#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Warga Beserta Tokoh Masyarakat Bongkar Bisnis Esek-esek Berkedok Dijadikan LC

Pasuruan, LINDO - Praktek perdagangan manusia (Human Traffiking) anak dibawah umur untuk dijadikan LC sebagai pemuas laki-laki hidung belang masih marak dan berulang kali terjadi di dalam masyarakat.

Kapolres Madiun Sambangi Masjid Terowongan, Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas Lewat Jum’at Curhat

Lini Indonesia, Madiun – Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama Polres Madiun melaksanakan ibadah Sholat Jum’at sekaligus kegiatan Jum’at Curhat di Masjid Terowongan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, pada Jum'at (12/12/2025)

Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis Di Gate Pelabuhan Jamrud

Lini Indonesia, Surabaya - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik

Do'a Bersama HUT Reserse, Kapolres : Spiritual Perkuat Mental

Lini Indonesia, Pasuruan - Polres Pasuruan memperingati Hari Jadi Reserse Ke-78 dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Polres Pasuruan, Kamis (4/12/2025)

Patroli Jalan Kaki Kapolrestabes Surabaya Di KBS, Bagi Cokelat Dan Jamin Keamanan Pengunjung

Lini Indonesia, Surabaya – Suasana Lebaran masih terasa di Surabaya. H+5 Idul Fitri, Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Lutfi Sulistiawan, tak hanya memimpin patroli rutin, tetapi juga melakukan patroli kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Jum'at siang (3/4/2025)

Jumat, 12 Juni 2026

NUTRISI JAWAPES PANENMAX® Hadir Saat Pembudidaya Dihantui Masalah Air, Amonia, Dan Tingginya Kematian Ikan-Udang


Lini Indonesia, Surabaya – Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional, banyak pembudidaya ikan dan udang masih menghadapi persoalan klasik yang terus menggerus keuntungan, mulai dari kualitas air tidak stabil, amonia tinggi, nafsu makan menurun, pertumbuhan lambat, hingga tingginya risiko kematian yang berujung pada kerugian dan gagal panen.

Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Jawapes Indonesia Emas melalui program Jaran Kepang (Jaringan Aksi Nasional Ketahanan Pangan) memperkenalkan NUTRISI JAWAPES PANENMAX®.

Inovasi multi enzyme organik yang dirancang membantu pembudidaya ikan dan udang mengatasi persoalan kualitas air, menekan risiko kematian, serta mendorong panen yang lebih cepat dan maksimal.

Formulator produk, Erix Kurniawan Hendrianto, menegaskan bahwa banyak kegagalan budidaya sebenarnya berawal dari menurunnya kualitas air yang sering tidak disadari pembudidaya.

“Ketika limbah organik menumpuk, amonia meningkat, air keruh, dan kesehatan insang terganggu, maka nafsu makan serta pertumbuhan ikan dan udang ikut menurun. 

PANENMAX® diformulasikan untuk membantu mengurai limbah organik, menstabilkan kualitas air, mengurangi pembentukan amonia dan gas beracun, sehingga lingkungan budidaya menjadi lebih sehat dan produktif,” ujarnya, Jum'at (12/6/2026).

Menurut Erix, kualitas air yang terjaga merupakan fondasi utama keberhasilan budidaya. 

Dengan lingkungan yang lebih baik, pertumbuhan ikan dan udang dapat berlangsung lebih optimal, survival rate lebih terjaga, dan potensi hasil panen meningkat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jawapes Indonesia Emas, Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA, menegaskan, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal pertanian. Perikanan adalah sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketersediaan pangan. 

Karena itu kami menghadirkan inovasi yang dapat membantu pembudidaya meningkatkan produktivitas, menjaga survival rate, dan memaksimalkan hasil panen,” tegasnya.

Rizal menambahkan, program Jaran Kepang dibangun sebagai gerakan nyata yang menghadirkan solusi langsung kepada masyarakat, bukan sekadar konsep atau wacana.

“Pembudidaya membutuhkan solusi yang efektif, mudah diaplikasikan, dan mampu membantu meningkatkan efisiensi produksi". 

"Jika kualitas air terjaga, risiko kematian dapat ditekan, pertumbuhan lebih cepat, dan peluang panen maksimal semakin besar. Inilah komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia,” katanya.

Dengan kemampuan membantu menstabilkan pH, mengurangi kekeruhan air, menguraikan limbah organik, menjaga kesehatan lingkungan budidaya, meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, serta mendukung panen lebih cepat dan maksimal. 

NUTRISI JAWAPES PANENMAX® diharapkan menjadi solusi baru bagi budidaya ikan dan udang air tawar maupun air laut yang lebih sehat, produktif, dan menguntungkan.

“Dari Air Berkualitas, Menuju Panen Berkualitas.” Sebuah pesan yang menegaskan bahwa keberhasilan panen besar selalu diawali dari kualitas air yang terjaga. 

(Red)

Share:

Polda Jatim Gelar KreaFest 2026, Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI Untuk Edukasi Dan Keselamatan Masyarakat


Lini Indonesia, Surabaya – Polda Jawa Timur melalui Bidang Humas menggelar KreaFest Polda Jatim 2026, sebuah kompetisi video berbasis Artificial Intelligence (AI) yang terbuka bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi AI secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan harus disikapi secara bijak dan produktif. 

Karena itu, KreaFest Polda Jatim 2026 hadir sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui KreaFest Polda Jatim 2026, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab,” kata Kombes Abast, Jum'at, 12 Juni 2026.

Menurut Kombes Abast, AI tidak hanya menghadirkan berbagai inovasi teknologi, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan, pelayanan publik, literasi digital, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu sosial.

“Teknologi AI harus dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak positif". 

"Melalui kompetisi ini, kami berharap muncul berbagai ide kreatif yang mampu menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta diwajibkan membuat video berdurasi 1 hingga 2 menit yang seluruh atau sebagian proses produksinya memanfaatkan teknologi AI. 

Karya dapat dibuat menggunakan berbagai platform pendukung seperti AI Image Generator, AI Video Generator, AI Voice Over, AI Animation, maupun AI Editing Tools.

Peserta diharapkan mampu menghasilkan konten kreatif yang mengangkat berbagai subtema yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti bahaya judi atau judi online, kekerasan seksual, dan cyber bullying atau bullying.

Pendaftaran sekaligus pengumpulan karya dibuka mulai 4 hingga 22 Juni 2026, sedangkan sosialisasi lomba telah dilaksanakan pada 9 Juni 2026. Selanjutnya, panitia akan mengumumkan 10 karya terbaik dari setiap kategori pada 25 Juni 2026, sebelum memasuki tahap final presentasi dan pengumuman pemenang pada 27 Juni 2026.

Untuk menjaga kualitas dan etika dalam berkarya, panitia menetapkan sejumlah ketentuan. Karya yang dilombakan tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, ujaran kebencian, plagiarisme, simbol-simbol terlarang, maupun kekerasan ekstrem. Penggunaan teknologi deepfake terhadap individu tanpa persetujuan yang sah juga dilarang.

Peserta lomba merupakan warga Jawa Timur yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Jawa Timur. Video yang diikutsertakan harus berformat MP4 atau MOV dengan resolusi minimal HD 720p hingga Full HD 1080p, menggunakan rasio vertikal 9:16, serta dapat disajikan dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Selain mengunggah karya ke media sosial Instagram dan TikTok, peserta juga diwajibkan mengikuti akun resmi @humaspoldajatim dan @kreafestpoldajatim serta menyertakan tagar yang telah ditentukan panitia.

“Kompetisi ini menjadi salah satu bentuk adaptasi Polri terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Di sisi lain, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara etis, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Kombes Abast.

Melalui pendekatan yang kreatif dan kolaboratif, Polda Jatim ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan literasi digital di tengah maraknya penggunaan teknologi AI.

“Kami berharap lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Kombes Abast.

(Dedy)

Share:

Tim URC Polres Magetan Amankan Komplotan Pencurian Sepeda Lintas Wilayah


Lini Indonesia, Magetan - Respons cepat ditunjukkan jajaran Satreskrim Polres Magetan dalam menindaklanjuti kasus pencurian sepeda yang viral di media sosial setelah terekam kamera CCTV. 

Melalui penyelidikan intensif, Tim URC (Unit Reaksi Cepat) Resmob Satreskrim Polres Magetan berhasil mengamankan Dua tersangka pencurian sepeda yang beraksi di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Magetan.

Dua orang tersangka yakni SM (37), warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah dan SL (31), warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. 

Kapolres Magetan, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, Kedua pelaku berhasil diamankan oleh Tim URC Polres Magetan di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah,” ujar AKBP Erik, Kamis (11/6/2026).

Kasus pencurian tersebut terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 diketahui sekitar pukul 04.15 WIB di sebuah rumah warga di kawasan KPR Selosari, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan. 

Dalam aksinya, para pelaku mengambil satu unit sepeda yang berada di teras rumah dengan cara memotong rantai besi pengaman.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui komplotan tersebut telah melakukan aksi pencurian sepeda sedikitnya di enam lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Magetan.

Polisi menyebut empat lokasi di Perumahan Gitadini Kecamatan Magetan, satu lokasi di KPR Selosari Kecamatan Magetan, dan satu lokasi di Jalan Sadewo, Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan.

Selain menangkap para pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Wuling yang digunakan sebagai sarana melakukan pencurian, delapan unit sepeda gunung hasil kejahatan, serta satu unit tang potong yang digunakan untuk merusak rantai pengaman sepeda milik korban.

“Alhamdulillah, kami dari Polres Magetan telah berhasil menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait maraknya pencurian sepeda di wilayah Kabupaten Magetan," ungkap AKBP Erik.

Lebih lanjut, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap barang berharga yang dimiliki serta tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa selain melakukan pencurian dengan pemberatan di wilayah Kabupaten Magetan, kedua tersangka juga diduga melakukan aksi serupa di sejumlah daerah lain.

"Tersangka diduga juga pernah melakukan pencurian antara lain di Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, serta Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah," kata AKBP Erik.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 477 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Polres Magetan menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Magetan. 

(Dedy) 

Share:

Kamis, 11 Juni 2026

Polres Pasuruan Ringkus Pengedar Sabu Di Lumbang, Barang Bukti Disembunyikan Di Ikatan Gorden


Lini Indonesia, Pasuruan - Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil meringkus seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. 

Dalam penggerebekan yang dilakukan di rumah pelaku, petugas menemukan 10 paket sabu yang disembunyikan di dalam ikatan gorden jendela.

Pelaku diketahui berinisial SYR (63), warga Dusun Sumbersari, Desa Watu Lumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ia diamankan pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di rumahnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 10 bungkus plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat 4,008 gram. 

Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon seluler, satu bendel plastik klip kosong, satu sekrop dari sedotan, satu dompet warna cokelat, serta uang tunai sebesar Rp825 ribu yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil analisa dan evaluasi dari sejumlah kasus narkotika yang sebelumnya berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Pasuruan.

“Dari hasil analisa dan evaluasi beberapa pengungkapan kasus narkotika sebelumnya, kami menemukan indikasi bahwa peredaran sabu mulai masuk ke wilayah Kecamatan Lumbang". 

"Setelah dilakukan pendalaman dan penyelidikan secara intensif, petugas berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam rumahnya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, sebelum dilakukan penangkapan, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua hari setelah menerima informasi valid mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Watu Lumbung.

Lokasi Desa yang berada di kawasan lereng Pegunungan Bromo dengan akses jalan yang cukup sulit membuat petugas harus melakukan pengamatan secara khusus. 

Bahkan, satu anggota kepolisian diterjunkan untuk menyamar dan tinggal di rumah warga guna memastikan keberadaan serta aktivitas tersangka.

Setelah memastikan tersangka berada di rumah, tim yang dipimpin Kasat Narkoba bergerak menuju lokasi pada dini hari. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Saat diperiksa, tersangka sempat membantah terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkotika. 

Namun berkat kejelian petugas, 10 paket sabu akhirnya ditemukan tersimpan di dalam ikatan gorden jendela rumah yang ditempati tersangka.

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pasuruan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menekan peredaran narkotika hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Pasuruan.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran narkotika sampai ke daerah terpencil sekalipun". 

Tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Pasuruan. 

"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP juncto Pasal VII ke-50 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

(Dedy) 

Share:

Wakapolri Ajak Nobar Gratis Piala Dunia 2026 Serentak Di Seluruh Indonesia


Lini Indonesia, Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. membuka kegiatan “Nonton Bareng Pildun 2026, Bola Gembira Polri untuk Masyarakat” di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jumat (12/6/2026) pukul 01.30 WIB. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, Polresta, Polrestabes hingga Polsek jajaran.

Kegiatan nobar gratis pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang menginisiasi penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia sebagai ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.

Program ini juga sejalan dengan dukungan Polri terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk menggratiskan tontonan Piala Dunia tahun ini, dengan tujuan menghadirkan kebahagiaan dan hiburan yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Wakapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri atas gagasan menghadirkan kegiatan nonton bareng secara serentak di seluruh Indonesia. 

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan membuka ruang interaksi yang lebih dekat, hangat, dan humanis antara anggota Polri dan warga.

“Malam ini menjadi momen yang sangat spesial karena kita dapat menyaksikan bersama pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026. 

Melalui kegiatan nobar gratis yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, Polri ingin menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Wakapolri.



Mengusung tema “Bola Gembira Polri untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026. 

Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir, melayani, dan membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang inklusif dan bermanfaat.

Suasana keakraban tampak terlihat di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri maupun di berbagai daerah, di mana anggota Polri dan masyarakat duduk bersama menikmati pertandingan sepak bola dunia. 

Di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, kegiatan dihadiri sekitar 1.030 peserta yang terdiri dari komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mitra Polri, serta masyarakat umum. 

Acara juga dimeriahkan dengan nobar gratis dan berbagai doorprize menarik serta kuis berhadiah yang menambah semarak suasana kebersamaan.

Wakapolri menerangkan bahwa kegiatan ini selain mendukung program Presiden Prabowo, juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi media untuk membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan. 

Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat menghidupkan kembali budaya gotong royong, mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga Kamtibmas, serta mendorong semakin aktifnya kegiatan siskamling dan pos ronda sebagai upaya pencegahan kejahatan jalanan.

Melalui program “Bola Gembira Polri untuk Masyarakat," Polri membuka pintu lebar bagi masyarakat untuk hadir dan menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 bersama jajaran kepolisian secara gratis. 

Kehadiran masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di seluruh Indonesia.

(Dedy) 

Share:

Bhabinkamtibmas Pekoren Pantau Lahan Jagung Di Rembang, Kawal Asta Cita Ketahanan Pangan


Lini Indonesia, Pasuruan – Bhabinkamtibmas Desa Pekoren Polsek Rembang, Aipda Marliyan, melaksanakan pemantauan lahan pertanian jagung milik petani binaan di Dusun Ketapan, Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kamis (11/6/2026). 

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini merupakan wujud nyata implementasi Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Marliyan turun langsung ke lahan untuk mengecek pertumbuhan tanaman jagung, kondisi tanah, serta kesiapan sistem pengairan. 

Ia juga berdialog dengan petani binaan terkait kendala yang dihadapi, mulai dari pupuk hingga potensi serangan hama, guna memastikan produktivitas tetap optimal.

Kapolsek Rembang melalui Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak ketahanan pangan hingga tingkat Desa. 

“Pemantauan rutin ini penting agar program swasembada pangan 2025 tercapai". 

"Kami pastikan petani mendapat pendampingan sehingga hasil panen melimpah dan kesejahteraan meningkat,” ujar Aipda Marliyan.

Warga Dusun Ketapan menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas. Menurut salah satu petani, pendampingan Polri membuat mereka lebih semangat mengelola lahan karena merasa diperhatikan dan didukung langsung oleh aparat.

Program Asta Cita di bidang pangan menekankan kemandirian melalui optimalisasi lahan pertanian. Polsek Rembang berkomitmen mengawal program tersebut secara berkelanjutan. 

Kegiatan pemantauan berjalan aman, tertib, dan selesai dengan situasi kondusif. Sinergi Polri dan petani ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, meningkatkan produksi jagung di Kecamatan Rembang, serta menjadi langkah konkret menuju swasembada pangan nasional.

(Dedy) 

Share:

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jeruk Dampingi Kelompok Tani, Dukung Optimalisasi Lahan Dan Lomba Ketahanan Pangan


Lini Indonesia, Surabaya – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga tingkat wilayah. Salah satunya melalui kegiatan Door to Door System (DDS) dan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jeruk, Kecamatan Sambikerep, Polsek Lakarsantri, Polrestabes Surabaya, kepada kelompok tani di kawasan RW 001 dan RW 002 Kelurahan Jeruk.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus memberikan dukungan terhadap pengelolaan lahan pertanian yang tengah dipersiapkan dalam lomba ketahanan pangan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jeruk, Aiptu Sarman, turun langsung menemui para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Petani Jeruk Manis. 

Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan para penggarap lahan dan pengurus kelompok tani guna mengetahui perkembangan tanaman serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Kelompok Tani Petani Jeruk Manis yang diketuai Sukar mengelola lahan pertanian milik PT Pakuwon dengan luas sekitar 15.000 meter persegi. 

Lahan tersebut digarap oleh 10 petani yang secara aktif melakukan budidaya tanaman padi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan di wilayah Surabaya Barat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman padi saat ini menunjukkan perkembangan yang baik dan telah memasuki tahap pemupukan pertama. Para petani juga menyampaikan bahwa distribusi pupuk berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Situasi tersebut menjadi indikator positif bagi keberhasilan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan, sekaligus menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.

Kapolsek Lakarsantri Surabaya, Kompol Imam Solikin, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk pendampingan dan dukungan kepada masyarakat, khususnya para petani yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan.

Menurutnya, keberadaan kelompok tani menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian bersama.

"Kegiatan sambang dan pendampingan kepada kelompok tani ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan". 

"Kami berharap para petani dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Surabaya," ujar Kompol Imam Solikin.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara petani dan aparat kewilayahan menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mungkin muncul selama proses budidaya berlangsung.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian mendapat sambutan positif dari para petani. Selain menjadi sarana komunikasi dan koordinasi, kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan sektor pertanian di Kelurahan Jeruk dapat terus berkembang, menghasilkan panen yang optimal, serta memberikan kontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan daerah maupun nasional.

(Dedy) 

Share: