#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Senin, 29 Juni 2026

Polda Jatim Beri Pendampingan Korban Dugaan Kekerasan Seksual Oleh Ayah Kandung Di Surabaya


Lini Indonesia, Surabaya – Direktorat Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA/PPO) Polda Jawa Timur mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya di Surabaya.

Direktur Reserse PPA/PPO Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., mengatakan, penyidik telah menetapkan seorang laki-laki berinisial ST (47), warga Surabaya, sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

"Berdasarkan hasil penyidikan sementara, penyidik menduga perbuatan tersebut terjadi berulang kali sejak tahun 2025 hingga April 2026," ujar Kombes Ganis, Senin (29/6/2026).

Kasus ini terungkap setelah korban berani menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada sang ibu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan laporan kepada pihak kepolisian sehingga penyelidikan dan penyidikan dapat dilakukan.

Meski kedua orang tua korban telah bercerai, tersangka diketahui masih kerap datang dan menginap di rumah mantan istrinya, terutama pada akhir pekan.

Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain akta kelahiran korban, kartu keluarga, akta perceraian orang tua korban, hasil visum et repertum, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan pembuktian perkara.

Penyidik menjerat tersangka dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), disertai pemberatan pidana karena pelaku merupakan orang tua kandung korban.

"Ancaman pidana yang dikenakan berupa penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun, dengan ketentuan pemberatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Kombes Ganis.

Selain proses penegakan hukum, Polda Jawa Timur memastikan korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh melalui kerja sama dengan DP3PPKB Kota Surabaya.

Pendampingan tersebut meliputi layanan kesehatan, pemulihan psikologis, perlindungan, bantuan hukum, hingga pemenuhan hak pendidikan korban.

"Kami berkomitmen terus mendampingi korban melalui layanan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta memastikan hak pendidikannya tetap terpenuhi hingga lulus SMA," ujar perwakilan DP3PPKB Kota Surabaya, Lingga Mahawan Putri, S.KM.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa penanganan perkara kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu prioritas Polda Jawa Timur.

"Polda Jawa Timur berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada setiap korban kekerasan seksual, khususnya anak, melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, serta kolaborasi dengan berbagai instansi terkait. 

Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan seksual terhadap anak maupun perempuan," tegas Kombes Abast.

Saat ini tersangka ST telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Jawa Timur sejak 23 Juni 2026. Penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

(Dedy) 

Share:

Minggu, 28 Juni 2026

Doa Lintas Agama HUT Bhayangkara Ke-80 Di Polrestabes Surabaya, Teguhkan Komitmen Pengabdian Polri


Lini Indonesia, Surabaya – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan B Mapolrestabes Surabaya saat jajaran kepolisian bersama tokoh lintas agama menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. 

Kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman sekaligus momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk semakin menguatkan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Doa lintas agama tersebut dihadiri oleh personel Polrestabes Surabaya bersama para pemuka agama dari berbagai latar belakang. 

Dengan mengusung semangat persaudaraan, seluruh peserta memanjatkan doa demi keamanan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya.



Dalam sambutan yang dibacakan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfi Sulistiawan, disampaikan, Hari Bhayangkara Ke-80 bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk melakukan refleksi terhadap amanah besar yang diemban setiap anggota Polri.

Menurutnya, tugas sebagai anggota Polri merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara yang kelak harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mensyukuri kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti apel serta doa bersama lintas agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80.



Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes menegaskan bahwa doa bersama menjadi wujud nyata kebersamaan di tengah keberagaman. Perbedaan agama, suku, maupun latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu memohon keselamatan dan kedamaian bagi Indonesia.

Melalui doa yang dipanjatkan bersama, seluruh peserta berharap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan perlindungan, keberkahan, serta menjaga Kota Surabaya tetap aman, rukun, damai, dan kondusif.

"Melalui kebersamaan ini kita memohon agar bangsa Indonesia selalu diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai persoalan yang dapat memecah persatuan, serta senantiasa memperoleh keberkahan dalam setiap langkah pembangunan," tutur, Koapolrestabes, pada Senin (29/6).

Kapolrestabes juga mengingatkan bahwa menjadi anggota Polri berarti memilih jalan pengabdian yang penuh tanggung jawab. Setiap pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan warga, hingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan.

Karena itu, seluruh personel Polrestabes Surabaya diajak untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang humanis dengan mengedepankan hati nurani.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih apabila setiap anggota Polri bekerja secara jujur, profesional, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Kapolrestabes berharap doa bersama lintas agama menjadi ikhtiar batin bagi seluruh personel Polri agar senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan perlindungan dalam menjalankan amanah.

Selain itu, doa juga dipanjatkan agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan, konflik sosial, maupun berbagai bencana yang dapat mengganggu persatuan nasional.

Semangat Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan semakin memperkokoh komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta Presisi demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

(Dedy) 

Share:

Edi Hasibuan : Meningkatnya Citra Polri Jadi Apresiasi Masyarakat Atas Kinerja Kepolisian


Lini Indonesia, Jakarta – Tren positif terhadap citra institusi Polri terus menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi gambaran semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara sebagai institusi yang menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada publik.

Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menyambut baik capaian tersebut. 

Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri merupakan bentuk apresiasi masyarakat atas berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan institusi kepolisian.

“Hasil survei kinerja Polri ini, akan menjadi bagian kado masyarakat terhadap Polri,” katanya, Jum'at (26/6/2026).

Dosen Pascasarjana itu menilai peningkatan citra positif tidak terlepas dari komitmen Polri dalam memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat profesionalisme personel, meningkatkan transparansi, serta menjalankan penegakan hukum secara lebih baik.

“Naiknya citra positif Polri menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan yang dilakukan institusi kepolisian,” katanya.

Menurut Edi, kepercayaan masyarakat merupakan aset penting yang harus terus dijaga oleh Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. 

Karena itu, ia berharap hasil survei tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kita minta kepada seluruh jajaran Polri, angka kepercayaan publik yang tinggi jangan membuat polri cepat berpuas diri. Justru harus menjadi dorongan agar reformasi internal, peningkatan integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Edi juga meyakini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri masih dapat terus meningkat apabila institusi tersebut mampu mempertahankan konsistensi kinerja, memperkuat profesionalisme personel, serta tetap membuka ruang bagi evaluasi dan kritik yang konstruktif sebagai bagian dari proses perbaikan.

 (Dedy) 

Share:

Bhabin Kamtibmas Polsek Rembang Pantau Budidaya Lele, Dukung Ketahanan Pangan Nasional


Lini Indonesia, Pasuruan – Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polsek Rembang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan pemantauan budidaya pembesaran ikan lele milik warga di Desa Pejangkungan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Rembang, Aiptu Rizal CH, dengan meninjau langsung kolam budidaya ikan lele milik warga binaan yang berada di Dusun Bunut Selatan. 

Budidaya tersebut merupakan bagian dari Program 1 Ketahanan Pangan pada lahan produktif di Desa sebagai percontohan yang bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.

Dalam pemantauan tersebut, Aiptu Rizal CH berdialog dengan pemilik usaha budidaya mengenai perkembangan pertumbuhan ikan, pola pemberian pakan, hingga kondisi kolam. 

Berdasarkan hasil pengecekan, ikan lele menunjukkan pertumbuhan yang baik, sehat, dan sesuai dengan target pembesaran sehingga berpotensi memberikan hasil panen yang optimal.

Kapolsek Rembang AKP Supriyanto, S.H., menyampaikan bahwa pendampingan dan pemantauan secara berkala merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

Selain memberikan rasa aman, Polri juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam mendorong keberhasilan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha budidaya perikanan sebagai sumber pangan bergizi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. 

Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan, sehingga program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dapat terwujud secara nyata hingga tingkat desa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

(Dedy) 

Share:

500 Penari Semarakkan Segoro Topeng Kaliwungu, Kapolres Lumajang Dorong Pelestarian Budaya


Lini Indonesia, Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar, S.H., M.H., S.I.K. bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri Festival Segoro Topeng Kaliwungu 2026 yang digelar di kawasan Pantai Watu Pecak, Dusun Krajan Dua, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026).

Festival budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.



Kehadiran para pengunjung menambah semarak salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Lumajang tersebut.

Tahun ini, Festival Segoro Topeng Kaliwungu mengusung tema "Lamadjang: The Land of Glory" dengan menampilkan tarian kolosal yang diperagakan sekitar 500 penari.



Pertunjukan tersebut mengisahkan lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik tradisional, dan kekayaan budaya lokal yang merefleksikan kejayaan Kerajaan Lamajang Tigang Njuru.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival ini juga menjadi sarana pelestarian Seni Topeng Kaliwungu sebagai warisan budaya daerah, memperkuat identitas budaya Lumajang, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata kepada masyarakat luas.



Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, Polri memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan masyarakat, melestarikan budaya bangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Menurutnya, pelaksanaan festival budaya seperti Segoro Topeng Kaliwungu memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mampu membangkitkan sektor ekonomi kreatif melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Festival Segoro Topeng Kaliwungu merupakan kebanggaan masyarakat Lumajang".



 "Polres Lumajang mendukung penuh kegiatan budaya seperti ini karena menjadi wadah mempererat persatuan, memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Kapolres menambahkan, Polres Lumajang berkomitmen memberikan pengamanan secara maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman.

"Keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya sebuah event nasional. Kami ingin memastikan seluruh peserta, seniman, dan masyarakat dapat menikmati festival dengan aman sehingga citra Lumajang sebagai daerah tujuan wisata budaya semakin meningkat," tambahnya.



Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kabupaten Lumajang merupakan amanah yang harus dijaga dengan menghadirkan pertunjukan budaya yang berkualitas sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda.

"Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya".



"Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara Karisma Event Nusantara," ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

Festival Segoro Topeng Kaliwungu tahun ini turut dihadiri Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI Marsha Nadila, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur Endah Budi Heryani, Ketua ICCN Korda Jawa Timur Muhammad Anwar, anggota DPR RI, akademisi, tokoh budaya, Mantan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

(Eksan) 

Share:

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Panen Raya Terong Tumpang Sari Dukung Swasembada Pangan


Lini Indonesia, Surabaya – Sinergi lintas sektor demi mewujudkan ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak. 

Melalui Polsek Kenjeran, Polri menggandeng Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kota Surabaya dan Kelompok Tani (Poktan) Nandur Makmur untuk menggelar panen raya komoditas terong, Minggu (28/6/2026).

Panen raya tersebut memanfaatkan lahan ketahanan pangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang berlokasi di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. 

Menariknya, budidaya terong ini menerapkan teknik tumpang sari, yakni ditanam di antara  tanaman jagung untuk memaksimalkan lahan yang terbatas di kawasan perkotaan.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, sekaligus menyukseskan program Astacita Presiden terkait swasembada pangan.

“Kami tidak hanya memetakan potensi keamanan wilayah, tetapi juga ikut turun ke ladang. Panen terong tumpang sari ini menjadi bukti bahwa optimalisasi lahan sekecil apa pun bisa berdampak besar bagi ketahanan pangan lokal,” ujar Iptu Suroto.

Keberhasilan panen kali ini tidak lepas dari pendampingan teknis intensif dari PPL Pertanian Kota Surabaya. 

Para petani Poktan Nandur Makmur dibina mulai dari pemilihan benih, perawatan, hingga penanganan hama, sehingga menghasilkan kualitas terong yang prima meskipun berada di lahan perkotaan.

Iptu Suroto berharap hasil panen ini tidak hanya memperkuat stok pangan lokal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat urban Surabaya untuk lebih mandiri secara pangan.

“Kami akan terus hadir mendampingi kelompok tani. Sinergi ini adalah modal utama kita menuju target swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

(Dedy) 

Share:

Polri Gelar Pasar Rakyat Dan Bazar UMKM Serentak Di Lima Wilayah, Semarakkan Hari Bhayangkara Ke-80


Lini Indonesia, Jakarta - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM secara serentak di lima wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (28/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Koordinator Pasar Rakyat Wilayah Jakarta Selatan, Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.I.K., M.M., menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara Polri dengan masyarakat". 

"Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat secara langsung melalui pasar rakyat, bazar UMKM, dan berbagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh keluarga,” ujar Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

Di setiap lokasi disiapkan sebanyak 5.000 paket beras premium ukuran 5 kilogram, 5.000 paket gula kemasan 1 kilogram, dan 5.000 paket minyak goreng kemasan 1 liter. 

Dengan lima lokasi penyelenggaraan, secara keseluruhan tersedia 75.000 paket sembako bagi masyarakat.

"Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan pun jauh di bawah harga pasaran". 

"Beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp 50.000 per-paket, gula kemasan 1 kilogram seharga Rp 10.000 per-paket, dan minyak goreng kemasan 1 liter juga seharga Rp 10.000 per-paket". 

Melalui program pasar murah tersebut, Polri berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kebutuhan sehari-hari.

Selain pasar murah, masyarakat juga dapat menikmati Bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai pelaku usaha. 

Kegiatan semakin semarak dengan adanya pembagian makanan dan minuman gratis, aneka suvenir dari Polri, area permainan anak-anak, hingga kegiatan nonton bareng Piala Dunia yang menjadi hiburan bagi seluruh keluarga.

Menurut Kombes Tri Wahyu Budiyanto, penyelenggaraan Pasar Rakyat dan Bazar UMKM tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi semata, melainkan juga menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.

Dengan semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta hadir sebagai institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

(Dedy) 

Share: