Lini Indonesia, Ponorogo - Grebeg Suro merupakan perayaan dan pesta rakyat tradisional masyarakat Jawa untuk menyambut Tahun Baru Islam atau 1 Muharram (1 Suro dalam kalender Jawa).
Perayaan ini merupakan wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur, yang diwarnai dengan berbagai kegiatan pelestarian budaya.
Rangkaian perayaan Festival Grebeg Suro 2026, di Kabupaten Ponorogo, resmi dibuka pada Sabtu malam (6/6/2026) di Alun-alun Ponorogo.
Perayaan budaya terbesar di Bumi Reog tersebut menghadirkan total 30 agenda kegiatan yang memadukan seni budaya, tradisi, pameran UMKM, hingga kegiatan keagamaan.
Pembukaan Grebeg Suro tahun ini berlangsung meriah dengan penampilan tari kolosal bertajuk “Reogvolution” yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Pertunjukan nampak semakin spektakuler dengan dukungan teknologi 3D Video Mapping yang menghiasi panggung utama serta pesta kembang api yang memukau ribuan pengunjung yang memadati kawasan alun-alun.
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Festival Reog Remaja (Trofi Suromenggolo) yang akan berlangsung pada 7–10 Juni 2026.
Setelah itu, kemeriahan berlanjut melalui Festival Nasional Reog Ponorogo (Piala Presiden) yang dijadwalkan berlangsung pada 11–14 Juni 2026 dengan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Grebeg Suro bukan hanya ajang melestarikan budaya saja, tapi, juga menjadi momentum penguatan ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Ponorogo".
Dengan disediakannya area khusus bagi pelaku UMKM serta fasilitas videotron promosi diharapkan mampu membantu memperluas pemasaran produk ekonomi kreatif lokal kepada wisatawan dan masyarakat yang hadir.
Dengan Rangkaian kegiatan Grebeg Suro 2026, yang berlangsung hingga 15 Juni 2026, diharapkan Festival tahunan ini terus menjadi magnet wisata budaya nasional sekaligus memperkuat identitas Ponorogo sebagai kota asal kesenian Reog yang telah mendapat pengakuan luas di tingkat internasional.
Dengan agenda Grebeg Suro 2026, ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian daerah, serta memperkenalkan kekayaan budaya Ponorogo, secara luas.
(Gst)









0 komentar:
Posting Komentar