#Attribution1 {height:0px; visibility:hidden; display:none}

Breaking News

Senin, 30 Maret 2026

Sidak Door To Door, Forkopimda Lumajang Sidak Temukan Stok Gas Elpiji 3 Kg Kosong Dan Harga Melonjak


Lini Indonesia, Lumajang – Di tengah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, jajaran Forkopimda turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara door to door dengan mengendarai sepeda motor, Minggu (29/3/2026).

Sidak dipimpin Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar serta Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh., Anton Subhandi dan Ketua DPRD Lumajang Hj., Oktafiyani. 

Rombongan menyisir sejumlah titik distribusi mulai dari agen, pangkalan hingga pengecer di wilayah Kecamatan Tempeh dan Pasirian.

Kegiatan diawali dari Pendopo Arya Wiraraja, kemudian bergerak ke sejumlah toko kelontong, pangkalan, hingga agen LPG 3 Kg. 

Dari hasil sidak di lapangan, rombongan menemukan banyak tabung gas elpiji dalam kondisi kosong, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer.

Selain kelangkaan, tim juga menemukan adanya indikasi kenaikan harga di tingkat pengecer yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Di beberapa lokasi, LPG 3 kg dijual hingga Rp22 ribu per tabung.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan bahwa sidak ini merupakan bentuk komitmen Forkopimda dalam menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat.

“Kami bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan distribusi LPG berjalan lancar, stok tersedia, dan harga tetap sesuai ketentuan. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh praktik yang tidak sesuai aturan,” tegasnya di sela kegiatan.

Ia juga mengimbau kepada agen, pangkalan, dan pengecer agar tidak menjual di atas HET serta tidak melakukan penimbunan. Meski demikian, pihaknya menyebut belum menemukan pelanggaran hukum secara langsung.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan resmi maupun menemukan bukti pelanggaran di lapangan. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama TNI dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait kenaikan harga dan dugaan penyimpangan distribusi. 

“Ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan dalami apakah kenaikan harga ini murni karena kelangkaan atau ada oknum yang bermain,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, sidak dilakukan untuk menindaklanjuti banyaknya laporan masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg.

“Memang ada banyak masyarakat yang menyampaikan kesulitan mendapatkan LPG. Hari ini kami turun untuk membuktikan kondisi di lapangan, dan ternyata di beberapa pangkalan serta toko memang stok habis,” ungkapnya.

Bupati menyebut, pemerintah daerah bersama Forkopimda akan segera menggelar rapat koordinasi dengan SPBE, Hiswana Migas, agen, dan pangkalan guna mencari akar persoalan.

“Nanti minggu depan kita akan rapat bersama untuk mencocokkan data, apakah kendala ada di distribusi, agen, atau pangkalan. Karena secara suplai dari pusat sebenarnya tidak ada perubahan,” jelasnya.

Ia menilai meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta fenomena panic buying turut memicu kelangkaan di lapangan.

“Biasanya masyarakat membeli satu tabung, sekarang bisa sampai tiga tabung karena khawatir kehabisan. Ini juga mempengaruhi ketersediaan,” pungkasnya.

(Eksan) 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar