#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Minggu, 16 Agustus 2026

Sambut HUT Ke-81 RI, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Bagikan Bendera Merah Putih epada Pengendara


Lini Indonesia, Surabaya - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 turut digelorakan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. 

Polisi membagikan sekaligus memasangkan bendera Merah Putih kepada masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Jakarta, Kecamatan Pabean Cantian, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Pos Pol. 12.01 Jalan Jakarta. Sejumlah pengendara roda dua, roda empat, hingga kendaraan truk yang melintas menjadi sasaran pembagian bendera.

Personel yang terlibat di antaranya Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Amir Mahmud bersama anggota Satintelkam, Satlantas, dan Samapta.

Petugas tidak sekadar membagikan bendera, tetapi juga memasangkannya pada kendaraan masyarakat. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ajakan untuk ikut menyemarakkan suasana kemerdekaan di tengah masyarakat.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan, pembagian bendera merupakan bagian dari upaya kepolisian menumbuhkan semangat nasionalisme serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air.



“Pembagian bendera Merah Putih ini sebagai bentuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81". 

Kami ingin semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air terus tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pemasangan bendera pada kendaraan masyarakat juga menjadi simbol kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan.

“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang ikut memasang bendera Merah Putih, sehingga suasana peringatan kemerdekaan semakin terasa dan semarak,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari para pengendara. 

Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Ke-81 RI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana kepolisian membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan humanis.

(Dedy)

Share:

Polda Jatim Pastikan Situasi Surabaya Kondusif Dan Terkendali Pasca Kejadian Di Dua Pos Lantas


Lini Indonesia, Surabaya - Polda Jawa Timur pastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali, usai Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan seorang laki-laki yang diduga berkaitan dengan kejadian di Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Cito, Surabaya, pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, pria tersebut diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan. 

Langkah itu antara lain dengan memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman CCTV, serta mendalami berbagai petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

"Yang bersangkutan saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif," kata Kombes Pol. Jules, Minggu (16/8/2026).

Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga membenarkan adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam insiden tersebut, dan telah mendapatkan penanganan medis.

Polda Jatim menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan seluruh penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta serta alat bukti.

"Untuk motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan, kami belum dapat menyampaikan kesimpulan karena proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung," ujar Kombes Abast.

Di sisi lain, Polda Jatim memastikan situasi Kamtibmas di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali.

Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga tetap dapat digunakan. Pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan seperti biasa.

Polda Jatim mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Masyarakat juga kami harapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi," kata Kombes Pol Abast.

Masyarakat yang mengetahui atau menemukan informasi berkaitan dengan kejadian tersebut, maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, diminta segera melapor kepada kepolisian melalui kantor polisi terdekat atau layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.

Polda Jatim bersama jajaran juga mengajak masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, maupun fasilitas pelayanan publik.

"Polda Jawa Timur bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif," pungkas Kombes Abast. 

(Dedy)

Share:

Sabtu, 15 Agustus 2026

Polres Probolinggo Periksa Kesehatan Personel Pengamanan Bromo Pascakarhutla


Lini Indonesia, Probolinggo - Memastikan kondisi kesehatan personel tetap prima usai bertugas mengamankan kawasan Gunung Bromo, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan kesehatan, Sabtu (15/8/2026).

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan setelah personel melaksanakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, aktivitas pemadaman yang membutuhkan tenaga dan stamina, sehingga kondisi kesehatan personel perlu dipastikan sebelum kembali menjalankan tugas.

“Setelah melaksanakan tugas pemadaman karhutla yang tentunya membutuhkan tenaga dan stamina, kami memastikan kondisi kesehatan personel tetap terjaga,” ujar Asmida Rizki.

Kapolres Probolinggo menegaskan, kesehatan dan keselamatan personel menjadi salah satu prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami ingin seluruh personel dapat bertugas secara optimal. Dengan kondisi fisik yang prima, personel akan lebih siap menghadapi berbagai situasi di lapangan, terutama dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat di kawasan Bromo,” tambah AKBP Rizki.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Dokkes Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan vitamin kepada personel.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh personel pengamanan Bromo dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan dapat mendukung kesiapan personel dalam melaksanakan pengamanan, sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman karhutla.

Dengan kondisi fisik yang prima, personel diharapkan dapat menjalankan tugas pengamanan kawasan Bromo secara optimal serta memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat maupun wisatawan. 

(Dedy)

Share:

Polri Siapkan Personel Dukungan Ke Flores Untuk Perkuat Penanganan Gempa M 7,7


Lini Indonesia, Jakarta - Polri siapkan 260 personel untuk memperkuat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pemberangkatan personel tahap awal diawali apel gelar pasukan pada Sabtu (15/8/2026) di Terminal Cargo, Bandara Soekarno-Hatta.

Sebanyak 260 personel mengikuti apel pemberangkatan tersebut. Pengerahan kekuatan ini menjadi bagian dari langkah Polri untuk memperkuat penanganan bencana, terutama dalam mendukung proses evakuasi, pencarian dan pertolongan korban, pelayanan kesehatan, identifikasi korban, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan sebanyak 137 personel diberangkatkan dalam tahap awal. Mereka terdiri dari 101 personel SAR Brimob, 14 personel DVI dan Dokkes, 9 personel Humas, 3 personel Slog, serta 10 personel Propam.

“Malam ini yang diberangkatkan total 137 personel, terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101 personel, personel DVI dan Dokkes sebanyak 14 personel, personel Humas 9 personel, personel Slog 3 personel, dan personel Propam 10 personel. 

Total sekitar 137 personel malam ini. Dan nanti besok juga ada yang kemudian kami berangkatkan dari Pondok Cabe, termasuk K9,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam menangani bencana gempa di Flores dan wilayah NTT.

“Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Sebelumnya, Polri telah memerintahkan jajaran Polda NTT dan para Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama stakeholder terkait dalam melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat. 

Posko-posko bantuan juga telah didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, serta penyaluran bantuan.

Di tingkat Mabes Polri, penguatan penanganan dilakukan dengan menyiapkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor. 

Pasukan tersebut diperkuat enam personel kesehatan dan dokter serta membawa peralatan SAR untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan korban. 

Tim kesehatan dan DVI juga disiapkan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat serta proses identifikasi korban apabila diperlukan.

Selain itu, Polri menyiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. 

Pengiriman K9 akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi.

Johnny menegaskan, Polri akan terus mengerahkan kekuatan sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Sekali lagi, prioritas kami adalah keselamatan masyarakat. Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan NTT,” ujarnya.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polri juga bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait. 

Mabes Polri terus melakukan koordinasi dengan Polda NTT dan jajaran untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan dukungan dari tingkat pusat dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

(Dedy)

Share:

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Satbrimob Polda NTT Gerak Cepat Evakuasi Korban Dan Buka Akses


Lini Indonesia, NTT - Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu (15/8/2026). 

Di tengah situasi yang masih berlangsung, Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, langsung memerintahkan jajarannya bergerak cepat ke sejumlah titik terdampak.

Sebanyak 88 personel Batalyon B Satbrimob Polda NTT diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, mengamankan lokasi, membantu masyarakat, serta membuka akses jalan yang terdampak gempa. 

Perintah tersebut langsung direspons personel dari Batalyon B Pelopor yang bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, mulai dari Manggarai, Labuan Bajo, Ruteng, Ende hingga Maumere.

Di Labuan Bajo, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melakukan patroli dan pengecekan hingga kawasan Hotel Jayakarta, Desa Gorontalo. 

Sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan terdapat wisatawan yang terdampak. Personel juga membantu dua WNA yang mengalami luka ringan akibat material bangunan serta mengantar WNA lainnya menuju RS Siloam Labuan Bajo.

Di Kabupaten Manggarai, personel Brimob turut bergerak melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. 

Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung menuju area yang lebih aman. 

Personel juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng serta menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan.

Di Ruteng, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor bergerak ke RSUD Ben Mboi untuk membantu mengevakuasi pasien keluar gedung ke area yang lebih aman. 

Personel juga membersihkan puing-puing bangunan di Kantor Bank NTT Cabang Ruteng dan menyiapkan tenda di luar rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bantuan kesehatan bagi warga.

Di Ende, personel Kompi 3 Batalyon B Pelopor bersama Kodim 1602 Ende dan Dinas Pekerjaan Umum bergerak membuka Jalan Trans Ende–Bajawa yang terdampak gempa. 

Sementara di Maumere, personel Kompi 4 Batalyon B Pelopor bersama unsur gabungan melakukan evakuasi reruntuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lorens Say.

Dalam proses pencarian di Maumere, ditemukan tiga korban, dengan dua korban telah teridentifikasi meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses identifikasi. 

Dua korban yang telah teridentifikasi yakni Barnadus Muda (66), yang meninggal karena syok, dan Maria Diana Meliana (54), yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan terminal.

Saat masyarakat masih menghadapi kepanikan pascagempa, Brimob sudah berada di lapangan. Dari evakuasi korban hingga membuka akses jalan, personel Satbrimob Polda NTT dikerahkan untuk memastikan penanganan bencana berlangsung cepat dan terpadu.

Penanganan di sejumlah wilayah masih berlangsung. Satbrimob Polda NTT bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak gempa serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

(Dedy)

Share:

Polsek Dan Koramil Candipuro Amankan Gladi Bersih Karnaval HUT Ke-81 RI Di Sumbermujur


Lini Indonesia, Lumajang – Personel Polsek dan Koramil Candipuro melakukan pengamanan gladi bersih malam karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jum'at (14/8/2026) malam.

Pengamanan dipimpin Kapolsek Candipuro AKP Lugito. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari masing-masing dusun di Desa Sumbermujur yang tengah mempersiapkan penampilan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Gladi bersih dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pertunjukan dapat berjalan sesuai rencana. Sejumlah persiapan teknis dilakukan mulai dari pengecekan vokal, musik pengiring hingga tata lampu.

Rangkaian gladi bersih dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan tes vokal bagi pembawa acara (MC) dan pengisi acara.



Kemudian pada pukul 19.30 WIB, dilakukan penyesuaian volume musik pengiring dengan suara narator dan MC. Selanjutnya sekitar pukul 20.10 WIB, panitia melakukan sinkronisasi musik dari sound system dengan tata lampu panggung (Lighting), yang diikuti peserta dan penari (Dancer).

Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan, kehadiran personel TNI-Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Kami melaksanakan pengamanan bersama Koramil Candipuro agar kegiatan gladi bersih dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. Kami juga mengimbau peserta maupun masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban," ujar Lugito.

Menurut Lugito, gladi bersih menjadi bagian penting dalam persiapan sebelum pelaksanaan karnaval. Para peserta dari masing-masing dusun dapat menyelaraskan waktu, kostum, musik serta penampilan agar dapat tampil maksimal saat hari pelaksanaan.



"Gladi bersih ini untuk menyelaraskan waktu, kostum dan performa seluruh peserta. Harapannya saat pelaksanaan nanti semua dapat tampil dengan baik dan kegiatan berjalan lancar," katanya.

Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, karnaval tersebut juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Desa Sumbermujur.

Konsep pertunjukan yang disiapkan warga memadukan kreativitas masyarakat dengan hiburan bernuansa modern, termasuk penggunaan sound system dan penampilan dancer.



"Kegiatan ini menjadi hiburan yang sangat dinantikan masyarakat. Meski menggunakan konsep hiburan modern, kami berharap seluruh pihak tetap mengutamakan keamanan, ketertiban dan kenyamanan bersama," tutur Lugito.

Ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.

"Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Silakan menikmati hiburan, tetapi tetap tertib dan saling menghormati agar seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan dapat berlangsung aman dan meriah," pungkasnya.

(Eksan)

Share:

Refleksi 13 Tahun Jawapes, Mengawal Fakta


Lini Indonesia, Surabaya – Media Jawapes genap berusia 13 tahun pada 24 Agustus 2026. Bagi Pimpinan Redaksi Media Jawapes, Rizal Diansyah Soesanto, S.T., CPLA, usia tersebut bukan sekadar angka, tetapi catatan panjang tentang proses, keputusan redaksional, dinamika lapangan, kritik, tekanan, dan kepercayaan masyarakat.

Sejak berdiri pada 2013, Jawapes berusaha tumbuh bersama masyarakat dengan memberi ruang bagi berbagai persoalan daerah, mulai pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, sosial, budaya hingga aspirasi warga.

“Pencapaian terbesar Jawapes bagi saya bukan banyaknya berita yang diterbitkan atau seberapa ramai sebuah berita dibicarakan". 

"Yang paling berarti adalah ketika masyarakat merasa didengar, sebuah persoalan mendapat perhatian, dan informasi yang kita sampaikan memberi manfaat,” ujar Rizal, Sabtu (15/8/2026).

Selama memimpin redaksi, ia memegang prinsip bahwa berita harus berangkat dari fakta, melalui konfirmasi, berimbang, dan memberikan ruang kepada pihak yang diberitakan.

“Berita boleh dikritik dan boleh dikoreksi. Tetapi wartawan jangan takut mencari kebenaran. Selama yang diperjuangkan adalah kepentingan publik dan dilakukan dengan etika, pers harus tetap berdiri tegak,” tegasnya.

Perjalanan Jawapes selama 13 tahun diisi berbagai liputan persoalan masyarakat, pengawasan sosial, kebijakan publik serta kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. 

Bagi Rizal, nilai sebuah pemberitaan bukan berhenti pada terbitnya berita, tetapi pada manfaat dan perubahan yang lahir setelahnya.

“Menjadi pimpinan redaksi bukan hanya menentukan berita yang diterbitkan. Ada tanggung jawab menjaga wartawan, kualitas karya jurnalistik, etika, dan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Perubahan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Arus informasi semakin cepat, sementara batas antara fakta dan opini semakin tipis.

“Jangan sampai kita mengejar menjadi yang pertama, tetapi kehilangan ketepatan. Satu berita yang benar dan bertanggung jawab jauh lebih berharga daripada berita cepat yang akhirnya menyesatkan publik,” pesannya.

Kepada para wartawan khususnya wartawan Jawapes, ia mengingatkan bahwa wartawan bukan sekadar profesi, tetapi amanah publik.

“Jangan mudah dibeli, jangan mudah ditekan, dan jangan menjadikan pers sebagai alat kepentingan pribadi. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi fakta harus tetap menjadi pijakan,” tegasnya.

Memasuki usia 13 tahun, ia berharap Jawapes terus meningkatkan kompetensi wartawan, kualitas produk jurnalistik, liputan investigasi, pemanfaatan teknologi, serta mempertahankan independensi.

Menurutnya, perjalanan tersebut masih jauh dari selesai. Masih banyak suara masyarakat yang membutuhkan ruang dan persoalan publik yang membutuhkan pengawasan.

“Selama masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalannya dan selama ada fakta yang perlu dikawal, saya berharap Jawapes tetap hadir dengan cara kerja jurnalistik yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Bagi seorang wartawan, pekerjaan tidak berhenti ketika berita diterbitkan. Tanggung-jawab berlanjut ketika informasi tersebut dipercaya dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Jika suara masyarakat tidak terdengar, jurnalistik harus hadir.

Jika fakta dikaburkan, jurnalistik harus mencari kebenaran.

Jika kepentingan publik terabaikan, pers harus mengingatkan.

Itulah prinsip yang ingin terus dijaga Rizal sebagai Pimpinan Redaksi Media Jawapes.

“13 tahun ini bukan akhir perjalanan. Ini pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus terus kita jawab dengan kerja, integritas dan tanggung-jawab,” pungkasnya.

Di HUT ke-13 Media Jawapes "Mengawal Fakta, Menjaga Kepercayaan”.

13 tahun telah berlalu. Banyak yang telah dicapai, masih banyak yang harus diperjuangkan.

(Dedy)

Share: