Kepala Desa Serangan Menerima Sertifikat Pelatihan Budidaya Ikan KOI Dari Pemilik Budidaya Ikan Hias "SON KOI FARM"
Lini Indonesia, Ponorogo - Studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan. Studi Tiru dilaksanakan dengan salah satu tujuan untuk membawa manfaat, meningkatkan sinergi dan membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana Studi Tiru.
Minggu (14 juli 2024), Karang Taruna Pelem Bebek, Desa Serangan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan didampingi oleh Indah Gemilang Manunggal Tour (IGM Tour) yang dipimpin oleh Sapuan, yang beralamat di Jl. Muslim 45, Desa Jetis, Kabupaten Ponorogo, telah melaksanakan studi tiru ke salah satu peternak budidaya ikan hias "SON KOI FARM" yang berada di daerah Blitar, guna mendapatkan ilmu tentang budidaya ikan hias atau ikan KOI.
Perlu diketahui bahwa, SON KOI FARM, merupakan salah satu peternak budidaya ikan KOI yang sudah berhasil, banyak pengalaman tentang budidaya ikan KOI dan sering menjadi objek tujuan Studi Tiru dari daerah lain.
Dalam kunjungannya Karang Taruna Pelem Bebek, Desa Serangan ke "SON KOI FARM" diikuti oleh Camat Mlarak, Joko Setiawan, S.STP, M.Si, Kepala Desa Serangan, Sri Asih, beserta perangkat Desa Serangan dan anggota Karang Taruna, Pelem Bebek, dengan jumlah peserta seluruhnya 50 orang.
Dalam sambutannya Kepala Desa Serangan, Sri Asih meminta kepada seluruh anggota Karang Taruna Pelem Bebek, agar memperhatikan semua penjelasan yang disampaikan oleh narasumber dari SON KOI FARM, Sudarsono, agar nantinya bisa mengaplikasikan di Desa Serangan, demi kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Serangan.
"Saya harapkan kepada seluruh anggota Karang Taruna Pelem Bebek Desa Serangan yang sekarang mengikuti pelatihan atau studi tiru ini, betul-betul memperhatikan, apa yang disampaikan oleh narasumber, agar nantinya bisa mengaplikasikan didesa kita. Jangan sampai setelah kita melakukan pelatihan atau studi tiru ini, nantinya tidak ada yang bisa kita lakukan,"ujar Kades Serangan.
Sementara dari para peserta studi tiru sendiri sangat antusias. Hal ini dilihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, terkait budidaya ikan KOI. Mulai dari cara pembibitan, perawatan, sampai pada cara pemasarannya.
(Gst)









0 komentar:
Posting Komentar