#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Selasa, 08 September 2026

Kapolda Jatim Buka Pesmaba UMM, Ajak Mahasiswa Bijak Bermedia Digital Dan Jaga Jatim


Lini Indonesia, Kota Malang – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs., Nanang Avianto, M.Si., secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti sekitar 7.500 mahasiswa baru di Kampus III UMM, Selasa (8/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Nanang menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan UMM sekaligus menyambut para mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan akademiknya.

Kapolda Jatim menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi harus disikapi secara bijak dengan mengedepankan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika dalam bermedia.

“Dalam memperoleh dan menyebarkan informasi di era digital harus diimbangi dengan kemampuan menyaring yang kuat. Jangan sampai mahasiswa justru menjadi bagian dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau provokasi di ruang digital,” tegas Irjen Nanang.

Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok terdidik memiliki peran penting dalam membangun ruang digital yang sehat sekaligus menjaga kehidupan sosial yang aman dan kondusif.

Kapolda Jatim juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengambil peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui semangat Jogo Jatim, baik di lingkungan kampus, tempat tinggal, maupun ruang digital.



“Jadilah generasi yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Jawa Timur dan Indonesia. Jogo Jatim, Jogo Indonesia,” pesan Irjen Nanang.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., mengatakan, Pesmaba tidak hanya menjadi sarana pengenalan kehidupan kampus, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.

Selain penguatan literasi digital, Pesmaba tahun ini juga memberikan perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Pesmaba kali ini turut meneguhkan perhatian kampus terhadap isu lingkungan berkelanjutan. Peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah daerah menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menjaga lingkungan,” ungkap Prof. Nazaruddin.

Para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan konsep ekonomi sirkuler serta pengelolaan sampah menjadi energi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui Pesmaba, mahasiswa baru UMM diharapkan tidak hanya siap memasuki kehidupan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kritis, berintegritas, bijak dalam memanfaatkan teknologi, peduli terhadap lingkungan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

(Dedy)

Share:

Hari Jadi Ke-78 Polwan RI, Kapolda Jatim : Polwan Harus Profesional Dn Beri Dampak Nyata Bagi Masyarakat


Lini Indonesia, Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. mendorong Polisi Wanita (Polwan) untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Irjen Nanang dalam peringatan Hari Jadi Ke-78 Polwan Republik Indonesia di Gedung Mahameru Polda Jatim, Selasa (8/9/2026).

Momentum tersebut sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Polwan yang kini semakin banyak dipercaya mengemban berbagai tugas dan jabatan strategis di lingkungan Polri.

Irjen Nanang mengatakan, peran Polwan telah berkembang jauh sejak pertama kali dibentuk pada 1 September 1948. Polwan kini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Sejak kelahirannya pada 1 September 1948, eksistensi Polwan terus mengalami transformasi". 

"Kehadiran Polwan tidak lagi sekadar melengkapi organisasi, melainkan telah menjadi bagian penting dalam kekuatan dan pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Irjen Nanang.

Menurutnya, kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan menduduki jabatan strategis harus diberikan berdasarkan kompetensi, kapabilitas, dan profesionalitas.

“Kesetaraan ini bukan semata-mata tuntutan gender, melainkan murni didasarkan pada kompetensi, kapabilitas, dan profesionalitas setiap individu,” kata Irjen Nanang.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi kiprah Polwan Polda Jatim yang telah dipercaya menjalankan berbagai tugas penting. Ia meminta seluruh Polwan terus meningkatkan kapasitas, termasuk kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.

“Jalankan amanah kedinasan dengan penuh kesungguhan dan tanggung-jawab. Tunjukkan kinerja, disiplin, integritas, dan profesionalitas dalam setiap penugasan,” tegas Irjen Nanang.

Sementara itu, Ibu Asuh Polwan Polda Jatim Ny. Dewi Nanang Avianto menekankan pentingnya kepedulian dan ketulusan dalam setiap pengabdian. Menurutnya, dampak besar tidak selalu harus lahir dari tindakan besar.

“Sebuah senyum, kepedulian, tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus, dapat memberikan dampak yang besar bagi orang lain,” ujar Ny. Dewi.

Pesan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Ke-78 Polwan, “One Police Woman, Extraordinary Impact”. 

Setiap Polwan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui tugas kedinasan maupun interaksi langsung dengan masyarakat.



Ny. Dewi juga mengingatkan bahwa di luar tugas kedinasan, Polwan memiliki berbagai peran dalam keluarga. Menjalankan berbagai peran tersebut memang tidak selalu mudah, namun keluarga diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan pengabdian.

“Namun saya percaya, keluarga bukanlah penghalang dalam pengabdian, melainkan sumber kekuatan untuk menjalankannya,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh Polwan untuk saling mendukung dan tidak membiarkan rekan sesama Polwan menghadapi persoalan sendirian. 

Polwan senior diharapkan dapat menjadi teladan dan tempat berbagi pengalaman, sementara Polwan muda membawa semangat serta gagasan baru.

“Jangan biarkan ada rekan yang merasa berjalan sendirian dalam menjalankan pengabdian,” ujar Ny. Dewi.

Peringatan Hari Jadi Ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat profesionalitas, integritas, kepedulian, serta soliditas Polwan dalam menjalankan tugas kepolisian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ketahuilah, apa pun yang saudari hadapi dalam menjalankan pengabdian, selalu ada kami yang senantiasa peduli, mendampingi, dan memberikan dukungan,” pungkas Ny. Dewi. 

(Dedy)

Share:

Satgas Pangan Polrestabes Surabaya Sidak Pasar, Stok Dan Harga Beras Terpantau Aman


Lini Indonesia, Surabaya - Satgas Pangan Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Satgas Pangan Polda Jawa Timur melakukan inspeksi (sidak) untuk memeriksa ketersediaan stok dan harga beras di Pasar Pucang Anom dan Pasar Genteng, Surabaya, Selasa (8/9/2026).

Sidak dipimpin Unit 5 Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya, yakni Kanit 5 Tipidek AKP Tony Hariyanto, S.H., M.H., Kasubnit Tipidek Iptu Ranggi Putra Perdana, S.H., M.H.; Kasubnit Tipidek Ipda Natanael V., S.Kom. dan Tim Operasional Unit 5 Tipidek.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), medium, dan premium sekaligus mencegah penjualan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung, S.E., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kebutuhan beras masyarakat di wilayah Kota Surabaya sejauh ini masih tercukupi.

“Untuk wilayah Surabaya, ketersediaan stok maupun harga beras secara umum masih terpantau aman. Harga beras SPHP dan medium juga masih relatif normal serta sesuai dengan ketentuan HET,” kata AKP Hadi.

Di Pasar Pucang Anom, petugas melakukan pemeriksaan di Toko Mitra Barokah, Toko Anas, dan Toko Sumber Makmur. Berdasarkan hasil pemantauan, beras SPHP dijual pada kisaran Rp 58.000 hingga Rp60.000 per-kemasan lima kilogram.

Petugas juga memeriksa harga beras medium dan premium. Harga jual beras medium tercatat bervariasi sesuai dengan jenis dan ukuran kemasannya, sedangkan harga beras premium berada pada kisaran yang berbeda berdasarkan merek dan jalur distribusi masing-masing pedagang.

Sementara itu, di Pasar Genteng, pengecekan dilakukan di sejumlah titik penjualan, antara lain TPID, Toko Iskandar, Toko Asat M10, serta Toko Rochman B17–18. Beras SPHP di pasar tersebut dijual pada kisaran Rp 59.000 hingga Rp 60.000 per- kemasan lima kilogram.

Untuk beras premium, harga jual ditemukan bervariasi berdasarkan merek, kualitas, ukuran kemasan, serta harga dari pemasok. 

Beberapa produk tercatat dijual di atas HET karena pedagang memperoleh barang dari tengkulak atau pemasok dengan harga yang berbeda.

Meski demikian, Satgas Pangan memastikan bahwa secara keseluruhan kondisi stok dan harga beras di dua pasar tersebut masih aman dan terkendali. 

Petugas juga mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil keuntungan secara tidak wajar serta tetap mematuhi ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala PD Pasar Genteng Ida dan Kepala PD Pasar Pucang Anom Farah.

AKP Hadi menambahkan, pemantauan stok dan harga bahan pangan dilaksanakan secara rutin setiap hari oleh Satgas Pangan Polrestabes Surabaya atas perintah Kapolrestabes Surabaya melalui Kasat Reskrim. 

"Pelaksanaannya dilakukan oleh Unit 5 Tipidek Satreskrim Polrestabes Surabaya".

“Pengawasan ini bertujuan menjaga ketersediaan stok beras SPHP, medium, dan premium, sekaligus memastikan tidak ada pihak yang menjual beras melampaui batas HET yang ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

(Dedy)

Share:

Dukung Asta Cita, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berdayakan Kelompok Tani Tanam Golden Melon


Lini Indonesia, Surabaya – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur sekaligus menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman melon kuning atau golden melon di lahan Lapangan Colombo, Jalan Ikan Dorang Baru, RT 08/RW 03, Kelurahan Perak Barat, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh personel penggerak ketahanan pangan Polsek Krembangan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dengan menggandeng Dinas Pertanian Kota Surabaya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Kelompok Tani Colombo Garden.

"Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan milik Pemerintah Kota Surabaya agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," tutur Iptu Suroto, pada Selasa (8/9).



Iptu Suroto menjelaskan pemilihan golden melon sebagai komoditas yang dibudidayakan mempertimbangkan nilai ekonomis dan kualitas buah yang dihasilkan. 

Melalui pendampingan dari tenaga penyuluh pertanian, proses budidaya diharapkan berjalan dengan baik sehingga mampu menghasilkan buah segar unggulan dengan kualitas panen yang optimal.

"Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan kelompok tani serta penguatan partisipasi masyarakat dalam mendukung ketersediaan pangan di wilayah perkotaan," katanya.

Kehadiran personel penggerak ketahanan pangan diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani juga menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut.

Melalui penanaman golden melon ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berharap gerakan ketahanan pangan dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kelurahan Perak Barat dan Kecamatan Krembangan.

Iptu Suroto menegaskan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat kepolisian, tenaga pendamping, hingga masyarakat sebagai pelaksana utama di lapangan.

(Dedy)

Share:

Senin, 07 September 2026

Polri : Salus Populi Suprema Lex Esto, Keselamatan Masyarakat Adalah Hukum Tertinggi


Lini Indonesia, Cikeas – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana maupun konflik sosial. Prinsip tersebut menjadi landasan Polri dalam menyiapkan kekuatan personel dan sarana prasarana melalui Operasi Aman Nusa I dan Operasi Aman Nusa II.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden yang kemudian diteruskan Kapolri melalui apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Lapangan Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

“Secara prinsip, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Salus Populi Suprema Lex Esto. Ini menjadi salah satu prinsip dari kita,” ujar Isir dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Isir menjelaskan, Polri menggelar dua operasi kontingensi sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dinamika yang berkembang. Operasi Aman Nusa I disiapkan untuk menghadapi potensi konflik sosial, sedangkan Operasi Aman Nusa II difokuskan pada penanganan bencana alam.

Kesiapan tersebut dilakukan menyusul berbagai potensi bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Polri terus mengawal proses pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur yang kini mulai memasuki tahap pemulihan.

Di sisi lain, Polri juga terus menangani ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas, salah satunya Kalimantan Barat. Penguatan dilakukan melalui satuan tugas penyuluhan dan edukasi untuk memetakan serta menangani akar persoalan karhutla.

Selain itu, Polri mencermati peningkatan aktivitas vulkanik sejumlah gunung api di Indonesia, mulai dari Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur hingga Gunung Ibu di Maluku Utara.

“Polda-Polda yang di mana ada gunung-gunung berapi yang menunjukkan aktivitas vulkanik itu kemudian sudah dalam kondisi yang siap siaga untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan,” kata Isir.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Polri melakukan pengecekan kekuatan personel serta berbagai sarana dan prasarana pendukung. Kesiapan itu mencakup satuan tugas sosialisasi dan edukasi, pencarian dan pertolongan, hingga dukungan teknis untuk penanganan bencana maupun konflik sosial.

Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana mengatakan, dalam apel tersebut sebanyak 5.582 personel dari Mabes Polri disiapkan untuk diperbantukan atau di-BKO-kan kepada Polda yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi bencana.

“Jumlah dari anggota yang diapelkan itu adalah 5.582. Jumlah ini adalah kekuatan yang ada di Mabes Polri untuk nantinya di-BKO-kan kepada Polda yang memerlukan perbantuan dari Mabes Polri,” ujar Laksana dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Menurut Laksana, dukungan yang diberikan Polri tidak hanya berupa personel, tetapi juga berbagai peralatan untuk mendukung penanganan bencana. Kekuatan tersebut meliputi helikopter, fixed wing, kendaraan operasional, dapur lapangan, water treatment, kendaraan kesehatan hingga personel psikologi untuk memberikan layanan trauma healing.

“Bukan hanya personel yang dibackupkan di sana, tetapi peralatan juga. Baik itu heli, baik itu fixed wing, baik itu kendaraan yang tadi rekan-rekan bisa lihat,” jelasnya.

Laksana menambahkan, Polri juga menyiapkan personel dengan kemampuan khusus untuk mendukung proses pencarian, evakuasi dan perawatan korban. Seluruh kekuatan tersebut dapat digerakkan ke Polda yang terdampak apabila membutuhkan perbantuan.

“Dan apabila Polda yang tidak terkena dampak bencana bisa membantu Polda yang terdampak bencana,” katanya.

Pola tersebut, lanjut Laksana, telah diterapkan dalam penanganan bencana sebelumnya. Polda yang wilayahnya tidak terdampak dapat mengirimkan personel untuk memperkuat Polda yang menghadapi bencana sehingga penanganan di lapangan dapat berjalan lebih optimal.

“Polda yang tidak terdampak ini di-BKO-kan ke Polda yang terdampak untuk menambah kekuatan,” ujar Laksana.

Sementara itu, Isir mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Ia juga mengimbau masyarakat yang terdampak bencana untuk memanfaatkan layanan kepolisian melalui hotline 110.

“Kami siap untuk kemudian membantu. Silakan gunakan hotline yang kami, yaitu 110, karena kami akan siap untuk kemudian merespons dan membantu,” tutur Isir.

Isir juga mengingatkan masyarakat agar mencermati setiap informasi yang beredar di ruang digital, terutama informasi terkait aktivitas gunung api, bencana maupun penutupan bandara. Masyarakat diminta mengutamakan informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.

“Masyarakat tetap tenang karena negara dan pemerintah memastikan untuk bisa hadir,” tegasnya.

Dengan kesiapan personel, peralatan, serta dukungan lintas wilayah tersebut, Polri memastikan Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II menjadi bagian dari langkah kontingensi untuk memberikan respons cepat terhadap setiap perkembangan situasi.

Seluruh kesiapan itu pada akhirnya diarahkan untuk memastikan keselamatan dan perlindungan masyarakat, sebagaimana prinsip yang ditegaskan Kadivhumas Polri, Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.

(Dedy)

Share:

Polri Kerahkan Water Cannon Dan Bagikan Masker, Layani Masyarakat Terdampak Material Erupsi Gunung Anak Krakatau


Lini Indonesia, Jakarta - Polri bergerak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat menyusul dampak material erupsi Gunung Anak Krakatau yang dirasakan di sejumlah wilayah, Senin (7/9/2026).

Sejumlah langkah pelayanan dilakukan jajaran Polri, mulai dari penyemprotan ruas jalan yang terdampak endapan abu vulkanik menggunakan Armoured Water Cannon (AWC), pembagian masker, kesiapan layanan kesehatan, hingga penyiapan personel SAR dan patroli Sabhara.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak material erupsi, khususnya mengurangi endapan abu vulkanik yang berpotensi kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Pelayanan dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Lampung, Banten, Jakarta dan sekitarnya, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat. Jajaran Polri terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

Di Bandar Lampung, Ditsamapta Polda Lampung mengerahkan 1 unit AWC, 1 unit R-4 Karhutla dan 2 unit R-4 pengawalan/patroli untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan, yakni Jl. ZA Pagar Alam, Jl. Teuku Umar, Jl. Raden Intan, Jl. Ahmad Yani dan Jl. Jenderal Sudirman.

Tidak hanya melakukan penyemprotan, jajaran Polda Lampung juga memperkuat mitigasi kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat. Personel Polresta Bandar Lampung bersama Bhayangkari turun langsung membagikan masker kepada pengendara di kawasan Tugu Adipura.

Pembagian masker juga dilakukan jajaran Polres Lampung Utara kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari potensi paparan abu vulkanik saat beraktivitas di luar ruangan.

Polda Lampung melalui Biddokkes juga menyiapkan langkah mitigasi kesehatan, termasuk kesiapan tim medis, koordinasi pelayanan kesehatan, evakuasi apabila diperlukan serta fasilitas kesehatan rujukan.

Sementara di wilayah hukum Polda Banten, respons dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan 6 unit AWC yang didukung 4 unit R-4 pengawalan/patroli dan 2 unit R-2 pengawalan/patroli.

Penyemprotan dilakukan jajaran Polres dan Polresta di sejumlah titik prioritas. Polres Pandeglang melakukan penyemprotan di Jl. Bhayangkara dan jalur sekitar Alun-Alun Pandeglang. Polres Cilegon menyasar kawasan Jl. Jenderal Sudirman–Bank BJB Cilegon dan Simpang PCI Cilegon.

Kemudian Polresta Serang Kota melakukan penyemprotan di Jl. Protokol Ahmad Yani. Polres Lebak menyasar Jl. RA Kartini, Jl. Iko Jatmiko, Alun-Alun Rangkasbitung, Balong Ranca Lentah, Jl. Insinyur Juanda dan Jl. Siliwangi.

Adapun Polres Serang melakukan penyemprotan di jalur Arteri–Tangerang, sedangkan Polresta Tangerang melakukan langkah serupa di Jl. Protokol dan Jl. Pemda Kabupaten Tangerang.

Penyemprotan dilakukan untuk membantu mengurangi endapan debu vulkanik di ruas jalan sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan dan menjaga kelancaran lalu lintas. 

Selama kegiatan berlangsung, personel mengedepankan keselamatan masyarakat serta memastikan aktivitas dan mobilitas warga tetap berjalan tertib, aman dan kondusif.

Di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi, jajaran Polda Metro Jaya turut mengerahkan AWC berkapasitas 6.000 liter untuk membasahi sejumlah ruas jalan. 

Lokasi tersebut meliputi jalur Patung Kuda–Bank Indonesia–Sarinah–Bundaran HI, Cipinang–Rawamangun–Pulogadung, Jl. RE Martadinata, Jl. Pondok Cabe Raya serta Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat.

Selain melakukan penyemprotan, personel Brimob Polda Metro Jaya juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

Di wilayah Jawa Barat, Polres Bogor mengerahkan kendaraan AWC untuk membersihkan endapan abu vulkanik pada sejumlah ruas jalan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Langkah serupa juga dilakukan Polres Cianjur dengan membagikan sekitar 2.000 masker medis kepada pengguna jalan sebagai bentuk pelayanan dan upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Selain langkah penanganan di tingkat kewilayahan, Kakorsabhara Baharkam Polri juga menyiapkan personel dan sarana SAR serta patroli Sabhara untuk mendukung penanganan apabila dibutuhkan.

Kesiapan tersebut mencakup dukungan pencarian dan pertolongan, evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, pengaturan lalu lintas serta patroli di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat material erupsi.

Personel SAR dan patroli Sabhara disiapkan untuk bergerak sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan. 

Mereka juga siap membantu masyarakat, melakukan pemantauan jalur, mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berlangsung aman dan tertib.

Pelayanan juga diberikan kepada masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta. Personel Polri membagikan masker, melakukan pemeriksaan kesehatan, menyediakan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan, serta membagikan makanan ringan kepada penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.

Seluruh langkah tersebut merupakan tindak lanjut kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Jajaran dari tingkat pusat hingga kewilayahan terus melakukan pemantauan dan menyiapkan sumber daya yang dapat digerakkan sesuai perkembangan situasi.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan jajaran Polri terus bergerak berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi di masing-masing wilayah.

“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan pelayanan. 

Water Cannon dikerahkan untuk membantu menangani endapan abu di jalan, masker dibagikan, pelayanan kesehatan diberikan, serta personel SAR dan patroli Sabhara disiapkan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus kepedulian Polri untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan pelayanan di tengah situasi yang dapat mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Personel di lapangan terus memantau kondisi, memberikan edukasi, membantu pengguna jalan maupun masyarakat yang terdampak, serta siap melakukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan,” katanya.

Trunoyudo menegaskan, tidak menutup kemungkinan jajaran Polda dan Polres lainnya akan melakukan langkah serupa apabila terdapat wilayah yang turut terdampak material erupsi.

“Setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, jajaran Polda dan Polres terus melakukan pemantauan. Apabila terdapat dampak terhadap masyarakat, personel siap bergerak memberikan pelayanan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, seperti PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Layanan Polisi 110. Sementara untuk kondisi yang membutuhkan pencarian, pertolongan maupun evakuasi, laporan masyarakat akan dikoordinasikan dengan personel dan unsur SAR terkait.

Polri terus memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh jajaran di wilayah yang terdampak maupun berpotensi terdampak siap bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Dedy)

Share:

Satgas Pangan Polda Jatim Sidak Pasar Pucang, Usut Beras Premium Di Atas HET



Lini Indonesia, Surabaya – Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Perum Bulog dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Pucang, Surabaya, pada Senin (7/9/2026). 

Langkah taktis ini diambil untuk memantau langsung ketersediaan pasokan serta pergerakan harga komoditas pokok, khususnya beras dan Minyakita di tingkat pengecer. 

Tim gabungan menyisir sejumlah lapak pedagang guna merespons laporan masyarakat terkait lonjakan harga beras premium belakangan ini.

Dir. Reskrimsus Polda Jatim sekaligus Kasatgas Pangan Jatim, Kombes Pol. Dodi Ruyatman, mengungkapkan, bahwa operasi gabungan ini sangat krusial untuk memvalidasi kondisi riil suplai pangan di lapangan.

"Satgas Pangan turun bersama untuk mengecek suplai beras, terutama varian premium". 

"Kami mengonfirmasi adanya informasi mengenai kelangkaan dan tingginya harga beras premium di pasar," ujar Kombes Pol. Dodi Ruyatman di sela-sela sidak.

Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Pucang, stok beras premium sebenarnya relatif aman dan tersedia. Beberapa merek dagang terpantau masih dijual sesuai ketentuan standar. 

Meski begitu, petugas tidak menampik adanya beberapa merek lain yang harganya sudah melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menyikapi temuan tersebut, Kombes Pol Dodi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ditreskrimsus Polda Jatim berkomitmen melakukan pendalaman intensif terhadap rantai pasok hilir guna mengurai pemicu utama lonjakan harga tersebut.

"Kami akan menelusuri dari mana asal pasokan beras yang dijual di atas HET ini. Kita harus tahu rantai distribusinya hingga harganya bisa melonjak di tingkat pedagang," tegasnya.

Selain mengawasi pergerakan harga, Satgas Pangan Jatim juga memperketat pengawasan untuk mengantisipasi praktik curang dan spekulan. 

Salah satu yang diwaspadai adalah modus pengoplosan atau repacking, di mana beras medium dikemas ulang menggunakan karung premium demi meraup keuntungan sepihak.

"Kami memonitor ketat potensi perilaku menyimpang dari oknum pengusaha. Misalnya, memanipulasi beras medium menjadi kemasan beras premium. Namun, khusus di Pasar Pucang hari ini, kami belum menemukan indikasi kecurangan tersebut. Monitoring akan terus kami lakukan secara berkala," jelas Kombes Pol Dodi.

Sementara itu, perwakilan Bulog Divre Jatim memastikan distribusi pangan tetap normal dan lancar. Untuk meredam gejolak harga, Bulog terus menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar-pasar. 

"Suplai dari kami lancar dan beras premium tetap tersedia di pasar. Selain itu, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) terus kami gelontorkan secara masif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di seluruh wilayah Jawa Timur," kata perwakilan Bulog.

Menurut Bulog, kenaikan harga beras premium saat ini lebih dipicu oleh faktor musiman akibat penurunan volume produksi pasca-panen raya terlewati.

Tak hanya beras, tim gabungan juga memastikan pasokan Minyakita aman di tingkat hilir dengan harga dari Bulog sebesar Rp 15.700 demi menjaga keterjangkauan masyarakat. 

(Dedy)

Share: