#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Jumat, 13 Maret 2026

Gerakan Pangan Murah Polri, Polres Pasuruan Berhasil Salurkan 45 Ton Beras Untuk Masyarakat


Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri Serentak melalui bazar atau pasar murah yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (13/3/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Pasuruan dan serentak oleh seluruh Polsek jajaran. ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono, Wakapolres Pasuruan, para Pejabat Utama Polres Pasuruan, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, serta Kepala Bulog Cabang Malang.

Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disediakan adalah beras dengan harga Rp 55.000 per kemasan 5 kilogram.



Kasat Binmas Polres Pasuruan AKP Sunarti menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak oleh Polri bekerja sama dengan Perum Bulog dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya di wilayah Kabupaten Pasuruan, total beras yang berhasil disalurkan kepada masyarakat mencapai 45 ton.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

“Polri hadir untuk membantu masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami berharap kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Harto.

(Dedy) 

Share:

Polres Lumajang Gelar Apel Operasi Ketupat Semeru 2026, 300 Personel Gabungan Siap Amankan Idul Fitri


Lini Indonesia, Lumajang – Kepolisian Resor Lumajang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Alun-Alun Lumajang, Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.H., S.I.K., M.H., serta dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Peserta apel terdiri dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD Lumajang, ORARI, Senkom Mitra Polri, hingga Pramuka Saka Bhayangkara Kwartir Cabang Lumajang.

Dalam amanatnya, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

“Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang,” ujar Alex.

Di wilayah Kabupaten Lumajang sendiri, pengamanan melibatkan sekitar 300 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.

Kapolres menjelaskan, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik keramaian seperti masjid, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, objek wisata, hingga terminal.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Pelayanan yang kami berikan tidak hanya pengamanan, tetapi juga pelayanan informasi terkait perkembangan situasi arus lalu lintas, sehingga masyarakat bisa mengatur perjalanan dengan lebih baik,” jelasnya.



Ia menambahkan, di pos pelayanan juga disiagakan layanan kesehatan dengan ambulans yang siap siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kami juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang akan mudik, serta patroli ke rumah-rumah warga yang ditinggalkan agar tetap aman,” tambah Alex.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti pencurian kendaraan bermotor, premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat juga menjadi perhatian, mengingat adanya prediksi cuaca ekstrem di wilayah Jawa selama periode mudik Lebaran.

Untuk memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan, Kapolres mengimbau agar masyarakat memanfaatkan layanan call center kepolisian di nomor 110.

“Jika pemudik mengalami kesulitan di perjalanan, cukup menghubungi layanan 110. Tim kami akan segera merespons dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan, baik terkait kendaraan, bahan bakar, maupun bantuan lainnya,” tegasnya.

Kapolres juga mengapresiasi sinergitas seluruh stakeholder yang terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri di Kabupaten Lumajang.

“Kami berharap seluruh rangkaian mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Lumajang dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

(Eksan) 

Share:

Kamis, 12 Maret 2026

Mudik Tenang, Polrestabes Surabaya Siapkan Titip Kendaraan Gratis Di 24 Polsek


Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian berupaya memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman. 

Polrestabes Surabaya bersama 24 Polsek jajaran membuka layanan penitipan kendaraan bagi warga yang meninggalkan rumah selama masa mudik.

Program ini digagas langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Luthfi Sulistiawan, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap keamanan kendaraan yang ditinggalkan.

Saat melakukan kunjungan ke Polsek Bubutan, Kapolrestabes Surabaya memastikan kesiapan fasilitas penitipan kendaraan yang akan digunakan masyarakat selama periode mudik.

Di lokasi tersebut, area penitipan diperkirakan mampu menampung sekitar 10 unit kendaraan roda empat dan hingga 100 unit kendaraan roda dua. 

Kapasitas ini disiapkan untuk memberikan alternatif aman bagi warga yang tidak memiliki tempat penyimpanan kendaraan saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.

Menurut Kapolrestabes, program penitipan kendaraan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan selama musim mudik Lebaran yang biasanya diiringi meningkatnya aktivitas masyarakat.

Layanan penitipan kendaraan ini mulai dapat dimanfaatkan masyarakat sejak Jumat, 13 Maret 2026. 

Warga yang hendak menitipkan kendaraan cukup datang ke Polsek terdekat dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Persyaratan yang harus disiapkan relatif sederhana. Masyarakat hanya perlu membawa STNK kendaraan, fotokopi KTP, serta menunjukkan identitas asli saat melakukan proses penitipan.

Petugas kepolisian akan melakukan pencatatan data kendaraan serta pemiliknya guna memastikan keamanan dan ketertiban selama kendaraan berada di lokasi penitipan.

Untuk memastikan kendaraan tetap aman selama dititipkan, seluruh area penitipan telah dilengkapi dengan sistem pengawasan kamera CCTV. 

Pengawasan ini dilakukan secara berkala oleh petugas yang berjaga di masing-masing Polsek.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak mudik. 

Dengan adanya fasilitas ini, warga tidak perlu khawatir meninggalkan kendaraan di rumah dalam waktu lama.

Ia juga menyampaikan bahwa satu keluarga yang memiliki lebih dari satu kendaraan tetap diperbolehkan memanfaatkan fasilitas penitipan selama kapasitas masih tersedia.

Program penitipan kendaraan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan selama musim mudik. Selain patroli rutin di permukiman warga, kepolisian juga memberikan solusi praktis bagi masyarakat agar perjalanan mudik dapat dilakukan dengan lebih tenang.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan pengawasan ketat dari petugas, diharapkan masyarakat Surabaya dapat menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman tanpa dibayangi kekhawatiran akan keamanan kendaraan yang ditinggalkan.

Polrestabes Surabaya pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini sebagai bentuk kolaborasi antara warga dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman selama periode mudik Lebaran.

(Dedy) 

Share:

Polda Jatim Siapkan Buffer Zone Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Saat Nyepi


Lini Indonesia, Surabaya - Penutupan sementara di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi selama 3 hari pada momen hari raya Nyepi di Bali, Polda Jawa Timur menyiapkan kantong parkir sebagai zona penyangga (Buffer Zona) untuk kendaraan yang menunggu dibukanya kembali jalur penyeberangan.

Jalur penyeberangan Ketapang mulai ditutup pada Rabu, (18/3/2026) pukul 17.00 sampai Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto usai memimpin jalannya Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026). 

"Kebijakan penutupan operasional pelabuhan sudah kita siasati melalui rapat koordinasi lintas sektoral beberapa waktu lalu," ujar Irjen Nanang.

Disampaikan oleh Kapolda Jatim, salah satu upayanya yaitu menyiapkan buffer zone berupa rest area dan kantung parkir di dekat akses menuju pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.

Kapolda Jatim menambahkan, terkait dengan adanya penutupan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

"Informasi berupa pembatasan operasional selama tiga momen perayaan Hari Raya Nyepi tersebut terus kita sebarkan ke masyarakat," kata Irjen Nanang.

Ia berharap masyarakat dapat menyiasati waktu perjalanan sehingga tidak sampai terjebak (stuck) karena pembatasan operasional penyeberangan kapal. 

Selain itu, Polda Jatim terus berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di Banyuwangi untuk antisipasi potensi penumpukan kendaraan saat pembatasan operasional telah berakhir.

Polda Jatim juga berkoordinasi dengan ASDP Pelabuhan Ketapang, nantinya untuk mempersiapkan banyak kapal melakukan percepatan angkutan penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk.

"Kami sudah menyiapkan itu sudah kita rapatkan kemarin dengan ASDP sehingga pada saat nanti setelah selesai acara kegiatan untuk pola-pola penyeberangan akan kita atur lebih bagus lagi supaya semuanya bisa lebih lancar," pungkasnya. 

(Dedy) 

Share:

Polda Jatim Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang Selama Operasi Ketupat


Lini Indonesia, Surabaya - Polda Jawa Timur menyampaikan adanya kebijakan pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. 

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah ditetapkan oleh instansi terkait.

SKB Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026; Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026 ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar, dan Kakor Lantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol. Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa pembatasan tersebut tidak berlaku untuk seluruh jenis angkutan barang. 

Beberapa komoditas strategis tetap diperbolehkan beroperasi untuk menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.

“Dalam SKB telah ditetapkan adanya pembatasan untuk angkutan barang,namun demikian tidak semua barang dibatasi, karena ada pengecualian,” ujar Kombes Pol. Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/26).

Ia menyebutkan, sejumlah angkutan yang dikecualikan dari kebijakan pembatasan antara lain kendaraan pengangkut ternak, pupuk, bahan bakar minyak (BBM), kebutuhan penanganan bencana alam, serta bahan pokok dan barang penting (Bapokting).

Kebijakan pembatasan angkutan barang tersebut berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026. 

Adapun kendaraan yang terkena pembatasan meliputi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, termasuk kendaraan dengan kereta tempel maupun gandengan.

“Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan sumbu tiga, kereta tempel, dan kendaraan gandengan yang mengangkut barang di luar kategori pengecualian,” jelasnya.

Meski demikian, Kombes Iwan menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan pelarangan total terhadap aktivitas angkutan barang. 

Pemerintah masih memberikan ruang bagi pelaku industri untuk menyesuaikan pola distribusi logistik selama masa pembatasan berlangsung.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengalihkan moda angkutan dari kendaraan besar menjadi kendaraan dengan kapasitas lebih kecil.

“Ini bukan pelarangan, tetapi pembatasan. Artinya pihak industri masih bisa menempuh cara lain, misalnya mengalihkan angkutannya dari kendaraan sumbu tiga atau lebih menjadi kendaraan sumbu dua dengan kapasitas yang lebih kecil,” terangnya.

Dengan skema tersebut, distribusi logistik tetap dapat berjalan tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran. 

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik. 

(Dedy) 

Share:

Buka Puasa Bersama PB SEMMI, Kapolri Serukan Berjuang Bersama Bangun Bangsa


Lini Indonesia, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk berjuang dan bergerak bersama membangun Bangsa Indonesia. Menurutnya, hal itu bisa terwujud jika seluruh elemen bersinergi dan menjaga nilai persatuan serta kesatuan. 

Hal tersebut digelorakan Sigit saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). 

"Sehingga tentunya ini menjadi kegiatan yang terus mempererat silaturahmi yang ada dan terus bersama-sama kita berjuang bersama-sama mengisi dan membangun bangsa," kata Sigit. 

Sigit menjelaskan, Polri merupakan institusi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Hal itu merupakan amanat dari UUD hingga reformasi. 

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, Polri dan PB SEMMI memiliki kesamaan dalam sebagai anak kandung dari reformasi. "Dan oleh karena itu, tentunya kami akan terus menjalankan apa yang menjadi amanah tersebut," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit mengajak sekaligus menekankan bahwa Polri terus membuka ruang untuk seluruh elemen bangsa menyampaikan saran dan aspirasi untuk kebaikan institusi Korps Bhayangkara ke depannya. 

"Di satu sisi kami juga meminta kepada seluruh teman-teman aktivis dari SEMMI khususnya, dari SI untuk terus ikut menjaga institusi kami. 

Sehingga betul-betul bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan dari suara-suara dan aspirasi masyarakat sipil, suara-suara demokrasi untuk bisa terus mewujudkan menjadi Polri yang bisa menjadi civilian police sesuai dengan harapan masyarakat," ucap Sigit. 

Selain itu, Sigit juga meminta agar terus mendukung dan mengawal segala upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan perdamaian dunia di tengah konflik global yang berlangsung belakangan ini. 

"Pemerintah juga melakukan berbagai macam diplomasi di bidang perdagangan dan juga bagaimana di dalam negeri kita harus bisa terus mendorong agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri," tutur Sigit. 

Demi mewujudkan kemandirian bangsa, Sigit menyatakan, Pemerintah terus mendorong terciptanya ketahanan pangan sampai dengan energi. "Dan tentunya seluruhnya ini bisa kita lakukan kalau kita solid, kita bersatu padu untuk kemudian bergerak bersama," tutur Sigit.

Di sisi lain, Sigit menyinggung terjadinya bonus demografi yang bakal dihadapi. Menurutnya, momentum itu harus dijadikan satu lompatan besar untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan disegani di mata dunia. 

"Dan itu tentunya menjadi harapan kita dan kita titipkan pada para generasi muda untuk terus bisa mempersiapkan diri mengisi pada saatnya nanti menjadi calon-calon pemimpin pada saat Indonesia menjadi Indonesia Emas di tahun 2045," tutup Sigit.

(Dedy) 

Share:

Apel Operasi Ketupat 2026 Di Surabaya, 161 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran


Lini Indonesia, Surabaya - Polrestabes Surabaya bersama unsur lintas sektoral menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pengecekan sarana dan prasarana serta kesiapan personel yang akan diterjunkan selama operasi berlangsung.

Apel yang digelar di Lapangan A Mapolrestabes tersebut dipimpin langsung Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan. 

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa operasi pengamanan Lebaran merupakan agenda nasional yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh pihak.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfi Sulistiawan menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penting yang selalu diiringi dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. 

Tradisi mudik, silaturahmi, hingga aktivitas ekonomi menjadikan periode Lebaran sebagai salah satu pergerakan sosial terbesar setiap tahunnya.

Menurutnya, pemerintah memprediksi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama libur Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang. 

Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang harus diantisipasi melalui pengamanan terpadu.

Ia menegaskan, kehadiran Operasi Ketupat menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi Lebaran dengan aman, nyaman, dan tertib.

“Dalam waktu dekat kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ini merupakan agenda nasional yang sangat penting dan selalu mendorong tingginya mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas mudik serta perputaran ekonomi,” tutur, Kapolrestabes Surabaya pada Kamis (12/03/2026) dalam amanat apel.

Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 13 hari. Operasi ini dimulai pada 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 161.243 personel gabungan diterjunkan di seluruh wilayah Kota Surabaya. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian, TNI, instansi pemerintah, hingga berbagai elemen masyarakat yang turut mendukung kelancaran pengamanan Lebaran.



Kehadiran personel gabungan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengurai kepadatan arus lalu lintas, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama periode mudik dan arus balik.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan operasi, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama terkait pengaturan lalu lintas dan transportasi selama masa mudik Lebaran.

Regulasi tersebut mencakup pengaturan lalu lintas di jalan tol dan arteri, pengoperasian penyeberangan laut, hingga pengaturan kendaraan logistik agar arus perjalanan masyarakat tetap lancar.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik istirahat bagi para pemudik guna mengurangi risiko kelelahan selama perjalanan jauh. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Kapolrestabes Surabaya menekankan bahwa keberhasilan pengamanan Lebaran tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan.

Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.

Pengamanan yang maksimal diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, beribadah, maupun merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan perayaan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebahagiaan.

(Dedy) 

Share: