#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Minggu, 10 Mei 2026

Akhirnya Lahan Mbah Bangi Di RT. 002, RW. 001, Kasun 1, Desa Pijeran, Di Pasang Pagar

Mbah Bangi, pemilik lahan Yang Dianggap Sebagai Jalan Umum

Lini Indonesia, Ponorogo - Setelah diadakan mediasi di kantor Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (07/05/2026), terkait kesalahan pahaman jalan pribadi lahan milik Mbah Bangi, yang terletak di RT. 002, RW. 001, Kasun 1, Desa Pijeran, yang dianggap sebagai jalan umum, akhirnya dipasang pagar oleh keluarga Mbah Bangi , pada Minggu, (10/05/2026).

Dengan alasan agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, maka lahan milik Mbah Bangi dipasang pagar, sehingga jalan tersebut hanya terbuka untuk ke area tanah Mbah Bangi. 

"Agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, lebih baik mulai sekarang saya pagar, ini lahan saya sendiri". 

"Jalan ini sejak dulu lahan saya, karena tanah saya terletak di bagian belakang. Makanya saya ndak boleh kalau dijadikan jalan umum," ujar Mbah Bangi.


Pemasangan Pagar Oleh Keluarga Mbah Bangi

Sementara Ketua RT. 002, RW, 001, Kasun 1, Desa Pijeran, Mujikan, saat dikonfirmasi terkait pemagaran lahan milik Mbah Bangi, juga membenarkan apa yang dilakukan keluarga Mbah Bangi. 

"Apa yang dilakukan Mbah Bangi, itu ya ada benarnya, karena setahu saya, lahan itu punya Mbah Bangi." ujar Mujikan. 

"Mestinya pemilik lahan, sebelah miliknya Mbah Bangi, kalau mau dikapling lahannya, sebelumnya rundingan sama mbah Bangi, kalau memang butuh jalan lewat lahannya mbak Bangi". 

"Tidak asal dikapling, lantas jalannya lewat lahan orang lain tanpa permisi dulu, gitu," tambah mujikan.


Tidak Mau Timbul Masalah Dikemudian Hari, Lahan Milik Mbah Bangi Dipasang Pagar

Kekhawatiran juga dirasakan oleh putra Mbah Bangi, Dadang, kalau terlanjur dipakai jalan umum lama kelamaan status tanah akan berubah. 

"Kalau lahan tersebut dipakai jalan umum bertahun-tahun, itu nanti akan ribet, status kepemilikannya akan berubah". 

Saat lahan itu akan kita gunakan, orang pasti menganggap itu jalan umum. Dengan alasan, kalau lahan pribadi, kenapa sejak dulu dipakai jalan kok diam saja...? Kok sekarang baru dipermasalahkan...?" ungkap Dadang, menggambarkan kekawatirannya.

(Gst)



Share:

0 komentar:

Posting Komentar