih ada kesempatan untuk bicara tentang perdamaian di Timur Tengah dan ini yang sedang beliau lakukan," ujar Sigit. 

Kemudian, kata Sigit, Presiden juga terus berusaha untuk menjaga agar pertumbuhan perekonomian Indonesia tetap terjaga meskipun adanya gejolak global. 

"Sehingga di satu sisi ini tentunya memberikan ruang untuk industri yang ada di Indonesia untuk tetap terus bisa melakukan produksi," ucap Sigit. 

Segala upaya itu, menurut Sigit, bagian dari upaya Pemerintah untuk menjaga agar ekonomi di Indonesia tetap bisa berjalan. Kemudian, lapangan pekerjaan juga terbuka. 

"Beliau juga terus mendorong berbagai macam program, baik itu Asta Cita, program terbaik cepat maupun program-program prioritas nasional, yang diharapkan tentunya program-program ini bisa menggerakkan roda perekonomian, bisa membuka lapangan pekerjaan baru," papar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit memaparkan, Presiden juga terus mendorong berbagai macam program agar Indonesia bisa berdiri di bawah kaki sendiri. Di antara mulai dari ketahanan pangan dan energi. 

"Kita semua kerja keras, utamanya masyarakat dan TNI-Polri sebagai salah satu ujung tombak bagaimana kita terlibat langsung dalam hal menjaga ketahanan pangan, dalam hal menanam padi, dalam hal menanam jagung," ucap Sigit. 

Sementara, Sigit menuturkan, Presiden juga mendorong agar program hilirisasi, MBG yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM. 

"Dan ini bagian dari upaya untuk menumbuhkan ekonomi-ekonomi. Ini adalah program-program ke depan yang tentu terus didorong oleh pemerintah," tutup Sigit.

(Dedy) 

Share: