#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Senin, 13 April 2026

4 Pelaku Vandalisme Surabaya Diamankan, Polisi Terapkan Sanksi Sosial Di Liponsos Keputih


Lini Indonesia, Surabaya – Upaya menjaga wajah kota dari aksi perusakan fasilitas publik kembali ditegaskan oleh jajaran Sat Samapta Polrestabes Surabaya. Empat pemuda diamankan setelah diduga melakukan vandalisme di kawasan bawah jembatan viaduk Gubeng Surabaya, Minggu (12/4/2026).

Penanganan dilakukan secara terukur dengan pendekatan pembinaan melalui sanksi sosial di Liponsos Keputih, dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. 

Langkah ini tidak semata memberi efek jera, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas publik.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika, menegaskan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan keseimbangan antara ketegasan hukum dan pendekatan humanis.

Ia menjelaskan bahwa para terduga pelaku mengakui baru satu kali melakukan aksi vandalisme. 

Meski demikian, pihak kepolisian tidak berhenti pada pengakuan tersebut dan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan dalam kelompok yang lebih besar.

“Pengakuan mereka menjadi pintu awal. Namun kami tetap melakukan pendalaman, karena tidak menutup kemungkinan aksi ini bagian dari jaringan atau kelompok tertentu,” tutur AKBP Erika, pada Senin (13/4).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan. Para orang tua atau wali dihadirkan sebagai penjamin, agar pengawasan terhadap para pemuda tersebut dapat berjalan berkelanjutan setelah proses sanksi sosial selesai.

Dari hasil pemeriksaan awal, aksi vandalisme dilakukan dengan cara mencoret dan mengecat dinding fasilitas umum menggunakan cat semprot jenis pilox serta bahan lainnya. 

Aktivitas ini diduga menjadi bentuk aktualisasi diri yang keliru, tanpa mempertimbangkan dampak kerugian bagi masyarakat luas.

Fenomena ini menjadi perhatian serius aparat, karena selain merusak estetika kota, juga mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap ruang publik sebagai milik bersama.

Ke-empat pemuda yang diamankan merupakan warga wilayah Kenjeran, Surabaya, dengan rentang usia 20 hingga 21 tahun. Mereka diketahui baru pertama kali terjaring dalam kasus serupa.

Petugas turut mengamankan sejumlah barang milik pelaku, mulai dari telepon genggam hingga kendaraan bermotor yang digunakan saat beraktivitas. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan pendataan lengkap sebagai bagian dari upaya preventif ke depan.

AKBP Erika memastikan akan terus meningkatkan patroli serta penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran ketertiban, termasuk vandalisme yang merusak fasilitas umum.

Masyarakat diimbau untuk turut menjaga lingkungan dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan. Kolaborasi antara warga dan aparat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman.

(Dedy) 

Share:

Komitmen Nyata Lewat PTDH, "Polres Tanjung Perak Perkuat Pengawasan Internal”


Lini Indonesia, Surabaya - Tegakkan Disiplin Melalui PTDH, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Ajak Anggota Junjung Tinggi Profesionalisme dan Semangat Bersahaja Surabaya.

Memorandu Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat menegaskan, komitmen kuat institusinya dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) in absensia terhadap satu personel, di Lapangan Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (13/4/2026).

Dalam amanatnya, AKBP Wahyu Hidayat menyampaikan, tindakan tegas ini merupakan bentuk penegakan disiplin dan realisasi komitmen Polri dalam menyaring personel yang benar-benar berdedikasi. 

Keputusan PTDH terhadap anggota berpangkat Aipda tersebut diambil melalui proses objektif dan transparan setelah yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran. 

"Upacara PTDH ini bukanlah sebuah kebanggaan bagi kita, melainkan pengingat sekaligus bukti nyata komitmen Polri untuk menjaga kehormatan institusi". 

Kita harus berani mengambil langkah tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dititipkan kepada kita," ujar AKBP Wahyu Hidayat di hadapan seluruh jajaran Pejabat Utama, Kapolsek, Perwira, dan Anggota.

Kapolres menekankan agar peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh personel untuk memperkuat iman, meningkatkan disiplin, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran, terutama narkoba yang mencederai sumpah jabatan serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Lebih lanjut, AKBP Wahyu mengajak seluruh anggotanya untuk mengimplementasikan jargon Bersahaja (Bermanfaat, Sederhana dan Bekerja) sebagai fondasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. 

"Kehadiran polisi harus memberikan manfaat nyata dan solusi bagi masyarakat, memberikan pelayanan yang efisien, humanis, dan tidak berbelit-belit, menunjukkan dedikasi tinggi, disiplin, dan tanggung jawab dengan hasil kerja yang konkret, " imbuhnya. 

Di akhir arahannya, kapolres berharap agar setiap anggota bertransformasi menjadi personel yang profesional dan tulus dalam melayani. Pengawasan dan pembinaan internal akan terus diperketat guna memastikan setiap tindakan anggota sejalan dengan koridor hukum.

"Seluruh anggota diharapkan menjadi personel yang profesional, sederhana dalam pelayanan, serta sungguh-sungguh bekerja. Tujuan akhir kita adalah memberikan rasa aman sekaligus memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap Polri," pungkasnya.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan pembacaan surat keputusan Kepolisian Daerah Jawa Timur secara simbolis oleh Inspektur Upacara sebagai tanda sahnya pemberhentian dari dinas Polri. 

(Dedy) 

Share:

Prestasi Membanggakan! Atlet Karate Polrestabes Surabaya Borong Medali Di Kejurda INKANAS 2026


Lini Indonesia, Surabaya – Suasana apel jam pimpinan di lingkungan Polrestabes Surabaya, Senin (13/4/2026), berlangsung penuh kebanggaan.

Momentum ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada atlet karate kontingen Polrestabes Surabaya yang berhasil mengukir prestasi gemilang dalam Kejurda INKANAS Piala Kapolda Jawa Timur 2026.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan, dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur atas capaian luar biasa tersebut. 

Ia menegaskan bahwa prestasi para atlet merupakan bukti nyata dari disiplin, kerja keras, serta mental juara yang terus diasah.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Polrestabes Surabaya berhasil mencatatkan prestasi impresif dengan meraih total puluhan medali dari berbagai nomor pertandingan. 

Capaian tersebut terdiri dari 15 medali emas, 17 medali perak, dan 14 medali perunggu.



Kapolrestabes menilai, keberhasilan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang penuh dedikasi. 

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan official yang turut berperan dalam membina para atlet hingga mencapai prestasi tersebut.

“Setiap medali yang diraih merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah". 

"Ini adalah kebanggaan bagi institusi dan menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujar Kombespol Luthfi, pada Senin (13/04).

Di antara deretan atlet berprestasi, terdapat dua anggota Polrestabes Surabaya yang turut menyumbangkan medali dalam kategori TNI/Polri. 

Mereka adalah Bripda Mochammad Syamrehan Aditya Putra yang berhasil meraih medali emas di kelas Kumite 67 Kg, serta Bripda Riko Eka Mahendra yang memperoleh medali perak di kelas Kumite 75 Kg.

Kapolrestabes menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya mampu menjalankan tugas kedinasan secara profesional, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang lain yang dapat dikembangkan secara positif.

Ia pun mendorong seluruh personel untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang olahraga, seni, maupun kompetensi lainnya, selama tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Selain memberikan penghargaan, Kapolrestabes juga menyoroti situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang menjadi perhatian bersama. 

Ia menginstruksikan jajaran untuk melakukan langkah konkret dalam penanganan praktik jukir liar dan “Pak Ogah” yang kerap meresahkan masyarakat.

Pendataan dan pemetaan wilayah rawan menjadi langkah awal yang harus dilakukan, disertai pendekatan persuasif melalui pembinaan dan edukasi. 

Namun, apabila ditemukan unsur pemaksaan atau pungutan liar, penindakan tegas harus dilakukan sesuai hukum yang berlaku.

Di sisi lain, menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Kapolrestabes menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi pergerakan massa serta penguatan komunikasi dengan elemen buruh dan stakeholder terkait.

Pendekatan pengamanan harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur, mengingat dinamika tahun ini dinilai lebih kompleks dengan adanya pengaruh situasi global terhadap kondisi ekonomi dan sosial.

Dalam penutup amanatnya, Kapolrestabes Surabaya kembali mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, kecepatan respons, serta kehadiran polisi yang humanis di tengah masyarakat.

Momentum penghargaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik, selama mampu menjaga disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap tugas.

Dengan semangat “Senantiasa Menjadi Lebih Baik,” Polrestabes Surabaya diharapkan terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(Dedy) 

Share:

Silaturahmi Ke Ponpes Alhidayah Asshomadiyah, Kapolres Pasuruan Tekankan Kolaborasi Jaga Keamanan


Lini Indonesia, Pasuruan - Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menekankan pentingnya kolaborasi antara Ulama dan Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Hidayah Asshomadiyah, di Kecamatan Sukorejo, Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Pasuruan dan disambut langsung oleh Pengasuh Ponpes K.H., Mujtabah Abdushomad.

“Kolaborasi antara ulama dan kepolisian penting dalam menjaga kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Ia menyebut, pendekatan keagamaan memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti paham radikalisme dan kenakalan remaja.

“Melalui kerjasama ini, kami berharap pembinaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada pihak pesantren atas kontribusinya dalam membina santri serta menjaga stabilitas sosial di lingkungan sekitar.

Sementara itu, K.H., Mujtabah Abdushomad menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap upaya Kepolisian dalam menjaga keamanan dan kerukunan umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan diakhiri dengan dialog terkait situasi Kamtibmas serta komitmen bersama untuk menjaga kondisi wilayah Pasuruan tetap aman dan kondusif.

(Dedy) 

Share:

Minggu, 12 April 2026

Tindak Tegas! Polres Ponorogo Bubarkan 3 Titik Judi Sabung Ayam Dan Dadu


Lini Indonesia, Ponorogo – Komitmen memberantas penyakit masyarakat kembali ditunjukkan Satreskrim Polres Ponorogo, Polda Jatim. 

Kali ini Tiga lokasi yang diduga menjadi arena perjudian sabung ayam dan dadu di wilayah hukum Polres Ponorogo dibubarkan dalam operasi cepat, Minggu (12/4/2026).

Penindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat yang resah dengan maraknya praktik perjudian. 

Tiga titik yang disasar berada di Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, serta Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu menerima informasi. Namun, upaya penindakan tidak berjalan mudah.

“Sepanjang akses menuju lokasi yang hanya satu jalur, diduga sudah dipantau oleh oknum masyarakat. Mereka bertugas mengawasi dan memberi peringatan jika ada petugas datang,” ujarnya di Mapolres Ponorogo, Senin (13/4/26).

Alhasil, saat petugas gabungan dari Polres Ponorogo dan Polsek jajarannya tiba di lokasi, para pelaku perjudian telah lebih dulu kabur meninggalkan arena.

Meski demikian, Polisi tidak tinggal diam. Berbagai fasilitas yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian langsung dimusnahkan di tempat.

“Tindakan yang kami lakukan adalah merobohkan, membongkar, hingga membakar alat-alat yang ditinggalkan di lokasi. Ini sebagai bentuk komitmen kami memberantas perjudian,” tegas AKP Imam.

Tak hanya penindakan, Polisi juga memberikan edukasi kepada warga sekitar agar tidak terlibat dalam praktik perjudian, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas serupa.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menekankan pentingnya kesadaran hukum di tengah masyarakat. 

Menurutnya, praktik perjudian ini diduga melibatkan berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

“Perlu edukasi yang intens agar masyarakat sadar hukum. Karena setiap kali petugas datang, pergerakan kami sudah lebih dulu terpantau,” ungkap AKBP Andin.

Kapolres Ponoroho juga memastikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang peduli terhadap keamanan lingkungan.

“Jika ada informasi lagi, tim akan bergerak cepat untuk melakukan penindakan,” pungkasnya. 

(Dedy) 

Share:

Polres Bondowoso Pantau Distribusi LPG 3 Kg Pastikan Tepat Sasaran Tanpa Penyelewengan


Lini Indonesia, Bondowoso - Keseriusan Polres Bondowoso Polda Jawa Timur dalam menjaga hak masyarakat kembali ditunjukkan melalui pengawasan langsung distribusi LPG bersubsidi.

Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo menegaskan, pengawasan dengan melibatkan instansi terkait itu demi memastikan tidak ada celah bagi praktik pihak yang tidak bertanggung jawab hingga merugikan masyarakat.

"Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat," tegas AKBP Aryo, Senin ( 13/4/26).

Seperti diketahui, melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), Polres Bondowoso Polda Jatim melakukan pemantauan dibeberapa agen LPG.

Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Wawan Triono, didampingi Kanit Pidsus Ipda Bayu Aji Wicaksono melibatkan petugas dari dinas terkait itu mengecek langsung proses distribusi hingga pemasaran.

"Sesuai perintah pimpinan, kami bersama intansi dari Pemda Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg, " kata Iptu Wawan Triono di salah satu agen LPG.

Ia menerangkan, pengawasan langsung proses distribusi hingga pemasaran ini untuk memastikan berjalan sesuai ketentuan.

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyaluran berlangsung lancar, aman, serta sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Iptu Wawan Triono juga menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan mencegah adanya penimbunan maupun penyalahgunaan. 

"Kami ingin memastikan bahwa LPG bersubsidi harus benar benar diterima oleh masyarakat yang berhak," ujar Iptu Wawan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Polres Bondowoso Polda Jatim dan pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban ekonomi serta menjamin ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat. 

"Pengawasan rutin diharapkan mampu mencegah potensi kelangkaan sejak dini," pungkas Iptu Wawan. 

(Dedy) 

Share:

Brimob X-Treme 2026 : Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel Dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global


Lini Indonesia, Depok - Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, yang berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak 300 Hoegeng Iman Santoso dan Lapangan Tembak Sat Wanteror Pas Gegana, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat, April (2026).

Mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, kejuaraan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Korps Brimob Polri dalam menjaga nilai-nilai kejuangan, sekaligus menegaskan arah transformasi Brimob yang unggul, modern, inovatif, dan responsif.

Sejak hari pertama pelaksanaan, Brimob X-Treme 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran ratusan peserta, mencapai 447 hingga 475 penembak, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum. 

Ajang ini juga diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia, China, dan Korea Selatan, menandakan pengakuan global terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi menembak di Indonesia.

Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dengan total 20 stage yang dirancang menantang dan menguji secara komprehensif kemampuan peserta, mulai dari kecepatan, ketepatan, ketangkasan, hingga ketahanan fisik dan mental.

Seluruh rangkaian pertandingan disusun sesuai standar internasional IPSC, sehingga menjamin pelaksanaan yang fair, aman, dan profesional, sekaligus menjadi tolok ukur objektif kemampuan atlet di level dunia.

Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan 18 kategori lomba, yang mencakup :

Kategori IPSC (8 kelas) : IPSC Handgun Open, Standard, Classic, Production, Production Optic, Optic, Revolver, serta PCC Optic.

Kategori Non-IPSC (2 kelas) : Non-IPSC Handgun dan PCC Optic (Putra/Putri).

Kategori Presisi 25 Meter (4 kelas) : TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Kategori Eksekutif 25 Meter (4 kelas) : TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Lebih dari sekadar kompetisi, Brimob X-Treme 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuktikan bahwa kemampuan hasil pelatihan personel dan atlet Indonesia siap diadu di level dunia.

Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

“Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya menjaga dan merawat warisan nilai-nilai kejuangan Korps Brimob Polri yang penuh dengan keberanian dan pengabdian kepada bangsa dan negara.”

Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menembak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan antara Korps Brimob dengan komunitas olahraga menembak secara luas.”

Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembuktian kesiapan Indonesia di panggung global.

“Brimob X-Treme 2026 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan bentuk pembuktian bahwa kemampuan dan hasil pelatihan personel serta atlet kita siap diadu dan mampu bersaing di level dunia.”

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun standar profesionalisme, memperkuat jejaring internasional, dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia.”

Melalui Brimob X-Treme 2026, Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi menembak berkualitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Transformasi Polri.

Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

(Dedy) 

Share: