Lini Indonesia, Surabaya - Keberhasilan Tim Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membongkar pelaku pencurian baterai Tower BTS (Best Trans Ceiver Stasiun/Stasiun Pemancar) di daerah Madura dan Banyuwangi patut diapresiasi.
Terungkapnya pelaku pencurian baterai Tower BTS ini berdasarkan keluh-kesah dan laporan dari pihak pengelola Tower BTS (Vendor) bahwa sering terjadinya pencurian baterai Tower BTS dibeberapa titik di daerah tersebut.
"Akibat pencurian tersebut mengakibatkan banyak tower BTS yang tidak berfungsi sebab baterai sebagai perangkat utama dari operasional Tower BTS, ungkap AKBP Arbaridi Jumhur Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan di dampingi Kanit Jatanras Kompol Eko Cipto serta Kaur Penum Humas Polda Jatim Kompol Rizal Yanuar, Kamis (26/09/2024).
Setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan berdasarkan 3 laporan, kami berhasil meringkus pelaku ASH (30), MHA (22) dan RWT (46) serta ASN (28), lanjutnya.
Dari ke-empat pelaku yakni ASH dan MHA warga Kab. Pamekasan sebagai pelaku utama pencurian baterai Tower BTS sedangkan pelaku RWT warga kota Surabaya dan ASN warga Kab. Jombang berperan sebagai penadah barang hasil pencurian, tambahnya.
Pelaku utama ASH, kami ringkus di jalan tol Gempol Kab. Pasuruan, tepatnya di pintu gerbang Japanan malam hari. Sebelumnya, pelaku kami ikuti mulai dari Kab. Banyuwangi, jelasnya.
Hasil dari penangkapan tersebut kami melakukan pengembangan dan berhasil meringkus RWT dan ASN, ujarnya.
Pelaku ASH berperan sebagai pemetik dan MHA seorang mahasiswa berperan sebagai sopir dan mengawasi saat melakukan aksi pencurian. Pelaku RWT dan ASN penadah barang hasil curian, tuturnya.
Pelaku melakukan aksi pencurian baterai Tower BST di daerah Banyuwangi tepatnya di Dsn. Kedenglembu Ds. Karangharjo Kec. Glenmore dan Madura tepatnya di sebagian Sampang dan serta Pamekasan, bebernya.
Ada 16 jenis barang bukti yang berhasil kami amankan diantaranya dua unit mobil daihatsu sigra dan serta barang bukti lainnya, tandasnya.
Kompol Eko Cipto Kanit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim menerangkan, modus operadi pelaku dengan cara memasuki pekarangan Tower berbekal kunci master, obeng plus, tang besar.
Pelaku ASH kemudian membuka pintu kotak dengan kunci master setelah berhasil lalu menempelkan sebuah magnet door open di switch pintu agar alarm door open di help desk tidak berbunyi, sambungnya.
Target pencurian pelaku mengincar perangkat UFP dan SFP. UFP (Filter) merupakan salah satu provider sebagai perangkat utama di Tower BST. Apabila UFP tidak ada di Tower BST maka Tower BST tidak dapat berfungsi, paparnya.
"Jadi perangkat UFP dan SFP memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran," pungkasnya.
(Dedy)








0 komentar:
Posting Komentar