Lini Indonesia, Surabaya - Setelah beberapa hari lalu adanya kejadian pengeroyokan oleh sekelompok remaja yang diduga antar kelompok Perguruan silat di jalan Tunjungan Surabaya yang mengakibatkan 2 orang mengalami luka-luka.
Selain itu pihak dari Kepolisian juga melakukan langkah penyelidikan untuk memproses hukum dan mengantisipasi aksi balas dendam dari kelompok perguruan silat.
Kemudian di hari senin malam (15/1) pukul 22.00 WIB semua jajaran Kepolisian Polrestabes Surabaya dan semua Polsek jajaran melaksanakan pengamanan di titik-titik yang sudah ditentukan.
Polsek Simokerto melaksanakan apel dipimpin langsung Kompol Mohammad Irfan. Dengan kekuatan 25 personil gabungan dari Rayon 1 yaitu Polsek Tambaksari dan Bubutan di simpang empat jalan Kenjeran-Kedung Cowek.
Pada pukul 23.00 WIB Suara HT yang dibawa oleh Kapolsek dan Pawas terdengar ada nya informasi puluhan massa berbaju hitam-hitam berkendara motor melakukan konvoi di daerah Jagir Wonokromo dan juga perumahan AURI Simo Gunung dan Banyu Urip Surabaya.
Semua personil kepolisian jajaran Polrestabes Surabaya bergerak untuk mengamankan Kota Surabaya agar selalu aman dan kondusif dengan menangkap semua remaja yang melakukan konvoi tersebut.
Dari pendataan di lapangan A Polrestabes Surabaya Selasa (16/1) pukul 01.30 WIB sebanyak 139 orang dan 66 unit R2 di amankan dan untuk semua pemilik motor dilakukan penindakan tegas penilangan karena melanggar Undang-undang Lalu Lintas dan para remaja tersebut wajib didatangi orang tuanya bersama Bhabin Kamtibmas dan Babinsa untuk dilakukan pembinaan.
Berkat kerjasama yang kompak dari semua Kepolisian Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce bersama para Pejabat Utama Polrestabes Surabaya dan semua Kapolsek turun ke lapangan memimpin langsung anggotanya berhasil menciptakan situasi Kota Surabaya selalu aman, nyaman dan tentram, ujar Kapolsek Simokerto Kompol Mohammad Irfan.
(Dedy)







0 komentar:
Posting Komentar