#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Minggu, 19 Juli 2026

GASPOL 2026 Ajak Pelajar Surabaya Tunjukkan Prestasi, Raih Penghargaan Dan Siapkan Masa Depan


Lini Indonesia, Surabaya – Hari Anak Nasional 2026 akan menjadi momentum istimewa bagi pelajar dan generasi muda Surabaya. 

Yayasan Jawapes Indonesia Emas menggandeng Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.

Menghadirkan GASPOL 2026 (Gerakan Apresiasi Surabaya Prestasi, Orientasi Lokal) yang digelar pada 24–26 Juli 2026 di Balai Kota Taman Surya Surabaya.

Rencana dukungan Disbudporapar Kota Surabaya mencakup penerbitan sertifikat dan piala bagi para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi prestasi pelajar sekaligus memperkuat pelestarian seni dan budaya Kota Surabaya.

Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto ST, CPLA, mengatakan GASPOL 2026 bukan sekadar festival, tetapi gerakan untuk mencetak generasi Surabaya yang kreatif, berprestasi, berbudaya, dan siap menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

"Kami mengajak seluruh PAUD, TK, SD, dan SMP di Surabaya untuk ikut berkompetisi. Lomba mewarnai, menggambar, dan menulis cerita dipilih karena mampu mengasah kreativitas, imajinasi, karakter, serta budaya literasi sejak dini". 

"Setiap peserta berkesempatan meraih sertifikat dan piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya," ujar Rizal.

Ia menambahkan, pendaftaran dibuat semudah mungkin dan gratis. Peserta cukup memindai (scan) barcode pada seluruh media publikasi GASPOL 2026 untuk mendaftar secara online dengan proses yang cepat, mudah, dan transparan.

Koordinator Lomba GASPOL 2026, Moh Makrus Sahlan, mengajak seluruh sekolah, guru, orang tua, dan pelajar untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.

"Ini bukan sekadar lomba, tetapi panggung bagi anak-anak Surabaya untuk menunjukkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, dan meraih prestasi. Kami berharap setiap sekolah mengirimkan peserta terbaiknya karena kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari," katanya.

Tidak hanya lomba, GASPOL 2026 juga menghadirkan Festival Seni Budaya, Workshop Bursa Kerja Arek Suroboyo, Kampung Jajanan Arek Suroboyo, serta Balai Layanan Warga.

Selain itu menyediakan pelatihan kerja gratis, informasi magang, pengurusan perizinan usaha gratis, fasilitasi sertifikasi halal, pendampingan UMKM, hingga talkshow inspiratif bertema "Bagaimana Menjadi Pengusaha Tanpa Modal Uang" yang membuka wawasan dan peluang usaha bagi generasi muda.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, GASPOL 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan Kota Surabaya. 

Tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka peluang kerja, melahirkan wirausaha baru, melestarikan budaya, dan mencetak generasi Surabaya yang berprestasi, berbudaya, serta berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Ayo daftar sekarang, tunjukkan bakatmu, raih prestasimu, dan jadilah bagian dari GASPOL 2026! 

(Dedy)

Share:

Polresta Sumenep Luncurkan "Halo Kapolresta" Layanan Cepat Dekat Masyarakat


Lini Indonesia, Sumenep - Polresta Sumenep Polda Jatim secara resmi meluncurkan layanan "Halo Kaolresta,"  melalui  sambungan selular di nomor 0817-6767-110.

Kapolresta Sumenep Kombes  Pol. Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, "Halo Kapolresta," adalah sebuah inovasi pelayanan publik yang bertujuan memperkuat komunikasi dan mempercepat penyampaian informasi.

Selain itu melalui layanan "Halo Kapolresta," juga membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, laporan, saran, maupun informasi terkait situasi Kamtibmas secara langsung kepada Polresta Sumenep Polda Jatim.

Kehadiran layanan "Halo Kapolresta," ini merupakan komitmen Polresta Sumenep Polda Jatim dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat," ujar Kombes Ariek saat memimpin patroli KRYD, Sabtu malam (18/7/2026).

Kombes Ariek mengajak seluruh warga Kabupaten Sumenep untuk tidak ragu menyampaikan informasi, pengaduan maupun masukan terkait situasi kamtibmas. 

"Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan bertanggung jawab," tegas Kombes Ariek.

Menurut Kombes Ariek, keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui sinergi antara Polri dan masyarakat.

Ia berharap layanan tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, sehingga tercipta situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

Kombes Ariek juga menegaskan, melalui pelaksanaan KRYD yang dilaksanakan secara berkesinambungan serta didukung inovasi pelayanan publik seperti "Halo Kapolresta". 

Polresta Sumenep Polda jatim berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.

(Dedy) 

Share:

Polres Batu Ungkap Pencurian Di Gudang Distributor Makanan, Pria Asal Gresik Diamankan


Lini Indonesia, Batu - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar Gudang Indomarco Adi Prima di Jalan Suropati, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. 

Dari hasil ungkap kasus tersebut, Polisi mengamankan tersangka seorang pria berinisial NWN (27), warga Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin mengatakan, peristiwa pembobolan ini pertama kali diketahui oleh salah satu karyawan mendapati kejanggalan pada pintu gerbang utama pada Senin (6/7/2026) pukul 07.30 WIB. 

"Karyawan curiga gembok yang biasanya mengunci rapat gerbang gudang tersebut sudah raib dan setelah masuk untuk memeriksa area dalam gudang,ratusan karton barang inventaris gudang telah hilang," terang AKP Zaenal, Sabtu (18/7/2026).

Akibat pencurian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 16.593.795,- (enam belas juta lima ratus sembilan puluh tiga ribu tujuh ratus sembilan puluh lima rupiah).

Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, pelaku melancarkan aksinya pada malam hari dengan memanfaatkan situasi gudang yang sepi.

"Pelaku masuk ke area gudang dengan cara merusak gembok pagar dan pintu gudang menggunakan alat bantu berupa obeng," jelas AKP Zaenal Arifin.

Setelah berhasil menjebol akses masuk, pelaku menguras isi gudang. Menariknya, untuk membawa kabur barang jarahan yang cukup banyak tersebut, pelaku menggunakan taktik khusus.

"Untuk mengangkut barang-barang hasil curian tersebut dari lokasi kejadian, pelaku sengaja memanfaatkan jasa ekspedisi guna mengelabui petugas, sebelum akhirnya barang-barang itu dijual kembali," tambah Kasat Reskrim.

Selain mengamankan tersangka NWN yang berstatus sebagai karyawan swasta, penyidik Satreskrim Polres Batu juga menyita sejumlah barang bukti guna memperkuat proses hukum. 

Barang bukti tersebut di antaranya Pecahan gembok/kunci gudang yang dirusak pelaku,1 (satu) unit mobil Daihatsu Grandmax model Delivery Van warna putih tahun 2015 yang digunakan sebagai sarana untuk mengangkut barang hasil kejahatan dan (satu) unit handphone milik tersangka.

Saat ini, tersangka NWN beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Batu guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan.

(Dedy) 

Share:

Gelar Wayang Cangkrukan, Polres Kediri Kota Edukasi Kamtibmas Lewat Seni Budaya


Lini Indonesia, Kediri Kota - Polres Kediri Kota Polda Jatim terus berinovasi dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. 

Salah satunya melalui Wayang Cangkrukan, sebuah pertunjukan seni budaya yang dikemas sebagai media penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kali ini Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Kota, Jalan A. Yani, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri pada Jumat malam (17/7/2026) mengusung lakon "Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok".

Lakon tersebut mengandung filosofi bahwa kepedulian dan kebersamaan antarwarga merupakan benteng terkuat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Dalam pagelaran wayang yang dibawakan Ki Dalang Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos yang juga sebagai Kapolsek Kota Kediri tersebut, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan, tetapi juga diajak berdialog tentang pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial sebagai fondasi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

"Melalui Wayang Cangkrukan ini kita bisa saling bertukar informasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas". 

"Harapannya, kita bersama-sama mewujudkan Kediri yang mapan, Kediri yang ngangeni, aman, dan kondusif," ujar Kompol Bowo.

Ia menjelaskan, filosofi "Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok" mengajarkan bahwa hubungan baik antartetangga, budaya saling membantu, serta kepedulian terhadap sesama jauh lebih kuat dibandingkan sekadar pembatas fisik. 

Menurutnya, lingkungan yang dihuni masyarakat yang guyub dan rukun akan lebih tangguh dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

Pesan tersebut diperkuat melalui lakon wayang yang menggambarkan kehidupan dua kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi berbeda. 

Alur cerita memperlihatkan bagaimana himpitan ekonomi dapat mendorong seseorang melakukan pelanggaran hukum. 

Namun berkat kesigapan Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta tumbuhnya kepedulian dari warga yang lebih mampu untuk berbagi, konflik dapat diselesaikan tanpa menimbulkan perpecahan.

Kompol Bowo menuturkan, pemanfaatan seni wayang merupakan bagian dari pendekatan art policing, yakni strategi pemolisian yang mengedepankan seni dan budaya sebagai media edukasi serta komunikasi dengan masyarakat.

"Polri hadir untuk masyarakat. Kami ingin lebih dekat dengan warga melalui pendekatan budaya sehingga pesan-pesan Kamtibmas dapat diterima dengan lebih mudah, sekaligus ikut melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas Kota Kediri,"terang Kompol Bowo.

Melalui kegiatan ini, Polres Kediri Kota berharap sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. 

Dengan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan komunikasi yang baik, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat.

Acara tersebut dihadiri Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kabag SDM Polres Kediri Kota, Kasat Binmas Polres Kediri Kota, Kasat Lantas Polres Kediri Kota, Camat Kota, Batuud Koramil 0809/01, para kepala kelurahan Se-kecamatan Kota, Babinsa dan Bhabin Kamtibmas, perwakilan Ketua RT/RW, Ketua LPMK, Karang Taruna, Koordinator Linmas, serta tokoh masyarakat.

(Dedy) 

Share:

Sabtu, 18 Juli 2026

Polsek Karangpilang Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif melalui Peternakan, Budidaya Ikan, Dan Hidroponik


Lini Indonesia, Surabaya – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui kolaborasi dan pemanfaatan lahan secara produktif. 

Salah satunya terlihat di LKSA atau Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang, Surabaya, yang mengembangkan berbagai kegiatan pangan mandiri dengan dukungan Polsek Karangpilang, Polrestabes Surabaya.

Kapolsek Karangpilang Kompol Mochmad Su’ud, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangpilang melaksanakan kegiatan sambang ke LKSA atau Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang pada Jum'at, 17 Juli 2026.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan. 

Pemanfaatan lahan yang tersedia diarahkan agar memiliki nilai produktif dan mampu mendukung kemandirian pangan di lingkungan panti asuhan.

Dalam kunjungan tersebut, Polsek Karangpilang melihat secara langsung sejumlah kegiatan produktif yang dikembangkan di lingkungan LKSA atau Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang.

Beberapa di antaranya meliputi peternakan ayam petelur, budidaya ikan, serta pengembangan tanaman hidroponik. Selain sayuran, panti asuhan tersebut juga memanfaatkan lahan untuk membudidayakan tanaman melon.

Pengembangan berbagai sektor tersebut menjadi contoh bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian.

Kapolsek Karangpilang Kompol Mochmad Su’ud menyampaikan bahwa kegiatan sambang tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan. 

Menurutnya, pemberdayaan lahan secara produktif dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ketahanan pangan dapat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten". 

"Pemanfaatan lahan untuk peternakan, budidaya ikan, serta tanaman pangan menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian dan produktivitas masyarakat,” ujarnya, pada Sabtu (18/7).

Kegiatan yang dilakukan Polsek Karangpilang tersebut juga menunjukkan peran kepolisian dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. 

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen.

Di lingkungan panti asuhan, pengembangan ketahanan pangan memiliki nilai strategis. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan bagi anak-anak yang berada di bawah pengasuhan lembaga.

Melalui pengelolaan peternakan ayam petelur, budidaya ikan, hingga hidroponik sayuran dan melon, LKSA atau Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang terus didorong untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara kepolisian, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat. 

Dengan semangat kebersamaan, ketahanan pangan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.

Pengembangan ketahanan pangan di Panti Asuhan Muhammadiyah Karangpilang menjadi gambaran bahwa kemandirian dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan memanfaatkan lahan secara optimal, berbagai kegiatan sederhana dapat berkembang menjadi sumber produktivitas dan manfaat bagi masyarakat.

Polsek Karangpilang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

(Dedy) 

Share:

Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polisi Di Rembang Dampingi Budidaya Lele Warga


Lini Indonesia, Pasuruan – Tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga hadir mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan warga. 

Seperti yang dilakukan personel Polsek Rembang dengan mendampingi budidaya pembesaran ikan lele milik masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jum'at (17/7/2026).

Pendampingan dilakukan Kanit Binmas Polsek Rembang Aiptu Rizal Chairul Kalam melalui kegiatan pemantauan budidaya pembesaran ikan lele milik warga. 

Kegiatan ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan melalui Program 1 yang dilaksanakan di wilayah non-desa percontohan.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Rizal Chairul Kalam tidak hanya memantau kondisi kolam dan perkembangan ikan, tetapi juga berdialog dengan pemilik usaha mengenai proses pemeliharaan, pemberian pakan, hingga kendala yang dihadapi selama budidaya. 

Kehadiran polisi diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal di tingkat masyarakat.

Kapolsek Rembang AKP Supriyanto, S.H., mengatakan pendampingan terhadap masyarakat merupakan salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah sekaligus mempererat kemitraan dengan warga.

"Kehadiran anggota kami di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif, tetapi juga mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat". 

"Kami berharap budidaya lele ini terus berkembang sehingga dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga," ujar AKP Supriyanto.

Berdasarkan hasil pemantauan, budidaya pembesaran ikan lele di Desa Pejangkungan menunjukkan perkembangan yang baik. Pertumbuhan ikan terpantau sehat dan sesuai dengan usia pemeliharaan sehingga berpotensi memberikan hasil panen yang optimal.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Polsek Rembang menegaskan akan terus mendukung berbagai program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada masyarakat, baik di sektor perikanan maupun pertanian, sebagai wujud nyata kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan masyarakat.

(Dedy) 

Share:

Polres Pasuruan Jalankan Ketahanan Pangan Tanpa Mengurangi Tugas Penegakan Hukum


Lini Indonesia, Pasuruan – Anggapan bahwa Polres Pasuruan lebih sibuk mengurus sektor pertanian dibanding menjaga keamanan masyarakat tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan dari unggahan media sebelumnya. 

Program pendampingan ketahanan pangan yang dilaksanakan jajaran Polres Pasuruan merupakan implementasi kebijakan nasional dan hanya menjadi salah satu tugas yang dijalankan secara berdampingan dengan tugas pokok kepolisian.

Sebagai institusi yang memiliki fungsi melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum, Polres Pasuruan tetap menempatkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) sebagai prioritas utama. 

Seluruh kegiatan pengamanan, patroli, penegakan hukum, pengungkapan tindak pidana, hingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal tanpa dikurangi oleh pelaksanaan program ketahanan panganunkap kasi humas Iptu Joko suseno, S.H.,

Selama ini Polres Pasuruan terus melaksanakan patroli rutin siang dan malam, Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), pengamanan objek vital, penindakan terhadap pelaku kriminalitas, pemberantasan peredaran narkoba, balap liar, premanisme, perjudian, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya. 

Berbagai pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan menjadi bukti bahwa fungsi penegakan hukum tetap berjalan maksimal.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat maupun Polda Jawa Timur melalui berbagai penghargaan dan penilaian atas kinerja Polres Pasuruan. 

Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemerintah di bidang ketahanan pangan tidak mengurangi profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas utamanya.

Publikasi mengenai pendampingan ketahanan pangan memang cukup banyak karena program tersebut merupakan kebijakan nasional yang melibatkan seluruh jajaran Polri sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia. 

Kehadiran anggota Polri di lahan pertanian bukan berarti meninggalkan tugas menjaga keamanan, melainkan bentuk sinergi bersama masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Perlu dipahami bahwa setiap personel memiliki pembagian tugas sesuai fungsi masing-masing. 

Saat Bhabin Kamtibmas melakukan pendampingan kepada petani, personel fungsi operasional lainnya tetap melaksanakan patroli, penyelidikan, penyidikan, pengamanan, serta pelayanan kepolisian selama 24 jam.

Polres Pasuruan juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih berimbang mengenai seluruh pelaksanaan tugas kepolisian, baik dalam bidang pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, pelayanan masyarakat, maupun dukungan terhadap program strategis pemerintah.

Dengan demikian, tidak tepat apabila kegiatan ketahanan pangan dipersepsikan sebagai pengganti tugas utama kepolisian. 

Justru Polres Pasuruan membuktikan bahwa mendukung program pemerintah dan menjaga keamanan masyarakat dapat dilaksanakan secara bersamaan, profesional, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Pasuruan yang aman, tertib, serta sejahtera Ungkap, Iptu Joko Suseno Kasi Humaa Polres Pasuruan.

(Dedy) 

Share: