#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Minggu, 28 Juni 2026

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Panen Raya Terong Tumpang Sari Dukung Swasembada Pangan


Lini Indonesia, Surabaya – Sinergi lintas sektor demi mewujudkan ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak. 

Melalui Polsek Kenjeran, Polri menggandeng Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya dan Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur untuk menggelar panen raya komoditas terong, Minggu (28/6/2026).

Panen raya tersebut memanfaatkan lahan ketahanan pangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang berlokasi di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. 

Menariknya, budidaya terong ini menerapkan teknik tumpang sari, yakni ditanam di antara  tanaman jagung untuk memaksimalkan lahan yang terbatas di kawasan perkotaan.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, sekaligus menyukseskan program Astacita Presiden terkait swasembada pangan.

“Kami tidak hanya memetakan potensi keamanan wilayah, tetapi juga ikut turun ke ladang. Panen terong tumpang sari ini menjadi bukti bahwa optimalisasi lahan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal,” ujar Iptu Suroto.

Keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari pendampingan teknis intensif dari PPL Pertanian Kota Surabaya. 

Para petani Poktan Nandur Makmur dibina mulai dari pemilihan benih, perawatan, hingga penanganan hama, sehingga menghasilkan kualitas terong yang prima meskipun berada di lahan perkotaan.

Iptu Suroto berharap hasil panen ini tidak hanya memperkuat stok pangan lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat urban Surabaya untuk lebih mandiri secara pangan.

“Kami akan terus hadir mendampingi kelompok tani. Sinergi ini adalah modal utama kita menuju target swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Dedy) 

Share:

Polri Gelar Pasar Rakyat Dan Bazar UMKM Serentak Di Lima Wilayah, Semarakkan Hari Bhayangkara Ke-80


Lini Indonesia, Jakarta - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM secara serentak di lima wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (28/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Koordinator Pasar Rakyat Wilayah Jakarta Selatan, Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.I.K., M.M., menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara Polri dengan masyarakat". 

"Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat secara langsung melalui pasar rakyat, bazar UMKM, dan berbagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh keluarga,” ujar Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Di setiap lokasi disiapkan sebanyak 5.000 paket beras premium ukuran 5 kilogram, 5.000 paket gula kemasan 1 kilogram, dan 5.000 paket minyak goreng kemasan 1 liter. 

Dengan lima lokasi penyelenggaraan, secara keseluruhan tersedia 75.000 paket sembako bagi masyarakat.

"Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan pun jauh di bawah harga pasaran". 

"Beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp 50.000 per-paket, gula kemasan 1 kilogram seharga Rp 10.000 per-paket, dan minyak goreng kemasan 1 liter juga seharga Rp 10.000 per-paket". 

Melalui program pasar murah tersebut, Polri berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kebutuhan sehari-hari.

Selain pasar murah, masyarakat juga dapat menikmati Bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai pelaku usaha. 

Kegiatan semakin semarak dengan adanya pembagian makanan dan minuman gratis, aneka suvenir dari Polri, area permainan anak-anak, hingga kegiatan nonton bareng Piala Dunia yang menjadi hiburan bagi seluruh keluarga.

Menurut Kombes Tri Wahyu Budiyanto, penyelenggaraan Pasar Rakyat dan Bazar UMKM tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi semata, melainkan juga menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.

Dengan semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta hadir sebagai institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

(Dedy) 

Share:

Polsek Nongkojajar Dampingi Warga Kembangkan Buncis Untuk Perkuat Ketahanan Pangan Di Tutur


Lini Indonesia, Pasuruan – Bhabinkamtibmas Desa Punging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan pendampingan dan pemantauan tanaman sayuran buncis di lahan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam bidang ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 11.30 WIB di lahan P2B Desa Punging itu dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Punging, AIPDA Daud B. Selain meninjau perkembangan tanaman buncis, petugas juga memberikan pendampingan kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas pangan.

Pendampingan tersebut bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung program pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan dari tingkat desa.

Kapolsek Nongkojajar, AKP Budi Luhur Sedjati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Melalui pendampingan ini kami ingin memotivasi masyarakat agar semakin aktif memanfaatkan lahan untuk menanam komoditas bahan pokok". 

Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kecamatan Tutur. Kami berharap Program Pekarangan Pangan Bergizi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar AKP Budi Luhur Sedjati.

(Dedy) 

Share:

Dari Sulawesi Ke Lumajang : Kombes Arsal Sahban Sosok Yang Tak Pernah Jadi Warga, Tapi Jadi Tokoh Paling Diingat


Lini Indonesia, Lumajang - Komunitas sejarah dan budaya independen Juru Lamadjang merilis daftar nama tokoh berpengaruh di Lumajang pada masanya. Riset opini lintas zaman ini menelusuri nama-nama yang dinilai meninggalkan jejak nyata bagi masyarakat Lumajang, mulai dari era klasik abad ke-13 hingga masa kini.

Dari puluhan nama yang masuk dalam daftar tersebut, satu nama di kategori Era Reformasi hingga Sekarang menarik perhatian, yakni Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mantan Kapolres Lumajang periode 2018–2019.

Menariknya, Arsal Sahban menjadi satu-satunya tokoh dalam daftar tersebut yang bukan warga asli Lumajang. 

Ia berasal dari Kalosi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, namun dinilai meninggalkan pengaruh kuat selama bertugas di Lumajang.



"Juru Lamadjang dan Riset Tokoh Berpengaruh".

Juru Lamadjang merupakan komunitas sejarah dan budaya yang berdiri sekitar tahun 2023. 

Komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya indeks literasi Lumajang di Jawa Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik. 

Nama “Lamadjang” sendiri diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam sejumlah naskah dan prasasti kuno.

Selama ini, Juru Lamadjang aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi sejarah dan budaya, seperti Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, Pameran Arsip dan Fotografi Kuno, serta edukasi digital melalui media sosial Instagram @jurulamadjang dan TikTok @juru.lamadjang. 

Riset tokoh berpengaruh Lumajang ini dilakukan oleh M. Zainul M, Fahmi K, Agil Z dan Perdana Anugrah, bekerja sama dengan Untuk Bangsa Foundation.



"Metodologi Penilaian : Tidak Sekedar Pernah Menjabat'.

Penetapan tokoh berpengaruh dilakukan dengan menggunakan lima indikator penilaian, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan mempengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. 

Tim peneliti tidak hanya melakukan kajian dari dokumen atau catatan sejarah. Mereka juga turun langsung ke sejumlah wilayah di Lumajang sebagai sampel, untuk menggali nama-nama yang benar-benar masih hidup dalam ingatan warga.



Perdana Anugrah, salah satu peneliti sekaligus admin Instagram Juru Lamadjang mengatakan, nama Arsal Sahban muncul secara spontan dalam diskusi dengan warga, khususnya ketika pembicaraan menyentuh soal keamanan. 

“Kami mencoba menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Ketika kami turun ke lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga di beberapa wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” ujar Perdana. 

Menurutnya, warga masih mengingat masa kepemimpinan Arsal Sahban karena merasa lebih aman dan terlindungi “Warga dengan spontan menyebut, enak zamannya Pak Arsal, masyarakat aman dan merasa dilindungi. 

"Bukan semata karena jabatan yang pernah beliau emban, tetapi karena dampak yang ditinggalkan dan masih dirasakan masyarakat hingga hari ini,” lanjutnya.



"Arsal Sahban dan 13 Bulan yang Membekas".

Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang selama sekitar 13 bulan, dari November 2018 hingga Desember 2019. 

Meski masa jabatannya tergolong singkat, pengaruhnya dinilai membekas kuat di tengah masyarakat. 

Salah satu hal yang paling diingat warga adalah upaya penanganan kejahatan jalanan, begal, pencurian ternak, serta aktivitas tambang pasir ilegal.



Saat itu, Arsal membentuk Tim Cobra sebagai satuan tugas khusus yang bergerak cepat dalam merespons berbagai gangguan Kamtibmas.

Langkah tersebut dinilai berhasil menurunkan rasa takut masyarakat terhadap kejahatan atau yang dalam kajian kriminologi dikenal sebagai Fear of Crime.

"Sebelum masa kepemimpinan Arsal, Lumajang kerap dikaitkan dengan stigma sebagai daerah rawan begal". 

Sebagian warga merasa takut keluar malam, sementara pencurian sapi juga menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan dan menjadi momok setiap malam. hampir setiap malam selalu ada yang kehilangan sapi.



Data BPS : "Angka Kejahatan 2019 Terendah".

Dampak terhadap situasi keamanan tidak hanya dirasakan secara subjektif oleh warga. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Lumajang juga mencatat bahwa angka tindak pidana pada 2019 berada pada titik terendah dalam rentang data 2016 hingga 2022.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Lumajang yang diakses melalui www.jatim.bps.go.id, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat sebanyak 312 kasus. 

Angka ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya maupun sesudahnya. Berikut data tindak pidana Kabupaten Lumajang berdasarkan BPS, dengan perbandingan terhadap tahun 2019:

Tahun 2016 : 501 kasus,
Tahun 2017 : 549 kasus,
Tahun 2018 : 676 kasus,
Tahun 2019 : 312 kasus ( masa jabatan M. Arsal Sahban),
Tahun 2020 : 356 kasus, naik 14,1 persen dari 2019,
Tahun 2021 : 589 kasus, naik 88,8 persen dari 2019,
Tahun 2022 : 1.378 kasus, naik 341,6 persen dari 2019,

Tahun 2023 : 1.402 kasus, (naik 4,5 kali lipat dibanding 2019),
Tahun 2024 : 1.194 kasus, (naik 3,8 kali lipat dibanding 2019).

"Dengan demikian, angka tindak pidana pada 2019 turun hampir 54 persen dibandingkan tahun 2018".



"Setelah Arsal Sahban meninggalkan Lumajang, angka kriminalitas kembali meningkat. Pada tahun 2022, 2023 dan 2024, jumlah tindak pidana bahkan mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan 2019". 

Data tersebut memperkuat kesan bahwa rasa aman yang diingat masyarakat bukan sekadar nostalgia, melainkan memiliki pijakan pada data resmi.



"Respons Warga di Media Sosial".

Daftar tokoh berpengaruh yang dipublikasikan Juru Lamadjang melalui Instagram juga mendapat respons dari warganet. 

Sejumlah akun menyampaikan apresiasi dan kenangan mereka terhadap sosok Arsal Sahban. Akun @rozyeee_ menulis, “@arsalsahban panutan”. 

Sementara akun @denny_andirunisa menulis, “Pak Arshal kangenn”. Akun lain, @mochasoleh, menyebut, “@arsalsahban termasuk salah satu tokoh Lumajang”. 

Arsal Sahban sendiri merespons unggahan tersebut dengan singkat dan rendah hati. “Terima kasih ya. Kami masih diingat oleh warga Lumajang,” tulisnya.



"Pernyataan Arsal Sahban".

Menanggapi namanya yang masuk dalam daftar tokoh berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada masyarakat Lumajang. 

“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang". 

Ini adalah pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan yang melampaui waktu. 

Lumajang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya,” ujar Arsal yang Saat ini mendapat promosi jabatan sebagai Kasubdit II /Perbankan pada Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

Saat ini Arsal juga tercatat sebagai salah satu dari tiga besar kandidat Polisi Berintegritas dalam Hoegeng Awards 2026.



"Daftar Tokoh Berpengaruh Era Reformasi".

Dalam risetnya, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh Lumajang ke dalam lima era, yaitu Era Klasik 1255–1600-an, Era VOC dan Kolonialisme 1700-an–1945, Era Kemerdekaan hingga Orde Lama 1945–1966, Era Orde Baru 1966–1998, serta Era Reformasi hingga Sekarang 1998–kini.

Berikut daftar tokoh berpengaruh Lumajang pada Era Reformasi hingga Sekarang versi Juru Lamadjang :

1. A. Fauzi : Bupati Lumajang 1998–2008.

2. Sjahrazad Masdar : Bupati Lumajang 2008–2015.

3. Thoriqul Haq : Bupati Lumajang 2018–2023.

4. Indah Amperawati : Bupati Lumajang 2025–sekarang.

5. Agus Yudha Wicaksono : Politisi.

6. Umar Bashor : Politisi.

7. H. Rofik : Politisi.

8. Anang Ahmad : Politisi.

9. Arsal Sahban : Kapolres Lumajang 2018–2019.

10. Kaji Sing : Pengusaha Kayu Lumajang

11. Setiadi L. Halim : Pengusaha Pasir Lumajang.

12. Dandhy D. Laksono : Jurnalis, Penulis, dan Aktivis.

13. Habib Alwi Almuhdor : Ulama dan Tokoh Masyarakat.

14. Wira Dharma : Tokoh Hindu.

Masuknya nama Arsal Sahban dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa pengaruh seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh asal-usul daerah atau lamanya masa jabatan. Dalam kasus Lumajang, jejak pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat justru menjadi alasan utama namanya tetap dikenang.

Untuk mengikuti riset dan kegiatan Juru Lamadjang, masyarakat dapat mengakses akun Instagram @jurulamadjang.

(Dedy) 


Share:

Komunitas Juru Lamadjang Rilis Tokoh Berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban Masuk Meski Bukan Warga Asli


Lini Indonesia, Lumajang - Komunitas sejarah dan budaya independen Juru Lamadjang merilis daftar nama tokoh berpengaruh di Lumajang pada masanya. Riset opini lintas zaman ini menelusuri nama-nama yang dinilai meninggalkan jejak nyata bagi masyarakat Lumajang, mulai dari era klasik abad ke-13 hingga masa kini.

Dari puluhan nama yang masuk dalam daftar tersebut, satu nama di kategori Era Reformasi hingga Sekarang menarik perhatian, yakni Kombes Pol. Dr. Muhammad Arsal Sahban, S.H., S.I.K., M.H., M.M., mantan Kapolres Lumajang periode 2018–2019.

Menariknya, Arsal Sahban menjadi satu-satunya tokoh dalam daftar tersebut yang bukan warga asli Lumajang. 

Ia berasal dari Kalosi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, namun dinilai meninggalkan pengaruh kuat selama bertugas di Lumajang.



"Juru Lamadjang dan Riset Tokoh Berpengaruh".

Juru Lamadjang merupakan komunitas sejarah dan budaya yang berdiri sekitar tahun 2023. 

Komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya indeks literasi Lumajang di Jawa Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik. 

Nama “Lamadjang” sendiri diambil dari nama kuno Kabupaten Lumajang yang tercatat dalam sejumlah naskah dan prasasti kuno.

Selama ini, Juru Lamadjang aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi sejarah dan budaya, seperti Jagongan Sejarah, Lamadjang Walking Tour, Pameran Arsip dan Fotografi Kuno, serta edukasi digital melalui media sosial Instagram @jurulamadjang dan TikTok @juru.lamadjang. 

Riset tokoh berpengaruh Lumajang ini dilakukan oleh M. Zainul M, Fahmi K, Agil Z dan Perdana Anugrah, bekerja sama dengan Untuk Bangsa Foundation.



"Metodologi Penilaian : Tidak Sekedar Pernah Menjabat'.

Penetapan tokoh berpengaruh dilakukan dengan menggunakan lima indikator penilaian, yakni rekam jejak pengabdian, kredibilitas, jaringan sosial, kemampuan mempengaruhi opini publik, serta dampak nyata yang masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. 

Tim peneliti tidak hanya melakukan kajian dari dokumen atau catatan sejarah. Mereka juga turun langsung ke sejumlah wilayah di Lumajang sebagai sampel, untuk menggali nama-nama yang benar-benar masih hidup dalam ingatan warga.



Perdana Anugrah, salah satu peneliti sekaligus admin Instagram Juru Lamadjang mengatakan, nama Arsal Sahban muncul secara spontan dalam diskusi dengan warga, khususnya ketika pembicaraan menyentuh soal keamanan. 

“Kami mencoba menggunakan ukuran penilaian yang seobjektif mungkin. Ketika kami turun ke lapangan dan berdiskusi langsung dengan warga di beberapa wilayah sampel, nama Bapak Arsal Sahban muncul begitu saja, terutama saat pembicaraan menyentuh soal keamanan,” ujar Perdana. 

Menurutnya, warga masih mengingat masa kepemimpinan Arsal Sahban karena merasa lebih aman dan terlindungi “Warga dengan spontan menyebut, enak zamannya Pak Arsal, masyarakat aman dan merasa dilindungi. 

"Bukan semata karena jabatan yang pernah beliau emban, tetapi karena dampak yang ditinggalkan dan masih dirasakan masyarakat hingga hari ini,” lanjutnya.



"Arsal Sahban dan 13 Bulan yang Membekas".

Arsal Sahban menjabat sebagai Kapolres Lumajang selama sekitar 13 bulan, dari November 2018 hingga Desember 2019. 

Meski masa jabatannya tergolong singkat, pengaruhnya dinilai membekas kuat di tengah masyarakat. 

Salah satu hal yang paling diingat warga adalah upaya penanganan kejahatan jalanan, begal, pencurian ternak, serta aktivitas tambang pasir ilegal.



Saat itu, Arsal membentuk Tim Cobra sebagai satuan tugas khusus yang bergerak cepat dalam merespons berbagai gangguan Kamtibmas.

Langkah tersebut dinilai berhasil menurunkan rasa takut masyarakat terhadap kejahatan atau yang dalam kajian kriminologi dikenal sebagai Fear of Crime.

"Sebelum masa kepemimpinan Arsal, Lumajang kerap dikaitkan dengan stigma sebagai daerah rawan begal". 

Sebagian warga merasa takut keluar malam, sementara pencurian sapi juga menjadi salah satu persoalan yang banyak dikeluhkan dan menjadi momok setiap malam. hampir setiap malam selalu ada yang kehilangan sapi.



Data BPS : "Angka Kejahatan 2019 Terendah".

Dampak terhadap situasi keamanan tidak hanya dirasakan secara subjektif oleh warga. Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Lumajang juga mencatat bahwa angka tindak pidana pada 2019 berada pada titik terendah dalam rentang data 2016 hingga 2022.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Lumajang yang diakses melalui www.jatim.bps.go.id, jumlah tindak pidana pada 2019 tercatat sebanyak 312 kasus. 

Angka ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya maupun sesudahnya. Berikut data tindak pidana Kabupaten Lumajang berdasarkan BPS, dengan perbandingan terhadap tahun 2019:

Tahun 2016 : 501 kasus,
Tahun 2017 : 549 kasus,
Tahun 2018 : 676 kasus,
Tahun 2019 : 312 kasus ( masa jabatan M. Arsal Sahban),
Tahun 2020 : 356 kasus, naik 14,1 persen dari 2019,
Tahun 2021 : 589 kasus, naik 88,8 persen dari 2019,
Tahun 2022 : 1.378 kasus, naik 341,6 persen dari 2019,

Tahun 2023 : 1.402 kasus, (naik 4,5 kali lipat dibanding 2019),
Tahun 2024 : 1.194 kasus, (naik 3,8 kali lipat dibanding 2019).

"Dengan demikian, angka tindak pidana pada 2019 turun hampir 54 persen dibandingkan tahun 2018".



"Setelah Arsal Sahban meninggalkan Lumajang, angka kriminalitas kembali meningkat. Pada tahun 2022, 2023 dan 2024, jumlah tindak pidana bahkan mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan 2019". 

Data tersebut memperkuat kesan bahwa rasa aman yang diingat masyarakat bukan sekadar nostalgia, melainkan memiliki pijakan pada data resmi.



"Respons Warga di Media Sosial".

Daftar tokoh berpengaruh yang dipublikasikan Juru Lamadjang melalui Instagram juga mendapat respons dari warganet. 

Sejumlah akun menyampaikan apresiasi dan kenangan mereka terhadap sosok Arsal Sahban. Akun @rozyeee_ menulis, “@arsalsahban panutan”. 

Sementara akun @denny_andirunisa menulis, “Pak Arshal kangenn”. Akun lain, @mochasoleh, menyebut, “@arsalsahban termasuk salah satu tokoh Lumajang”. 

Arsal Sahban sendiri merespons unggahan tersebut dengan singkat dan rendah hati. “Terima kasih ya. Kami masih diingat oleh warga Lumajang,” tulisnya.



"Pernyataan Arsal Sahban".

Menanggapi namanya yang masuk dalam daftar tokoh berpengaruh Lumajang, Arsal Sahban menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada masyarakat Lumajang. 

“Saya merasa sangat terhormat bisa dianggap sebagai bagian dari tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Lumajang". 

Ini adalah pengingat bahwa apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, betapapun singkatnya, bisa meninggalkan kesan yang melampaui waktu. 

Lumajang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya,” ujar Arsal yang Saat ini mendapat promosi jabatan sebagai Kasubdit II /Perbankan pada Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri. 

Saat ini Arsal juga tercatat sebagai salah satu dari tiga besar kandidat Polisi Berintegritas dalam Hoegeng Awards 2026.



"Daftar Tokoh Berpengaruh Era Reformasi".

Dalam risetnya, Juru Lamadjang membagi tokoh berpengaruh Lumajang ke dalam lima era, yaitu Era Klasik 1255–1600-an, Era VOC dan Kolonialisme 1700-an–1945, Era Kemerdekaan hingga Orde Lama 1945–1966, Era Orde Baru 1966–1998, serta Era Reformasi hingga Sekarang 1998–kini.



Berikut daftar tokoh berpengaruh Lumajang pada Era Reformasi hingga Sekarang versi Juru Lamadjang :

1. A. Fauzi : Bupati Lumajang 1998–2008.

2. Sjahrazad Masdar : Bupati Lumajang 2008–2015.

3. Thoriqul Haq : Bupati Lumajang 2018–2023.

4. Indah Amperawati : Bupati Lumajang 2025–sekarang.

5. Agus Yudha Wicaksono : Politisi.

6. Umar Bashor : Politisi.

7. H. Rofik : Politisi.

8. Anang Ahmad : Politisi.

9. Arsal Sahban : Kapolres Lumajang 2018–2019.

10. Kaji Sing : Pengusaha Kayu Lumajang

11. Setiadi L. Halim : Pengusaha Pasir Lumajang.

12. Dandhy D. Laksono : Jurnalis, Penulis, dan Aktivis.

13. Habib Alwi Almuhdor : Ulama dan Tokoh Masyarakat.

14. Wira Dharma : Tokoh Hindu.

Masuknya nama Arsal Sahban dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa pengaruh seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh asal-usul daerah atau lamanya masa jabatan. Dalam kasus Lumajang, jejak pengabdian yang dirasakan langsung oleh masyarakat justru menjadi alasan utama namanya tetap dikenang.

Untuk mengikuti riset dan kegiatan Juru Lamadjang, masyarakat dapat mengakses akun Instagram @jurulamadjang.

(Dedy) 

Share:

Sabtu, 27 Juni 2026

Haidar Alwi : Kepercayaan Publik Berdasarkan Survei Litbang Kompas Jadi Hadiah Terbaik bagi Polri Di Hari Bhayangkara


Lini Indonesia, Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 9–18 April 2026 menunjukkan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Survei yang melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi itu mencatat sebanyak 82,4 persen masyarakat meyakini kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen.

Selain tingkat keyakinan publik yang meningkat, survei tersebut juga menunjukkan citra kelembagaan Polri naik menjadi 71,5 persen. 

Indeks profesionalitas pelayanan turut mengalami peningkatan dari 7,76 menjadi 8,37, sementara 80 persen responden menilai fasilitas pelayanan di kantor polisi kini semakin nyaman.

Menanggapi hasil survei tersebut, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Ir. R. Haidar Alwi, MT, menyebut capaian tersebut sebagai hadiah paling berharga bagi Polri menjelang peringatan Hari Bhayangkara 2026. 

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan bentuk pengakuan yang lahir dari pengalaman nyata masyarakat dalam menerima pelayanan kepolisian.

“Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat keyakinan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen merupakan kabar yang sangat menggembirakan.” Kata Haidar. 

Ia menilai hasil yang direkam Litbang Kompas menunjukkan bahwa proses transformasi di tubuh Polri berjalan ke arah yang positif. 

Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik tidak terlepas dari kepemimpinan yang mampu mendorong perubahan secara menyeluruh, baik melalui reformasi pelayanan maupun penguatan budaya kerja yang semakin profesional.

Haidar Alwi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas capaian tersebut. 

Ia menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit berhasil membawa Polri menjadi institusi yang semakin modern, humanis, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, meningkatnya keyakinan publik menjadi 82,4 persen, naiknya citra kelembagaan menjadi 71,5 persen, serta bertambahnya indeks profesionalitas pelayanan merupakan bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya terlihat pada aspek kebijakan, tetapi juga telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menambahkan, modal kepercayaan publik yang semakin kuat menjadi fondasi penting bagi Polri untuk terus memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas nasional sebagai salah satu prasyarat utama pembangunan Indonesia.

“Semoga Polri terus menjadi institusi yang dicintai rakyat, profesional dalam bertugas, dan semakin kokoh mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan maju,” pungkas Haidar Alwi.

(Dedy) 

Share:

Rano Alfath : Peningkatan Kepercayaan Publik Jadi Modal Polri Perkuat Profesionalisme Dan Reformasi


Lini Indonesia, Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath, memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri sebagaimana tergambar dalam hasil Survei Litbang Kompas. 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan positif dalam berbagai aspek pelayanan dan penegakan hukum yang dilakukan institusi kepolisian.

Rano menilai kepercayaan publik tumbuh karena adanya perbaikan yang dirasakan secara langsung, mulai dari pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum, kehadiran aparat di lapangan, hingga komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Capaian ini patut diapresiasi. Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui narasi, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata yang konsisten. 

"Ketika masyarakat mulai merasakan perubahan dalam pelayanan, penegakan hukum, dan kehadiran negara melalui Polri, maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Rano kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Lebih lanjut, Rano menyebut Komisi III DPR RI mencermati sejumlah langkah yang telah dilakukan Polri, di antaranya pemberantasan judi online, penanganan tindak pidana siber, pemberantasan peredaran narkotika, penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga penguatan pelayanan publik berbasis digital. 

Menurutnya, berbagai upaya tersebut perlu terus diiringi dengan komitmen menjaga integritas institusi.

“Ketegasan terhadap oknum merupakan pesan yang sangat penting bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan di tubuh Polri". 

Justru keberanian melakukan penindakan terhadap anggota sendiri menjadi bagian dari upaya membangun institusi yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat. Akuntabilitas adalah fondasi utama penegakan hukum,” katanya.

Ia juga menilai pengesahan perubahan Undang-undang tentang Polri menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan kepolisian dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang. 

Menurutnya, penguatan regulasi harus dibarengi dengan meningkatnya tanggung jawab kepada masyarakat.

“Penguatan kelembagaan harus dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kepada masyarakat. Semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tuntutan untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas. 

Kepercayaan publik merupakan modal terbesar Polri yang harus dijaga melalui konsistensi reformasi dan pelayanan yang semakin berkualitas,” katanya.

Rano menegaskan, Komisi III DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap upaya penguatan institusi kepolisian. Ia berharap tren positif berupa meningkatnya kepercayaan publik tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan melalui kinerja yang semakin baik.

“Ke depan, saya berharap tren positif ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan". 

"Polri harus semakin hadir sebagai institusi penegak hukum yang profesional, presisi, humanis, responsif, serta mampu memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

(Dedy) 

Share: