#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Kamis, 27 Agustus 2026

Polres Mojokerto Kota Bekali Driver Ojek Online Keterampilan PPGD Untuk Penyelamat Di Jalan


Lini Indonesia, Kota Mojokerto – Satlantas Polres Mojokerto Kota membekali 70 pengemudi ojek online (Ojol) dengan keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). 

Pelatihan bertajuk “Ojek Online Level Up, Garda Terdepan Penyelamat di Jalan” ini digelar di Aula Rupatama Polres Mojokerto Kota, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto dan berlangsung selama empat jam ini menggandeng Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Jasa Raharja. 

Kegiatan edukasi tersebut juga dihadiri Wakapolres Kompol Jalaludin, Kadinkes dr. Achmad Rheza, Sp.OG., Kasat Lantas AKP R. Bayu Aji, dan perwakilan Jasa Raharja, Deffri Endra Swiageta.

AKBP Herdiawan Arifianto menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas masukan para pengemudi ojol yang sering menemui kecelakaan di jalan raya. 

Menurut data medis, tingkat fatalitas korban sering kali diperparah oleh kesalahan penanganan pertama di tempat kejadian perkara (TKP).

"Teman-teman ojol sebenarnya sangat responsif, tetapi banyak yang tidak berani menolong karena takut salah tindakan". 

"Lewat pelatihan bersama tim Dinkes yang dipimpin dr. Wahyu ini, kami harap mereka memiliki pengetahuan medis dasar yang benar," ujar AKBP Herdiawan.

Selain kemampuan PPGD, Kapolres Mojokerto Kota juga mengajak komunitas ojol untuk tidak ragu membantu Polisi dalam proses hukum, seperti memberikan informasi valid atau bersedia menjadi saksi peristiwa kecelakaan.

Apresiasi tinggi datang dari para pelaku ojol. Maulana, salah satu koordinator komunitas, mengakui pentingnya materi praktik yang diberikan untuk menambah kesiapan mereka di lapangan.

"Kami berterima kasih dan berharap ada pelatihan lanjutan. Di jalanan kami bisa menemui situasi apa saja, bahkan yang lebih parah," kata Maulana.

Hal senada diungkapkan oleh Margono, koordinator ojol Shopee. Ia berharap kegiatan edukasi ini bisa berjalan secara berkelanjutan demi menambah pengalaman taktis para pengemudi.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Satlantas Polres Mojokerto Kota berharap profesi ojol tidak hanya menjadi pelopor tertib lalu lintas, tetapi juga mampu bertindak sebagai garda terdepan guna menekan angka fatalitas korban kecelakaan sebelum tim medis tiba di lokasi. 

(Dedy)

Share:

Situasi Aman Dan Damai, Penyampaian Aspirasi Di Jakarta Berlangsung Kondusif

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto 


Lini Indonesia, Jakarta - Kegiatan penyampaian pendapat di sejumlah titik di Jakarta, Kamis (27/8/2026), hingga siang hari berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Di tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, aktivitas masyarakat di berbagai kawasan Ibu Kota juga tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Di depan Gedung DPR/MPR RI, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah menyampaikan aspirasi secara tertib. Perwakilan massa kemudian diterima untuk bertemu dengan pimpinan DPR RI. Usai pertemuan tersebut, massa secara bertahap meninggalkan lokasi dengan tertib.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bhudi Hermanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Setelah perwakilan AMPB diterima oleh pimpinan DPR RI, massa secara bertahap meninggalkan lokasi dengan baik,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu terus dijaga pelaksanaannya agar berlangsung secara damai, tertib, dan saling menghormati.

“Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting, setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang baik, tanpa provokasi, tanpa kekerasan, serta tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” katanya.

Sementara itu, di sekitar kawasan DPR RI, pengaturan arus Lalu Lintas dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi dan perkembangan di lapangan. 

Kepolisian juga tetap memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap berbagai aktivitas masyarakat yang berlangsung secara bersamaan.

Kombes Budi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Masyarakat juga diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun gesekan.

“Jakarta adalah ruang bersama. Mari kita jaga dengan kedewasaan, kepedulian, dan semangat persatuan, sehingga setiap warga dapat menyampaikan pendapat sekaligus menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

Situasi kegiatan penyampaian aspirasi di Jakarta pada Kamis ini secara umum berlangsung kondusif, sejalan dengan pentingnya menjaga ruang demokrasi yang terbuka, tertib, dan menghormati kepentingan seluruh masyarakat.

(Dedy)

Share:

Masyarakat Desa Sukopuro Terima Kasih Kepada DPUBM Atas Di Bangunnya Peningkatan Jalan Dan Rabat Beton Di Desa Kami


Lini indonesia, Malang - pemerintah Kabupaten Malang melalui DPUBM (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga) telah melaksanakan Program yang dicanangkan Bupati dalam pemerataan pembangunan di wilayah kabupaten Malang.

Desa Sukopuro salah satu Desa yang mendapatkan program pemerataan pembangunan dari visi misi Bupati Malang.

Dengan dibangunnya peningkatan jalan nanti bisa diharapkan ada peningkatan ekonomi masyarakat di lingkungan maupun Desa-desa di sekitarnya, Kamis (27/08/2026).

Peningkatan jalan ini merupakan jalan utama menuju Desa Pandansari lor maupun Desa Taji, di kedua Desa tersebut terkenal dengan Coban-nya, di Desa Pandansari Lor ada Coban Jahe yang terkenal di tingkat nasional dan internasional dengan alamnya dan serta tempat perkemahaan yang sejuk dan asri.



Begitu juga di Desa Taji ada Coban Siuk yang tidak kalah indah dengan Coban Jahe. Coban Siuk dengan mata air dari pegunungan di sekitarnya, airnya juga di manfaatkan untuk mengaliri ke beberapa Desa yang ada di Kecamatan Jabung.

"Pekerjaan Rabat Beton".

Pekerjaan rabat Beton ini yang berada di Desa Sukopuro yang alokasinya berada di perkebunan masyarakat, juga bisa di harapkan bisa meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan di daerah tersebut.

 Rabat beton di bangun guna sebagai akses masyarakat untuk memperlancar hasil pertanian, sebelum di bangun Rabat beton, jalan tersebut berupa jalan tanah sewaktu hujan sulit di lewati karena licin dan berlumpur.

"Dengan adanya rabat beton yang di bangun oleh Dinas Bina marga Kabupaten Malang, akhirnya jalan tersebut bisa di lalui dengan enak dan lancar".

Kepala Dinas DPUBM Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, sesuai dengan tugas kinerja utama kita yaitu mempertahankan kemantapan jalan, jembatan serta rabat beton.

Dinas Bina Marga terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan tidak membiarkan kerusakan jalan maupun rabat beton serta jembatan. 

Seperti halnya pembangunan jembatan di Desa Sukopuro Kecamatan Jabung, yang nantinya bisa memperlancar roda ekonomi antar Desa serta bisa meningkatan ketahanan pangan.

Dengan demikian roda sosial perekonomian dapat berlangsung dengan baik, tegasnya.



Franky Sukandari, S.STP, MAP., selaku Camat Jabung mengatakan, program pembanguan dan pemeliharaan infrastruktur yang dilaksanakan DPUBM Kabupaten Malang merupakan langkah positif dalam mendukung visi Bupati Malang, Malang Makmur Berkelanjutan.

"Kami di Kecamatan Jabung tentu sangat mengapresiasi perhatian Pemkab Malang terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, karena kondisi jalan dan aksesibilitas yang baik menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun pelayanan masyarakat, jelas Franky.

Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin tepat sasaran, khususnya untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di wilayah Kecamatan Jabung. 

Sinergi antara Pemkab, kecamatan, Pemerintah Desa dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan yang sudah dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, lanjut Franky.

Kepala Desa Sukopuro Tohari, S.H., mengatakan, kami atas nama masyarakat Desa Sukopuro sangat berterima kasih atas di bangunnya peningkatan jalan maupun rabat cor tahun ini di Desa Kami.

Dengan adanya pembangunan itu kami berharap bisa ada peningkatan ekonomi di Desa Kami maupun di Desa sekitar Desa Kami.

"Peningkatan jalan maupun rabat beton sangat diharapkan oleh masyarakat kami, karena adanya jalan yang bagus nantinya arus Lalu Lintas perekonomian bisa lancar".

"Begitu juga adanya rabat beton di lingkungan jalan menuju perkebunan dan pertanian bisa mempermudah arus Lalu Lintas hasil panen masyarakat kami".

"Program ketahanan pangan yang di canangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten segara terwujud," ungkap Tohari.

(Andik)

Share:

Dorong Kesejahteraan Petani, DPRD Kabupaten Malang Gaungkan Penguatan Agribisnis Bawang Merah Terpadu

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Muslimin, S.Pd., M.H., 


Lini Indonesia, Malang - Upaya untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Malang terus didorong melalui strategi penguatan agribisnis komoditas unggulan. 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Muslimin, S.Pd., M.H., menegaskan, penguatan sektor agribisnis bawang merah tidak boleh lagi hanya terfokus pada ranah peningkatan produksi semata, Kamis (27/08/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Kementerian Pertanian perlu mengambil peran penting dalam memperkuat seluruh mata rantai usaha, mulai dari sektor hulu, proses budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan produk, hingga efisiensi rantai pemasaran.

Pada aspek hulu dan budidaya, Muslimin menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas harus ditunjang oleh kepastian subsidi sarana produksi, bantuan benih varietas unggul, pupuk, serta pemeliharaan infrastruktur seperti irigasi dan pompanisasi air. 

"Dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, perbaikan kualitas benih dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), potensi produktivitas bawang merah sebenarnya mampu dioptimalkan hingga melampaui 30 ton per-hektar," ujar Muslimin.

Tidak hanya berfokus pada teknik tanam, politisi DPRD Kabupaten Malang tersebut juga menyoroti krusialnya penguatan sektor hilir melalui pembentukan kawasan sentra terpadu dan pengembangan kelembagaan petani. 

Muslimin menyampaikan, Kelompok Tani (Poktan) perlu ditingkatkan kapasitasnya menjadi bentuk koperasi agar memiliki posisi tawar yang kuat serta mampu melakukan pembelian sarana input dan kontrak pemasaran secara kolektif. 

Selain itu, Ia menekankan perlunya fasilitas gudang penyimpanan atau Sistem Resi Gudang serta pelatihan curing (Pengeringan). 

“Hal ini bertujuan agar petani tidak dirugikan oleh jatuhnya harga saat panen raya dan memiliki opsi melakukan hilirisasi produk menjadi bawang goreng atau bumbu instan kemasan,” imbuhnya.

Guna menjaga stabilitas pendapatan petani, Muslimin mendorong pemerintah daerah untuk mempertemukan kelompok tani secara langsung dengan para offtaker, mulai dari pasar modern, industri makanan, hingga jaringan hotel dan restoran.

"Kemitraan pasar secara langsung ini sangat penting untuk memotong rantai pasok yang terlalu panjang antara petani dan pedagang besar, sehingga margin keuntungan yang diterima petani bisa jauh lebih besar," tegas Muslimin.

Ia juga mengusulkan pemanfaatan digitalisasi agribisnis melalui aplikasi pencatatan jadwal tanam dan panen guna mencegah penumpukan produksi pada waktu yang bersamaan. 

Muslimin mencontohkan keberhasilan program integrasi kawasan seperti program UPLAND di Kabupaten Malang yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas bawang merah secara signifikan. 

Beliau mengungkapkan, sinergi antara kemudahan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pembiayaan pertanian, infrastruktur yang memadai danpendampingan berkelanjutan adalah kunci utama.

"Model penguatan ideal yang harus kita wujudkan adalah rantai utuh dari ketersediaan benih hingga penciptaan nilai tambah, sehingga tujuan akhir kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani dapat terwujud secara nyata," pungkasnya.

(Dedy)

Share:

Menatap Peran Strategis Pemuda Di Era Disrupsi Global

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Feri Andi Suseko


Lini Indonesia, Malang - Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ditengah derasnya arus globalisasi dan keterbukaan informasi bukanlah perkara mudah. 

Konsep Wawasan Nusantara sebagai pandangan politik bangsa yang menempatkan tanah, air, dan udara dalam satu kesatuan utuh mencakup seluruh aspek politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan kini berhadapan langsung dengan dinamika zaman yang kian kompleks. 

Dalam sebuah kesempatan, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Feri Andi Suseko menjelaskan, dengan komprehensif pentingnya memperkokoh rasa nasionalisme di kalangan generasi muda guna menjawab tantangan zaman tanpa mengorbankan identitas keberagaman Suku, Agama, Ras dan Budaya Bangsa.

Feri menegaskan, bahwa akar historis dan filosofis kebangsaan Indonesia sangat kuat, terikat pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diangkat dari Kitab "Sutasoma" karya Mpu Tantular dan kemudian dirumuskan oleh Muhammad Yamin sebagai motto resmi negara. 

“Semboyan ini berfungsi mengatur harmonisasi di tengah perbedaan Suku, Ras, Agama, dan Budaya," Kamis (27/08/2026)..

"Bersama Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Bangsa Indonesia sejatinya memiliki benteng ideologis yang kokoh untuk memelihara Persatuan Nasional dari ancaman disintegrasi,” ucapnya.

Namun demikian, Ia menekankan bahwa ketahanan kebhinekaan Indonesia tidak luput dari berbagai kerawanan sosial yang dipicu faktor internal maupun eksternal.

Di tingkat internal, ketimpangan struktur ekonomi dimana masyarakat kelas bawah masih mendominasi dapat menjadi pemicu sensitif timbulnya potensi konflik horisontal. 

“Sementara dari aspek eksternal, kompetisi politik internasional, pengaruh arus kapitalisme, serta dominasi budaya luar berisiko mengikis nilai-nilai luhur kebangsaan apabila tidak dibentengi dengan filter ideologi yang tangguh," ujarnya.

Selanjutnya, Feri mengungkapkan bahwa karakter media sosial yang bebas dan serba cepat memunculkan ancaman serius berupa penyebaran berita bohong (Hoax), ujaran kebencian (Hate Speech), hingga propaganda paham radikalisme dan terorisme. 

“Oleh sebab itu, masyarakat khususnya generasi muda dituntut untuk mengedepankan literasi digital, bersikap kritis, serta selalu memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkannya demi mencegah keretakan sosial,” imbuhnya.

Lebih jauh, Ia memaparkan bahaya radikalisme dan terorisme sebagai ancaman nyata yang mengingkari hakikat kebhinekaan. 

Paham radikal cenderung memaksakan kehendak secara ekstrem, mengklaim kebenaran tunggal (Truth Claim) dan mengusung fanatisme sempit yang mengikis sikap toleransi antar sesama.

Penanganannya membutuhkan pendekatan sistematis dan integratif, mulai dari pencegahan sejak dini di lingkungan pendidikan hingga tindakan tegas terhadap segala bentuk tindakan provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.

Guna menangkal berbagai ancaman tersebut, Feri menekankan perlunya kolaborasi sinergis antar-elemen masyarakat. 

Lembaga pendidikan berkewajiban menanamkan pemahaman bahwa perbedaan adalah modal keharmonisan yang saling melengkapi. 

Sementara itu, Tokoh masyarakat, Agama dan Pemuda, harus konsisten memberikan keteladanan nyata dalam merawat nilai-nilai toleransi di kehidupan sehari-hari. 

“Dari sisi regulator, jajaran pemerintah (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif) bertugas menguatkan regulasi serta mengalokasikan dukungan anggaran guna menjamin iklim kehidupan yang inklusif dan kondusif” ucap politikus Gerindra ini.

Menutup penjelasan, Feri Andi Suseko menyampaikan pesan kunci bahwa kemajemukan bangsa adalah sumber kekayaan bernilai tinggi yang wajib dipelihara bersama. 

Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dipertahankan sebagai konsensus nasional dalam menghadapi dinamika perubahan global. 

“Menjaga dan mempertahankan NKRI dari ancaman radikalisme adalah tanggung-jawab seluruh komponen bangsa, dimana peran aktif dan kepedulian mahasiswa serta pemuda menjadi kunci utama penggerak benteng ketahanan nasional,” pungkasnya.

(Dedy)


Share:

Polda Metro Jaya Siapkan Layanan Kesehatan Bagi Masyarakat Dalam Kegiatan Penyampaian Aspirasi

Kombes Pol. Bhudi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya


Lini Indonesia, Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan layanan kesehatan bagi masyarakat dalam rangka kegiatan penyampaian aspirasi yang berlangsung di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) disiagakan untuk memberikan pertolongan dan pelayanan medis apabila dibutuhkan.

Kesiapan tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. 

Personel Dokkes disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama serta layanan kesehatan kepada masyarakat maupun personel yang membutuhkan.

Selain menyiagakan personel medis, Polda Metro Jaya juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan lanjutan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto mengatakan, kesiapan layanan kesehatan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, personel Dokkes kami siapkan untuk memberikan pertolongan apabila ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan". 

"Jika diperlukan penanganan lebih lanjut, kami juga memastikan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari ruang demokrasi yang harus dapat berlangsung secara tertib. Polri juga berupaya memastikan seluruh masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.

“Yang kami kedepankan adalah pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat yang hadir maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi tetap mendapatkan pelayanan dan merasa aman. Termasuk apabila ada yang membutuhkan pertolongan kesehatan, personel Dokkes siap memberikan bantuan,” katanya.

Polri mengajak seluruh masyarakat yang mengikuti maupun berada di sekitar kegiatan penyampaian aspirasi untuk bersama-sama menjaga ketertiban, memperhatikan kondisi kesehatan, serta saling menghormati agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.

“Harapan kami seluruh kegiatan dapat berlangsung tertib dan damai. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan baik, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan,” tutupnya.

(Dedy)

Share:

Rabu, 26 Agustus 2026

Sidang Praperadilan Kasus Pungli PTSL, Kades Wonosari Keok Lawan Kejari


Lini Indonesia, Pasuruan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan memenangkan gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Imanuel Herlambang Santosa (IHS) Kades Wonosari dalam perkara dugaan pungutan liar (Pungli) di Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan menolak seluruh permohonan yang diajukan tersangka.

"Permohonan pemohon (tersangka) Imanuel Herlambang Santosa (IHS) ditolak seluruhnya oleh pengadilan," ujar Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Fandy Ardiansyah Catur Santosa, usai sidang praperadilan yang diajukan para tersangka, Senin (24/8/2026). 

Ia menjelaskan, penetapan ketiga tersangka yang dilakukan penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan dinyatakan sah menurut hukum. Sesuai petusan praperadilan yang dibacakan Isrin Surya K hakim tunggal memimpin sidang praperadilan. 

"Alhamdulillah putusan sidang praperadilan menolak seluruh permohonan tersangka (IHS)," tegasnya lagi. 

Pihaknya memang menunggu proses praperadilan yang diajukan para tersangka sebelum melanjutkan tahapan penanganan perkara. 

Setelah permohonan praperadilan ditolak, Kejari Kabupaten Pasuruan akan segera melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur (Jatim). 

(Red)

Share: